← Beranda
Mengapa Lagu Kebangsaan Spanyol Tanpa Lirik? Ini 4 Alasan Marcha Real Hanya Instrumental
Andre Rizal HanafiKamis, 25 Juni 2026 | 07.07 WIB
Starting XI timnas Spanyol saat ditahan imbang Tanjung Verde. (X.com/@SEFutbol)

 

JawaPos.com - Spanyol menjadi salah satu negara yang memiliki keunikan tersendiri dalam hal lagu kebangsaan. Jika sebagian besar negara memiliki lagu kebangsaan yang lengkap dengan lirik untuk dinyanyikan saat acara resmi maupun pertandingan olahraga, Spanyol justru berbeda.

Lagu kebangsaan negara tersebut, Marcha Real, hanya berupa musik instrumental tanpa lirik resmi. Kondisi ini membuat para atlet, pemain sepak bola, hingga pejabat negara hanya berdiri mengikuti irama musik ketika lagu kebangsaan diperdengarkan.

Keunikan ini bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor sejarah, politik, dan sosial yang membuat Marcha Real tetap bertahan sebagai lagu kebangsaan tanpa syair hingga saat ini.

Baca Juga: Belajar dari FIFA di Miami, Marc Klok Siapkan Langkah Baru Setelah Pensiun

Berawal dari Mars Militer

Salah satu alasan utama adalah asal-usul Marcha Real yang memang sejak awal diciptakan sebagai musik mars militer. Lagu ini sudah digunakan sejak abad ke-18 dan dikenal sebagai salah satu lagu kebangsaan tertua di Eropa.

Karena sejak awal tidak dirancang sebagai lagu dengan syair, tradisi instrumental tersebut terus dipertahankan hingga sekarang.

Sulit Mewakili Keberagaman Spanyol

Spanyol merupakan negara yang memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat besar. Selain bahasa Spanyol atau Kastilia, terdapat bahasa lain yang digunakan secara luas seperti Katalan, Basque, dan Galicia.

Baca Juga: Norwegia dan Palestina: Dari Perjanjian Oslo hingga Dukungan Suporter di Stadion Sepak Bola

Kondisi tersebut membuat upaya menyusun lirik yang dianggap mewakili seluruh masyarakat menjadi tantangan tersendiri. 

Setiap pilihan bahasa berpotensi memunculkan perdebatan mengenai representasi identitas nasional.

Bayang-Bayang Masa Kediktatoran Franco

Marcha Real sebenarnya pernah memiliki lirik pada masa pemerintahan Jenderal Francisco Franco. Namun lirik tersebut sangat erat dikaitkan dengan rezim kediktatoran yang berkuasa saat itu.

Setelah era Franco berakhir dan Spanyol memasuki masa demokrasi, lirik tersebut tidak lagi digunakan. Banyak kalangan menilai penggunaan kembali syair lama dapat menghidupkan kembali memori politik yang sensitif bagi masyarakat.

Berulang Kali Gagal Mencapai Kesepakatan

Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai upaya untuk menciptakan lirik baru sebenarnya pernah dilakukan. 

Sejumlah kompetisi dan proposal penyusunan syair sempat diajukan dengan tujuan memberikan versi resmi yang dapat dinyanyikan.

Baca Juga: Beda Nasib Jude Bellingham dan Miguel Almiron saat Tutup Mulut, Gelandang Timnas Inggris Selamat dari Kartu Merah

Namun setiap usulan selalu menghadapi kritik atau penolakan, baik dari parlemen maupun masyarakat. Sebagian menilai lirik yang diajukan kurang mewakili seluruh warga Spanyol, sementara yang lain lebih memilih mempertahankan tradisi instrumental yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Hingga kini, Marcha Real tetap menjadi salah satu dari sedikit lagu kebangsaan di dunia yang tidak memiliki lirik resmi. 

Meski hanya berupa alunan musik, lagu tersebut tetap menjadi simbol persatuan dan identitas nasional Spanyol dalam berbagai acara kenegaraan maupun ajang olahraga internasional.

Baca Juga: Dari Pekerja Perkebunan Kakao ke Timnas Ghana, Kisah Benjamin Asare yang Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah