JawaPos.com - Chelsea berpotensi melakukan cuci gudang besar-besaran pada musim panas ini. Dengan jumlah pemain yang begitu gemuk, The Blues disebut siap melepas hingga 12 pemain demi merampingkan skuad sebelum musim baru Liga Premier bergulir.
Situasi ini bukan tanpa alasan. Chelsea saat ini memiliki begitu banyak pemain hingga mereka berpotensi kesulitan mendaftarkan seluruhnya ke dalam skuad maksimal 25 pemain untuk kompetisi domestik.
Yang cukup mengejutkan, nama-nama besar seperti Enzo Fernandez dan Malo Gusto juga masuk dalam daftar pemain yang masa depannya disebut belum sepenuhnya aman di Stamford Bridge.
Baca Juga: Hasil Uji Coba Pramusim di Jakarta: Joao Pedro Gacor, Chelsea Lumat AC Milan 3-0
Fernandez dan Gusto punya banderol tinggi
Chelsea memang masih bisa memilih untuk mempertahankan Fernandez dan Gusto. Namun, laporan yang beredar menyebut klub telah menetapkan harga yang cukup tinggi jika ada tim yang benar-benar serius ingin membawa keduanya pergi.
Melansir Caught Offside, Fernandez dikabarkan dihargai sekitar £120 juta, sedangkan Gusto memiliki banderol sekitar £75 juta.
Jika keduanya benar-benar terjual sesuai harga tersebut, Chelsea berpotensi mendapatkan pemasukan sekitar £195 juta hanya dari dua pemain.
Situasi ini tentu menarik perhatian klub-klub besar. Manchester City, misalnya, disebut sebagai salah satu klub yang memantau situasi Fernandez dan Gusto.
Baca Juga: Milanisti dari Banjarnegara Antusias Saksikan Duel Chelsea vs AC Milan: Akhirnya Nonton Langsung!
12 pemain masuk daftar jual
Selain Fernandez dan Gusto, sejumlah pemain lain juga disebut berada dalam situasi tidak pasti.
Daftar tersebut mencakup Benoit Badiashile, Axel Disasi, Marc Guiu, David Datro Fofana, Liam Delap, Nicolas Jackson, Gabriel Slonina, Enzo Fernandez, Malo Gusto, Emanuel Emegha, Pedro Neto, dan Carlos Essugo.
Beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki perkiraan harga yang diinginkan Chelsea.
Badiashile disebut dihargai £30 juta, Disasi £25 juta, Guiu £25 juta, Jackson £65 juta, Gusto £75 juta, dan Fernandez £120 juta.
Dengan kata lain, Chelsea tidak sekadar ingin mengurangi jumlah pemain. Mereka juga berusaha mendapatkan keuntungan finansial dari proses tersebut.
Tantangan besar bagi Chelsea
Namun, melepas 12 pemain dalam satu jendela transfer jelas bukan perkara mudah.
Chelsea mungkin memiliki banyak pemain yang menarik secara nama, tetapi tidak semuanya berada dalam posisi yang ideal untuk mendapatkan klub baru. Beberapa pemain seperti Delap, Jackson, dan Datro Fofana justru harus membuktikan kembali nilai mereka setelah periode yang kurang meyakinkan.
Situasi tersebut bisa membuat Chelsea harus lebih fleksibel dalam menentukan harga, termasuk mempertimbangkan peminjaman atau struktur pembayaran tertentu.
Bagaimanapun, skuad yang terlalu besar juga bisa menjadi masalah tersendiri bagi Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu membutuhkan kelompok pemain yang lebih ramping agar dapat bekerja dengan lebih efektif dan memberikan menit bermain yang cukup kepada pemain yang benar-benar masuk dalam rencananya.
Strategi transfer Chelsea mulai menunjukkan konsekuensinya
Chelsea memang agresif di bursa transfer dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemilikan baru, klub lebih banyak berinvestasi pada pemain-pemain muda dengan harapan nilai mereka meningkat dalam jangka panjang.
Strategi tersebut menghasilkan sejumlah rekrutan yang sukses, seperti Cole Palmer, Moises Caicedo, dan Estevao Willian.
Namun, tidak semua investasi memberikan hasil serupa.
Beberapa pemain kesulitan memenuhi ekspektasi dan akhirnya membuat skuad Chelsea semakin gemuk. Marc Guiu menjadi salah satu contoh pemain yang masa depannya kini dipertanyakan.
Karena itu, musim panas ini bisa menjadi momen ketika Chelsea mulai merapikan konsekuensi dari strategi transfer mereka sendiri.