JawaPos.com – Dominasi Chelsea di level sepak bola usia muda Inggris memang tak lagi semutlak satu dekade lalu. Pada periode 2010 hingga 2018, tim U-18 The Blues tampil dalam delapan dari sembilan final FA Youth Cup dan berhasil menjuarai tujuh di antaranya.
Akademi Cobham selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu penghasil talenta terbaik di Eropa. Bahkan ketika Chelsea dijatuhi larangan transfer pada awal era Frank Lampard pada 2019, klub tetap mampu mengandalkan pemain-pemain binaan sendiri.
Dua tahun berselang, strategi tersebut membuahkan hasil. Chelsea menjuarai Liga Champions dengan Mason Mount dan Reece James sebagai starter di partai final melawan Manchester City, sementara Callum Hudson-Odoi dan Billy Gilmour turut menghuni bangku cadangan.
Memasuki era baru kepemilikan klub, arah pengembangan akademi memang mengalami perubahan. Banyak lulusan Cobham memilih membangun karier di klub lain, tetapi Chelsea tetap memiliki stok pemain muda berkualitas yang siap menembus tim utama.
Kini, kehadiran Xabi Alonso sebagai pelatih baru membuka peluang bagi generasi terbaru akademi Chelsea untuk menunjukkan kemampuan mereka. Absennya sejumlah pemain senior akibat jadwal internasional maupun cedera membuat para wonderkid memperoleh kesempatan tampil selama pramusim.
Berikut lima pemain muda Chelsea yang berpotensi mencuri perhatian dan menembus skuad utama pada musim 2026/2027.
Olutayo Subuloye
Chelsea sudah memiliki prospek bek tengah menjanjikan dalam diri Josh Acheampong. Kini, perhatian juga mulai mengarah kepada Olutayo Subuloye, bek berusia 18 tahun yang menjadi salah satu dari tujuh pemain akademi yang dibawa mengikuti tur pramusim tim utama.
Subuloye menandatangani kontrak profesional pertamanya pada 2024 sebelum dipercaya menjadi kapten tim U-18 musim lalu. Di bawah kepemimpinannya, Chelsea berhasil menjuarai kompetisi nasional kelompok usia tersebut.
Bek bertubuh jangkung ini dinilai memiliki kematangan bermain di atas rata-rata untuk usianya. Para pelatih akademi Cobham memuji kemampuan atletis, ketenangan saat menguasai bola, serta fleksibilitasnya dalam membangun serangan dari lini belakang.
Chelsea juga memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan bek berkualitas seperti Fikayo Tomori, Marc Guehi, dan Trevoh Chalobah. Karena itu, Subuloye diyakini memiliki peluang besar mengikuti jejak para pendahulunya.
Baca Juga: Milos Kerkez Ungkap Alasan Andoni Iraola Jadi Sosok Tepat Tangani Liverpool
Madhi Nicoll-Jazuli
Jika Arsenal memiliki Max Dowman sebagai fenomena baru, Chelsea juga menyimpan talenta istimewa bernama Madhi Nicoll-Jazuli.
Gelandang berusia 16 tahun itu baru saja berkomitmen untuk melanjutkan kariernya di Stamford Bridge meski diminati sejumlah klub elite Eropa. Ia diperkirakan akan menandatangani kontrak profesional saat berusia 17 tahun pada Januari mendatang.
Nicoll-Jazuli sudah bergabung dengan Chelsea sejak usia delapan tahun. Pada usia 15 tahun, ia mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang pernah menjadi starter Chelsea di UEFA Youth League.
Perannya sangat penting dalam keberhasilan tim U-18 musim lalu. Saat dipromosikan ke level U-21 pun, ia mampu beradaptasi tanpa terlihat kesulitan.
Selain memiliki kemampuan membawa bola yang baik, Nicoll-Jazuli dikenal kuat dalam duel, percaya diri saat menguasai bola, serta mampu dimainkan di beberapa posisi lini tengah. Jika perkembangannya terus berlanjut, bukan tidak mungkin Alonso memberinya kesempatan tampil di kompetisi piala domestik musim ini.
Baca Juga: 6 Wonderkid Liverpool yang Diprediksi Bersinar di Era Andoni Iraola
Reggie Watson
Nama lain yang ikut dalam tur pramusim Chelsea adalah Reggie Watson. Gelandang berusia 16 tahun tersebut sebelumnya mendapat pujian tinggi dari mantan pelatih Chelsea, Liam Rosenior.
Rosenior bahkan menyebut kualitas Watson sebagai sesuatu yang "luar biasa" untuk pemain seusianya. Sayangnya, cedera yang dialami pada April lalu memaksanya mengakhiri musim lebih cepat.
Kini Watson telah pulih sepenuhnya dan berhasil menarik perhatian Alonso selama sesi latihan. Kehadirannya dalam skuad tur menjadi sinyal bahwa staf pelatih melihat potensi besar yang dimilikinya.
Pemain yang baru menandatangani kontrak beasiswa pada Juli ini sebelumnya menimba ilmu di akademi Crystal Palace. Ia bukan hanya piawai mengatur tempo permainan, tetapi juga memiliki teknik tendangan yang sangat baik hingga disebut-sebut sebagai spesialis bola mati.
Kepergian Andrey Santos dari Stamford Bridge juga membuka peluang lebih besar bagi Watson untuk perlahan masuk ke dalam rencana jangka panjang Chelsea di lini tengah.
Baca Juga: 7 Pemain Manchester United yang Perlu Pembuktian di Pramusim Demi Masuk Skuad Utama Michael Carrick
Ryan Kavuma-McQueen
Ryan Kavuma-McQueen menjadi salah satu pemain muda yang paling menarik perhatian Xabi Alonso selama pramusim.
Pemain sayap berusia 17 tahun itu melakoni debut seniornya saat Chelsea mengalahkan Port Vale pada perempat final Piala FA pada April lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chelsea telah kehilangan sejumlah talenta muda seperti Rio Ngumoha, Ryan McAidoo, hingga Tyrique George yang baru saja dijual ke Everton. Karena itu, klub diyakini tidak ingin kembali kehilangan pemain potensial seperti Kavuma-McQueen.
Produktivitasnya juga sangat menjanjikan. Musim lalu ia mencetak 13 gol dari 27 pertandingan di semua kompetisi, termasuk dua gol saat Chelsea U-18 mengalahkan Manchester City 5-1 pada final Kejuaraan Nasional.
Cedera yang dialami Geovany Quenda semakin membuka peluang bagi Kavuma-McQueen untuk memperoleh menit bermain selama pramusim. Jika mampu memanfaatkan kesempatan tersebut, masa depannya bersama tim utama Chelsea bisa semakin terbuka.
Omari Kellyman
Berbeda dengan nama-nama sebelumnya, Omari Kellyman bukan lulusan akademi Cobham. Gelandang serang berusia 20 tahun itu direkrut dari Aston Villa pada 2024 sebelum dipinjamkan ke Cardiff City.
Masa peminjaman tersebut menjadi titik balik kariernya. Kellyman tampil impresif dengan mencetak 11 gol di League One dan membantu Cardiff promosi kembali ke Championship.
Pengalamannya di level senior membuat Kellyman sedikit lebih unggul dibandingkan para pemain akademi Chelsea lainnya. Secara teori, ia memiliki peluang lebih besar untuk langsung masuk dalam rotasi skuad Xabi Alonso musim depan.
Meski peluang dipinjamkan kembali masih terbuka, performanya selama tur pramusim diyakini akan menjadi penentu apakah ia dipertahankan sebagai bagian dari skuad utama atau kembali mencari menit bermain di klub lain.