JawaPos.com - Kiper muda berdarah Indonesia-Belanda, Dani van den Heuvel, resmi berpisah dengan Club Brugge setelah kontraknya berakhir pada musim panas 2026.
Keputusan tersebut diumumkan klub asal Belgia itu melalui daftar pemain yang tidak lagi menjadi bagian skuad untuk musim depan.
Dani memilih tidak memperpanjang masa baktinya bersama Club Brugge karena ingin mendapatkan kesempatan bermain yang lebih konsisten sebagai kiper utama.
Di usia yang baru menginjak 23 tahun, ia merasa membutuhkan klub yang mampu memberikan menit bermain reguler demi melanjutkan perkembangan kariernya.
Keputusan tersebut cukup masuk akal mengingat seorang penjaga gawang membutuhkan jam terbang yang tinggi untuk terus berkembang. Meski berada di salah satu klub terbesar Belgia, peluang tampil secara reguler masih menjadi tantangan tersendiri bagi Dani.
Sepanjang musim 2025/2026, Dani mencatatkan 10 penampilan bersama tim utama Club Brugge di kompetisi domestik.
Baca Juga: Arsenal Mulai Cari Pengganti Gabriel Jesus, Striker Muda Club Brugge Masuk Radar
Selain itu, ia juga sempat merasakan atmosfer kompetisi tertinggi Eropa saat tampil satu kali di ajang Liga Champions, termasuk ketika menghadapi Arsenal.
Musim tersebut menjadi periode penting dalam perjalanan kariernya. Setelah sebelumnya menimba ilmu di akademi Ajax dan Leeds United, Dani akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di level senior bersama Club Brugge. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk melangkah ke tantangan berikutnya.
Lahir di Delft, Belanda, pada 28 Mei 2003, Dani memiliki tinggi badan 1,88 meter dan dikenal sebagai kiper yang cukup kuat dalam duel udara serta memiliki distribusi bola yang baik. Ia juga pernah memperkuat berbagai kelompok usia Timnas Belanda mulai dari U-15 hingga U-21.
Karier mudanya dimulai bersama ADO Den Haag sebelum bergabung dengan akademi Ajax pada 2017.
Tiga tahun kemudian, ia melanjutkan perkembangan karier di Leeds United sebelum akhirnya direkrut Club Brugge pada Agustus 2024.
Selama berseragam Club Brugge, Dani turut merasakan kesuksesan klub yang mampu meraih gelar juara Liga Belgia dan Piala Belgia. Meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama, keberadaannya tetap menjadi bagian dari skuad yang meraih prestasi tersebut.
Kini statusnya sebagai pemain bebas transfer membuat namanya mulai menarik perhatian sejumlah klub yang membutuhkan tambahan kualitas di bawah mistar.
Dengan usia yang masih muda untuk ukuran seorang penjaga gawang, peluang Dani untuk mendapatkan klub baru yang menawarkan peran lebih besar masih terbuka lebar.
Langkah berikutnya tentu akan menjadi salah satu keputusan penting dalam kariernya. Jika mampu menemukan klub yang tepat dan mendapatkan menit bermain secara rutin, bukan tidak mungkin nilai pasarnya akan terus meningkat dalam beberapa musim ke depan.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan Dani juga menarik untuk diikuti. Selain memiliki darah Indonesia, ia merupakan salah satu pemain muda yang meniti karier di level kompetisi Eropa dan berpotensi terus berkembang apabila mendapatkan kesempatan bermain yang lebih besar di masa mendatang.