JawaPos.com — Timnas Brasil dipastikan memasuki era baru setelah pelatih Carlo Ancelotti mengonfirmasi Neymar, Casemiro, dan Danilo tidak akan lagi membela Selecao usai Piala Dunia 2026.
Keputusan itu diambil setelah Brasil tersingkir lebih cepat di babak 16 besar, menandai berakhirnya generasi emas yang menjadi tulang punggung tim selama lebih dari satu dekade.
Kekalahan 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar menjadi pencapaian terburuk Brasil di Piala Dunia sejak 1990.
Hasil tersebut sekaligus menjadi titik balik bagi Ancelotti untuk melakukan regenerasi besar-besaran demi menyiapkan tim menuju Copa America 2028.
Carlo Ancelotti Pastikan Era Neymar Berakhir
Carlo Ancelotti menegaskan Piala Dunia 2026 menjadi akhir perjalanan sejumlah pemain senior bersama Timnas Brasil. Pelatih asal Italia itu menyebut Neymar, Casemiro, dan Danilo tidak akan lagi menjadi bagian dari skuad nasional.
"Saya pikir Piala Dunia ini mengakhiri generasi pemain yang sangat penting. Dimulai dari Neymar, juga Danilo dan Casemiro, semua pemain yang berusia di atas 30 tahun saat Piala Dunia," kata Ancelotti kepada Globo.
Ia menegaskan fokus Brasil kini beralih pada regenerasi pemain. Menurut mantan pelatih Real Madrid itu, target jangka pendek bukan Piala Dunia 2030, melainkan membangun tim yang mampu bersaing di Copa America 2028.
"Kami akan mencari pemain-pemain baru yang bisa masuk. Saya tidak akan mengatakan khusus untuk Piala Dunia 2030, tetapi mereka harus sudah kompetitif untuk target pertama kami, yaitu Copa America 2028," lanjutnya.
Neymar Akhiri Perjalanan Bersejarah Bersama Brasil
Neymar sebenarnya baru kembali memperkuat Timnas Brasil setelah absen sejak Oktober 2023 akibat cedera betis.
Ia tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia pada laga terakhir fase grup meski kondisinya sempat dipertanyakan karena hanya bermain 15 kali bersama Santos sepanjang musim.
Usai Brasil tersingkir, Neymar mengisyaratkan karier internasionalnya telah berakhir. Pernyataan tersebut kembali ia tegaskan setelah tampil sebagai pemain pengganti saat Santos menang 4-2 atas Universidad Central.
"Saya pikir waktu saya bersama tim nasional sudah berlalu. Saya telah membuat sejarah di sana, dan saya sangat bahagia dengan itu," ujar Neymar seperti dikutip ESPN.
"Saya mengalami banyak hal di sana, memberikan darah dan hidup saya, dan selalu berjuang untuk seragam kuning. Tetapi saya rasa saya tidak ingin lagi."
Pemain berusia 34 tahun itu mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan luar biasa. Neymar mencatat 130 penampilan bersama Timnas Brasil dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Selecao.
Casemiro dan Danilo Tutup Karier Internasional
Selain Neymar, Casemiro dan Danilo juga resmi mengakhiri kiprah mereka bersama Brasil. Keduanya tetap menjadi pilihan utama sepanjang Piala Dunia 2026 meski sudah memasuki usia veteran.
Casemiro yang kini berusia 34 tahun tampil dalam seluruh pertandingan Brasil di turnamen tersebut. Gelandang bertahan itu menutup karier internasionalnya dengan koleksi 91 caps.
Sementara Danilo, yang kini berusia 35 tahun, juga selalu bermain di setiap laga Brasil selama Piala Dunia. Bek serbabisa tersebut mengakhiri pengabdiannya setelah mencatatkan 75 penampilan bersama tim nasional.
Kontribusi keduanya menjadi bagian penting dalam berbagai perjalanan Brasil di turnamen besar selama bertahun-tahun. Namun, Ancelotti menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberi kesempatan kepada generasi berikutnya.
Regenerasi Besar Dimulai, Marquinhos Jadi Penghubung
Meski melakukan perombakan besar, Ancelotti memastikan tidak seluruh pemain senior akan dilepas. Ia masih membutuhkan beberapa sosok berpengalaman untuk menjaga kesinambungan di ruang ganti.
"Saya tidak akan mengatakan akan mengganti seluruh 26 pemain. Kami akan mempertahankan beberapa pemain penting yang bisa melanjutkan pekerjaan kami, seperti Marquinhos," ujar Ancelotti.
Menurutnya, kehadiran pemain senior seperti Marquinhos penting untuk membantu proses adaptasi para pemain muda yang segera menghuni skuad Brasil.
Pengalaman mereka di level internasional diharapkan menjadi fondasi dalam membangun tim baru.
Ancelotti menegaskan perubahan menjadi langkah yang tidak bisa dihindari setelah kegagalan Brasil di Piala Dunia.
Dengan kombinasi pemain muda dan beberapa senior, ia berharap Selecao kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia dalam beberapa tahun ke depan.