← Beranda
Panasnya Liga Inggris Dimulai, 10 Pelatih Ini Paling Rentan Dipecat Termasuk Xabi Alonso
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 10 Agustus 2026 | 19.21 WIB
Musim Premier League panas sejak awal. 10 pelatih paling rentan dipecat, termasuk Xabi Alonso dengan tekanan tinggi dan investasi besar klub. Xabi Alonso menjadi salah satu dari 10 pelatih yang dinilai paling rentan kehilangan pekerjaan di Premier League 2026/2027. (Dok. Chelsea)

JawaPos.com — Musim Premier League 2026/2027 belum dimulai, tetapi tekanan sudah menghampiri 10 pelatih yang dinilai paling rentan dipecat, termasuk Xabi Alonso di Chelsea, karena tuntutan hasil tinggi, target bertahan, hingga investasi besar klub.

Daftar versi Give Me Sport itu menunjukkan persaingan Liga Inggris musim ini tak hanya panas di lapangan, tetapi juga di kursi pelatih.

Premier League memang dikenal sebagai kompetisi dengan tekanan luar biasa besar kepada seorang pelatih.

Hasil buruk dalam beberapa pertandingan awal dapat membuat posisi juru taktik mulai dipertanyakan, terlebih jika klub memiliki target tinggi atau baru saja menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad.

Give Me Sport menempatkan 10 nama dalam daftar pelatih yang paling rawan kehilangan pekerjaan pada musim 2026/2027.

Menariknya, daftar tersebut tidak hanya berisi pelatih klub promosi, tetapi juga nama besar seperti Xabi Alonso, Roberto De Zerbi, hingga Michael Carrick.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Minta Pemain Tak Dihujat

Tiga Pelatih Klub Promosi Menghadapi Ujian Berat

Sergej Jakirovic menjadi salah satu pelatih yang tantangannya paling jelas.

Ia sukses membawa Hull City promosi ke Premier League setelah memenangkan playoff Championship, sekaligus memiliki pengalaman mengantar Zrinjski Mostar dan Dinamo Zagreb meraih gelar liga.

Namun, level Premier League menghadirkan persoalan berbeda. Hull City diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat terdegradasi sehingga Jakirovic dituntut menemukan cara agar timnya mampu bersaing sejak awal musim.

Situasi serupa dihadapi Gary O'Neil bersama Ipswich Town. Mantan pelatih Bournemouth dan Wolverhampton Wanderers itu dipercaya menangani klub promosi dengan misi utama mempertahankan Ipswich Town di kasta tertinggi.

O'Neil memang sudah memahami kerasnya Premier League, tetapi posisinya tidak otomatis aman.

Ia juga belum memiliki kredit sebesar Kieran McKenna, pelatih sebelumnya yang tetap mendapat kepercayaan klub meski Ipswich Town mengalami degradasi.

Frank Lampard melengkapi trio pelatih klub promosi yang masuk daftar.

Ia membawa Coventry City naik melalui playoff Championship dan kini kembali menghadapi atmosfer Premier League setelah sebelumnya menangani Chelsea dan Everton.

Coventry City diperkirakan harus bekerja keras untuk bertahan. Jika performa mereka merosot tajam, pengalaman Lampard di dua klub besar Premier League belum tentu cukup untuk membuat posisinya aman.

Baca Juga: Mohamed Salah Gabung Trabzonspor, Mengapa Tolak Arab Saudi dan Pilih Klub Nomor Empat Turki?

Farke dan Glasner Dibayangi Ekspektasi Klub

Daniel Farke juga menghadapi situasi yang menarik bersama Leeds United.

Ia berhasil membawa klub menjuarai Championship sekaligus memastikan tiket kembali ke Premier League, tetapi masa depannya sempat menjadi bahan spekulasi bahkan setelah promosi.

Rumor mengenai kandidat lain, termasuk Jose Mourinho, menjadi sinyal besarnya ekspektasi manajemen Leeds United.

