JawaPos.com – FIFA membatalkan rencana penjualan sebagian saham operasional Piala Dunia setelah mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi sepak bola, termasuk UEFA.
Dilansir dari laman Flashscore pada Sabtu (1/8), Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mendengar berbagai masukan dari para pemangku kepentingan. Menurutnya, proposal itu tidak lagi sejalan dengan tujuan untuk menjaga persatuan dalam sepak bola dunia.
Sebelumnya, FIFA berencana menjual sekitar 20 persen saham unit baru yang akan mengelola berbagai ajang internasional, termasuk Piala Dunia.
Langkah tersebut ditargetkan mampu menghimpun dana hingga USD 4,2 miliar atau sekitar Rp68,5 triliun untuk mendukung pengembangan sepak bola global. Namun, rencana tersebut memicu kritik karena dinilai mengubah turnamen terbesar dunia menjadi instrumen investasi.
Penolakan paling keras datang dari UEFA yang mengancam memboikot seluruh turnamen FIFA apabila proposal tersebut tetap dijalankan. Sikap serupa kemudian diikuti oleh CONCACAF dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menyatakan solidaritas terhadap penolakan tersebut.
Ketiga konfederasi itu mewakili lebih dari separuh anggota FIFA sehingga dukungan terhadap proposal dipastikan tidak mencukupi.
Di tengah meningkatnya tekanan, FIFA memutuskan menghentikan proposal tersebut dan memilih kembali membangun kesepahaman dengan seluruh anggotanya. Infantino menegaskan organisasinya akan terus berupaya mengembangkan sepak bola, terutama di negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Keputusan itu sekaligus mengakhiri polemik yang berkembang sejak rencana investasi tersebut diumumkan beberapa hari sebelumnya.
***