JawaPos.com – Posisi Presiden FIFA, Gianni Infantino, dinilai semakin sulit dipertahankan setelah kegagalan rencana penjualan sebagian saham hak komersial Piala Dunia.
Dilansir dari laman Flashscore pada Minggu (2/8), Penilaian tersebut disampaikan Kepala Liga-Liga Eropa, Claudius Schafer, yang menilai polemik itu telah menimbulkan krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA.
Menurut Schafer, proses pengambilan keputusan yang dilakukan tanpa melibatkan badan-badan utama FIFA menjadi persoalan serius.
Schafer menyatakan bahwa dalam organisasi mana pun, tindakan sepihak dalam mengambil keputusan bisnis sebesar itu biasanya memiliki konsekuensi yang jelas.
Schafer menilai langkah Infantino yang diduga tidak melibatkan Dewan FIFA dalam penyusunan rencana tersebut sulit dibenarkan. Karena itu, ia menganggap posisi Infantino sebagai Presiden FIFA kini berada dalam tekanan besar.
Sebelumnya, FIFA memutuskan membatalkan rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia setelah menuai penolakan dari berbagai konfederasi sepak bola.
UEFA dan CONCACAF bahkan menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino menyusul kontroversi tersebut. Penarikan proposal itu dinilai belum cukup menghilangkan kekhawatiran terhadap tata kelola organisasi.
Schafer juga menilai rencana tersebut lebih berorientasi pada keuntungan finansial dibandingkan kepentingan perkembangan sepak bola. Menurutnya, penambahan kompetisi internasional hanya akan memperpadat kalender pertandingan dan berpotensi merugikan liga-liga domestik.
Schafer juga menegaskan bahwa transparansi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan FIFA.
***