Farke kini harus membuktikan keberhasilannya di Championship dapat diterjemahkan menjadi performa kompetitif di Premier League.

Oliver Glasner menghadapi tekanan dengan latar berbeda di Nottingham Forest. Klub tersebut dikenal tidak segan melakukan pergantian pelatih dan bahkan melewati beberapa perubahan juru taktik dalam satu musim.

Setelah Nuno Espirito Santo, Ange Postecoglou, dan Sean Dyche bergantian menangani Nottingham Forest, Glasner ditunjuk untuk musim 2026/2027.

Situasi itu membuat konsistensi hasil menjadi modal penting jika ia ingin bertahan lebih lama di kursi pelatih.

Alvaro Arbeloa juga masuk daftar bersama Fulham. Ia harus menjaga daya saing tim sekaligus mencari solusi setelah kepergian Harry Wilson, pemain yang memberikan kontribusi penting pada musim sebelumnya.

Baca Juga: Di Balik Transfer Bruno Guimaraes ke Arsenal: Mahar Rp 1,5 Triliun yang Tak Diinginkan Newcastle

Xabi Alonso Jadi Sorotan di Chelsea

Nama Xabi Alonso menjadi salah satu yang paling menarik perhatian dalam daftar tersebut.

Reputasinya melonjak setelah sukses bersama Bayer Leverkusen, tetapi Chelsea merupakan klub dengan tuntutan hasil tinggi dan sejarah pergantian pelatih yang cukup sering.

Sejak era Todd Boehly dan Clearlake Capital dimulai pada 2022, Chelsea telah beberapa kali mengganti pelatih.

Kondisi itu membuat Alonso tidak hanya dituntut menunjukkan kualitas taktik, tetapi juga harus segera menghadirkan hasil positif bersama klub yang memiliki ekspektasi besar.

Roberto De Zerbi menghadapi tekanan serupa di Tottenham Hotspur. Spurs melewati dua musim terakhir dengan hasil mengecewakan dan bahkan finis di posisi ke-17 pada musim lalu.

Tekanan kepada De Zerbi semakin besar karena Tottenham Hotspur memberikan dukungan melalui belanja pemain lebih dari £200 juta.

Investasi tersebut membuat target untuk membawa Spurs bangkit semakin tinggi, sehingga kegagalan memenuhi ekspektasi dapat mengancam posisinya.

Carrick dan Sage Tak Boleh Terpeleset

Pierre Sage ditunjuk untuk membawa Crystal Palace kembali stabil setelah periode penuh ketidakpastian di kursi pelatih.

Ia memiliki reputasi mampu memperbaiki performa tim yang sedang bermasalah, tetapi hasil awal musim tetap menjadi ukuran penting bagi masa depannya.

Michael Carrick menjadi nama terakhir dalam daftar, sekaligus salah satu pelatih dengan cerita paling menarik.

Ia awalnya dipercaya sebagai solusi sementara setelah era Ruben Amorim berakhir, tetapi performa apik membuat Manchester United memberikan kontrak permanen.

Status Carrick sebagai legenda klub memberi dukungan kuat dari suporter.

Ia juga berhasil membawa Manchester United mengalahkan Manchester City, Arsenal, dan Aston Villa, tiga hasil yang menjadi modal penting menjelang musim baru.

Meski begitu, tekanan tetap tidak kecil karena Manchester United akan kembali tampil di Liga Champions.

Carrick harus menjaga konsistensi agar hasil positif sebelumnya tidak berubah menjadi sekadar catatan awal, sekaligus membuktikan dirinya layak mendapat kepercayaan jangka panjang.

Sepuluh nama tersebut memperlihatkan satu hal penting menjelang Premier League 2026/2027: tidak ada kursi pelatih yang benar-benar aman.

Bagi Jakirovic, O'Neil, dan Lampard, tantangannya adalah membawa klub promosi bertahan, sedangkan Alonso, De Zerbi, Carrick, dan nama lainnya harus menjawab ekspektasi besar klub masing-masing.

EDITOR: Hendra