JawaPos.com - Jurgen Klopp belum memimpin satu pertandingan pun bersama Timnas Jerman. Tapi dia sudah mengeluarkan peringatan tegas kepada media.
Pelatih berusia 59 tahun itu menegaskan siap mengundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih timnas Jerman apabila privasi keluarganya tidak dihormati. Pernyataan Jurgen Klopp tersebut disampaikan saat konferensi pers perkenalan sebagai pelatih baru Die Mannschaft pada Jumat (24/7).
Jurgen Klopp resmi ditunjuk menggantikan Julian Nagelsmann, yang meninggalkan kursi pelatih setelah timnas Jerman tersingkir lewat adu penalti dari Paraguay di Piala Dunia 2026. Penunjukan ini menandai kembalinya Klopp ke dunia kepelatihan penuh waktu setelah sebelumnya mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya bersama Liverpool.
Baca Juga: Pep Guardiola Tolak Tawaran Latih Timnas Italia, Pilih Rehat dari Dunia Sepak Bola
Klopp Tak Ragu Tinggalkan Jerman
Melansir ESPN, dalam konferensi pers yang berlangsung lebih dari 45 menit, Klopp menjelaskan keputusan menerima pekerjaan ini didasari rasa bangga membela negara. Bukan karena merasa harus segera kembali melatih.
Namun, dia juga memberikan batasan yang sangat jelas kepada media. "Jika sewaktu-waktu kalian semua berpikir tidak cukup hanya satu atau dua orang yang merasa seperti ini, bahwa saya harus pergi, saya akan pergi tanpa pesangon," kata tandas Klopp.
"Jika kau mengganggu keluargaku dan tidak membiarkan mereka tenang, aku akan pergi," ucap dia.
Klopp mengaku telah melihat bagaimana sorotan media terhadap Julian Nagelsmann maupun Thomas Tuchel selama menangani tim nasional dan klub. "Saya sudah melihat apa yang terjadi dengan Julian (Nagelsmann) dan (Thomas) Tuchel. Saya tahu situasinya lebih buruk di negara lain," ungkap dia.
Siap Dikritik, Asal Bukan Keluarganya
Klopp menegaskan dirinya tidak anti kritik. Dia justru mempersilakan media menilai setiap keputusan dan hasil yang diraihnya bersama Timnas Jerman.
"Hanya ini yang saya minta: Kritiklah saya, baik itu berhasil atau tidak berhasil. Kamu tidak perlu terlalu memujiku ketika berhasil. Itu seharusnya sudah sewajarnya. Jika tidak berhasil, aku lebih dari bersedia untuk memperbaikinya," papar Klopp.
Menurut Klopp, semua kritik terhadap pekerjaannya adalah bagian dari profesinya. Namun, dia tidak ingin keluarganya ikut menjadi sasaran pemberitaan.
Akan Lebih Menghargai Kepentingan Tim
Selama bertahun-tahun, Klopp dikenal sebagai salah satu pelatih yang paling vokal mengkritik padatnya kalender pertandingan internasional. Kini, setelah menjadi pelatih tim nasional, ia berjanji akan lebih menghargai kondisi pemain dan mendengarkan masukan dari pelatih klub.
"Jika seseorang berkata Anda tidak bisa memanggilnya karena dia sudah bermain dalam empat pertandingan berturut-turut, saya akan berkata baiklah. Saya tidak akan berjuang mati-matian untuk pemain itu. Saya akan mendengarkan pelatih klub," ungkap Klopp.
Baca Juga: Mulai Malam Ini! Simak Jadwal Piala AFF 2026, Pembagian Grup, dan Format ASEAN Championship 2026
Klopp juga yakin metode kepelatihannya tetap bisa diterapkan meski memiliki waktu latihan yang jauh lebih sedikit dibanding saat menangani klub. Dia mengaku tidak khawatir harus bekerja dengan jadwal yang lebih singkat.
"Pekerjaan sebenarnya di lapangan adalah sesuatu yang tidak bisa Anda ubah. Tentu saja, itu akan jauh lebih sedikit daripada di klub, tetapi saya rasa saya tidak akan terlalu merindukannya," ungkap Klopp.
Klopp telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dan akan memimpin Jerman menuju Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Baca Juga: 5 Pemain Arsenal yang Wajib Bersinar di Pramusim untuk Amankan Tempat di Skuad Mikel Arteta