← Beranda
Empat Poin Penting dari Kemenangan Chelsea vs AC Milan di Laga Pramusim
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 10 Agustus 2026 | 01.13 WIB
Para pemain Chelsea berselebrasi usai menang dan mengalahkan AC Milan dalam pertandingan Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Chelsea melanjutkan pramusim dengan kemenangan meyakinkan. Menghadapi AC Milan di Jakarta pada Sabtu, The Blues tampil dominan dan mengamankan kemenangan 3-0 dalam pertandingan yang menjadi salah satu ujian menarik bagi Xabi Alonso.

Laga berlangsung cukup terbuka sejak awal. Milan beberapa kali mampu memberikan ancaman, tetapi Chelsea terlihat lebih tajam dan seharusnya bisa mencetak gol lebih cepat.

João Pedro akhirnya memecah kebuntuan menjelang turun minum lewat sundulan. Striker asal Brasil itu kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor hanya 30 detik setelah babak kedua dimulai.

Belum sempat Milan mengatur napas, Moisés Caicedo menambah keunggulan Chelsea pada menit ke-50 melalui tendangan voli spektakuler dari situasi sepak pojok.

Selain skor telak, melansir Sports Illustrated, ada beberapa hal menarik yang bisa diperhatikan dari penampilan Chelsea.

Baca Juga: Cuci Gudang, Chelsea Dikabarkan Siap Lepas 12 Pemain

1. Alonso mulai bereksperimen dengan formasi tiga bek

Sejak tiba di Stamford Bridge, salah satu pertanyaan terbesar mengenai Xabi Alonso adalah sistem apa yang akan digunakannya.

Sebelumnya, Chelsea lebih sering menggunakan 4-2-3-1. Namun, melawan Milan, Alonso mencoba 3-4-2-1, formasi yang sudah sangat familiar baginya ketika menangani Bayer Leverkusen.

Eksperimen tersebut berjalan cukup mulus. Wesley Fofana, Jorrel Hato, dan Josh Acheampong membentuk trio bek tengah, sementara João Pedro, Cole Palmer, dan Danny Welbeck memberikan kombinasi menarik di lini depan.

Chelsea terlihat lebih nyaman dalam membangun serangan dengan tiga bek. Di sisi lain, struktur tersebut juga memberikan lebih banyak kebebasan kepada pemain di area sayap.

Apakah 3-4-2-1 akan menjadi sistem utama ketika musim dimulai? Belum tentu. Namun, satu hal sudah terlihat jelas: Alonso tidak takut mengubah pendekatan berdasarkan lawan yang dihadapi.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Pramusim di Jakarta: Joao Pedro Gacor, Chelsea Lumat AC Milan 3-0

2. Persaingan di posisi bek sayap semakin menarik

Formasi tiga bek memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka di posisi yang berbeda.

Marco Palestra menjadi salah satu pemain yang paling menarik perhatian. Bermain di sisi kiri lini tengah, ia tidak hanya rajin membantu serangan, tetapi juga beberapa kali masuk ke area tengah.

Kemampuan bermain lebih dari satu peran tersebut bisa menjadi aset penting dalam sistem Alonso.

Di sisi berlawanan, Pedro Neto mendapat kesempatan tampil sebagai starter meski posisi alaminya lebih menyerupai winger.

Pemain internasional Portugal itu tampil impresif dan memberikan kontribusi penting melalui umpan silang yang membantu terciptanya gol kedua João Pedro.

Geovany Quenda kemudian masuk untuk menggantikan Neto selama 30 menit terakhir. Pengalamannya memainkan peran tersebut ketika masih bekerja bersama Ruben Amorim di Sporting CP membuatnya terlihat cukup nyaman.

Jika Alonso terus menggunakan sistem tiga bek, persaingan di kedua sisi lapangan bisa menjadi salah satu hal paling menarik untuk diikuti.

Baca Juga: Milanisti dari Banjarnegara Antusias Saksikan Duel Chelsea vs AC Milan: Akhirnya Nonton Langsung!

3. Josh Acheampong memberikan jawaban

Sistem tiga bek juga tampaknya memberikan keuntungan besar bagi Josh Acheampong.

Bek muda Chelsea tersebut beroperasi di sisi kanan trio pertahanan dan mendapatkan tugas berat karena harus berhadapan dengan Rafael Leão.

Namun, Acheampong tampil sangat percaya diri. Dengan adanya dua bek lain yang memberikan perlindungan di sekitarnya, pemain muda tersebut bisa bermain lebih agresif.

Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika ia melakukan tekel penting untuk menggagalkan peluang Leão di babak pertama.

Potensi Acheampong sebenarnya sudah lama terlihat. Hanya saja, beberapa penampilannya di level senior belum selalu meyakinkan. Melawan Milan, ia menunjukkan versi terbaiknya.

Jika Alonso memang serius menggunakan tiga bek, Acheampong bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berkembang sekaligus membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian penting dari skuad utama Chelsea.

4. Bola mati mulai menjadi senjata berbahaya

Ada alasan mengapa Chelsea begitu antusias mendatangkan Austin MacPhee sebagai pelatih bola mati.

Laga melawan Milan memberikan gambaran awal mengenai potensi dari keputusan tersebut.

Dua gol Chelsea berasal dari situasi sepak pojok.

Gol pertama João Pedro memang terlihat sederhana. Sang striker mendapatkan ruang di kotak penalti dan mampu mengarahkan bola ke gawang.

Gol kedua bahkan lebih menarik. Roméo Lavia mengirimkan bola dari sepak pojok ke arah Caicedo yang berada di tepi kotak penalti. Gelandang Ekuador tersebut kemudian menyambutnya dengan tendangan voli keras yang tidak mampu dihentikan Torriani.

Variasi seperti ini membuat Chelsea memiliki lebih banyak cara untuk mencetak gol. Tidak semua situasi bola mati harus menghasilkan gol spektakuler. Gol sederhana seperti milik João Pedro tetap memiliki nilai yang sama.

Namun, jika Chelsea mampu mengembangkan variasi tersebut secara konsisten, bola mati bisa menjadi salah satu senjata tambahan yang sangat berharga bagi Alonso sepanjang musim.

Alonso masih punya banyak pekerjaan

Kemenangan 3-0 tentu menjadi modal positif, tetapi pramusim bukan tentang mengejar hasil semata.

Alonso masih harus menentukan sistem terbaik, menemukan kombinasi pemain yang tepat, sekaligus memastikan seluruh skuad memahami prinsip permainannya.

Namun, kemenangan atas Milan memberikan beberapa jawaban awal. Chelsea terlihat fleksibel dengan formasi tiga bek, para pemain muda mulai menunjukkan kualitas, persaingan di posisi bek sayap semakin menarik, dan bola mati berpotensi menjadi senjata serius.

Dengan musim baru yang semakin dekat, Alonso jelas masih punya banyak eksperimen untuk dilakukan. Tetapi jika penampilan seperti melawan Milan bisa terus dikembangkan, Chelsea punya alasan untuk cukup optimistis menyambut era baru mereka.

EDITOR: Banu Adikara