← Beranda
Dari FIFA Matchday hingga Piala Dunia, Ini Daftar Bobot Poin yang Tentukan Ranking FIFA
Andre Rizal HanafiKamis, 4 Juni 2026 | 18.11 WIB
ilustrasi wasit. (FIFA)

 

JawaPos.com - Ranking FIFA menjadi salah satu tolok ukur kekuatan tim nasional di dunia. Posisi sebuah negara dalam daftar ranking tersebut tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga dipengaruhi oleh bobot kompetisi yang dijalani.

Masih banyak pencinta sepak bola yang mengira setiap kemenangan akan memberikan tambahan poin yang sama. 

Faktanya, FIFA menerapkan sistem pengali atau bobot pertandingan yang berbeda-beda sesuai tingkat pentingnya sebuah kompetisi.

Baca Juga: Tak Semua Perjalanan Berakhir Indah! Persija Jakarta Resmi Berpisah dengan Allano Lima

Dalam sistem perhitungan ranking FIFA, pertandingan persahabatan atau friendly match memiliki bobot paling rendah. Laga persahabatan yang dimainkan di luar kalender resmi FIFA Matchday hanya memiliki bobot 5. Sementara pertandingan persahabatan yang masuk kalender FIFA Matchday memiliki bobot 10.

Perbedaan bobot ini membuat kemenangan dalam laga uji coba tidak memberikan tambahan poin sebesar pertandingan resmi. 

Karena itu, perubahan ranking setelah FIFA Matchday biasanya tidak terlalu signifikan dibandingkan turnamen atau kualifikasi.

Baca Juga: Persis Solo Lepas Bruno Gomes, Bali United dan Persik Kediri Dikabarkan Siap Merekrutnya

Untuk kompetisi yang lebih kompetitif, FIFA memberikan bobot lebih tinggi. Pertandingan UEFA Nations League fase grup hingga babak 16 besar memiliki bobot 15, sedangkan semifinal hingga final bernilai 25.

Sementara itu, pertandingan Kualifikasi Piala Dunia maupun Kualifikasi Piala Asia mendapatkan bobot 25. Inilah alasan mengapa kemenangan atau kekalahan pada fase kualifikasi sering menghasilkan perubahan poin yang cukup besar dalam ranking FIFA.

Di level turnamen benua, nilai bobot kembali meningkat. Piala Asia, Euro, Gold Cup, hingga Piala Afrika memiliki bobot 35 untuk fase grup hingga babak 16 besar. Ketika memasuki perempat final hingga partai final, bobotnya naik menjadi 45.

Piala Dunia tetap menjadi kompetisi dengan nilai tertinggi dalam sistem ranking FIFA. Fase grup hingga babak 16 besar memiliki bobot 50, sedangkan perempat final hingga final mendapatkan bobot 60. Angka tersebut menjadi bobot terbesar yang digunakan FIFA dalam perhitungan ranking dunia.

Menariknya, turnamen regional seperti Piala AFF tetap masuk dalam perhitungan ranking FIFA meskipun sering berlangsung di luar kalender FIFA Matchday. 

Namun statusnya dihitung sebagai pertandingan persahabatan di luar kalender resmi sehingga hanya memiliki bobot 5.

Baca Juga: 7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya

Dengan memahami sistem ini, publik bisa lebih mudah mengetahui mengapa posisi Timnas Indonesia terkadang mengalami kenaikan atau penurunan yang cukup besar setelah menjalani laga tertentu. 

Semakin tinggi level kompetisi yang dimainkan, semakin besar pula dampaknya terhadap perolehan poin ranking FIFA.

EDITOR: Banu Adikara