← Beranda
Bukan Cuma Mancini, Ini Kisah di Balik Keputusan Malago soal Pirlo dan Guardiola di Timnas Italia
Andre Rizal HanafiSenin, 10 Agustus 2026 | 05.21 WIB
Presiden CONI, Giovanni Malago, menilai Carlo Ancelotti paling pantas menjadi pelatih timnas Italia saat ini

 

JawaPos.com - Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, mengungkap cerita di balik sejumlah keputusan penting yang diambilnya dalam 50 hari pertama memimpin sepak bola Italia.

Salah satu keputusan yang paling banyak mendapat perhatian adalah penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia. Nama Mancini sebenarnya bukan satu-satunya kandidat.

Sebelumnya, FIGC sempat mempertimbangkan beberapa nama besar, termasuk Pep Guardiola dan Andrea Pirlo.

Malagò memastikan pemilihan Mancini bukan karena hubungan pribadi. Ia menyebut mantan pelatih Manchester City tersebut memang dinilai sebagai sosok paling tepat untuk menangani Gli Azzurri saat ini.

Menurut Malagò, Mancini memiliki keunggulan karena sudah mengenal lingkungan Timnas Italia. Ia juga memahami karakter sejumlah pemain dan dinilai mampu memberikan ruang bagi talenta muda.

“Mancini adalah pelatih yang tepat. Dia mengenal lingkungan ini dan sebagian besar pemain Azzurri. Dia juga tahu bagaimana mengembangkan pemain-pemain muda,” kata Malagò.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa hubungan Malagò dengan Mancini menjadi faktor utama dalam keputusan tersebut.

Malagò mengakui dirinya dan Mancini sudah saling mengenal cukup lama. Keduanya bahkan pernah bermain bersama dalam beberapa pertandingan di sebuah klub olahraga di Italia.

Namun, menurutnya, hubungan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menjelaskan keputusan FIGC.

“Kami sudah saling mengenal sejak lama. Kami pernah bermain beberapa pertandingan bersama, tetapi kami tidak pernah benar-benar sering bergaul,” ujarnya.

Selain Mancini, Malagò juga mengungkap proses yang terjadi sebelum keputusan final diambil. Salah satunya terkait Andrea Pirlo.
Menurut Malagò, kesepakatan dengan Pirlo sebenarnya sudah hampir selesai. Bahkan, pengumuman resmi disebut tinggal menunggu waktu.

Namun, rencana tersebut berubah setelah muncul informasi mengenai kerja sama Pirlo dengan sebuah situs taruhan asal Rusia.

“Semua sudah selesai dan siap diumumkan. Kemudian muncul cerita tentang kerja sama Andrea dengan situs taruhan Rusia. Apa yang seharusnya saya lakukan?” kata Malagò.

Ia mengaku keputusan untuk membatalkan rencana tersebut tidak mudah. Malagò bahkan mengatakan dirinya tidak bisa tidur setelah persoalan tersebut muncul.

Di sisi lain, FIGC juga sempat melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan mendatangkan Pep Guardiola. Rumor tersebut semakin kuat setelah Paolo Maldini dan Leonardo terlihat berada di Barcelona.

Malagò mengakui komunikasi dengan Guardiola memang pernah dilakukan. Namun, pembicaraan itu akhirnya tidak berujung pada kesepakatan.

Kini, FIGC memilih Mancini sebagai sosok yang dipercaya memimpin Timnas Italia menghadapi agenda penting mendatang.

Selain soal pelatih, Malagò juga menjelaskan keputusan menunjuk Diana Bianchedi sebagai ketua delegasi Timnas Italia.

Menurutnya, penunjukan Bianchedi merupakan bagian dari perubahan budaya yang ingin dibangun di sepak bola Italia.

Bianchedi memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga. Ia merupakan peraih dua medali emas Olimpiade, lulusan kedokteran, serta memiliki pengalaman dalam bidang olahraga dan manajemen.

Malagò berharap perubahan tersebut bisa membuat Timnas Italia tidak hanya fokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pembangunan sepak bola dari level akar rumput.

Italia sendiri sudah ditunggu sejumlah agenda besar, termasuk Nations League, Euro 2028, Piala Dunia 2030, dan Euro 2032.

Malagò menyadari tantangan tersebut tidak mudah. Namun, ia mengaku optimistis dengan arah baru yang sedang dibangun FIGC.

“Saya merasakan suasana yang positif dan energi baru. Saya optimistis. Sekarang waktunya lapangan yang berbicara,” ujar Malagò.

EDITOR: Banu Adikara