← Beranda
PSG Punya Taktik Rahasia untuk Kalahkan Arsenal di Final Liga Champions
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 31 Mei 2026 | 00.39 WIB
Pelatih Luis Enrique sebut Paris Saint-Germain tim terbaik. (@PSG_inside/X)

 

JawaPos.com - Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal diprediksi akan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola yang berbeda.

Di satu sisi ada Arsenal dengan pertahanan kokoh dan kekuatan bola mati yang luar biasa, sementara di sisi lain PSG datang dengan permainan menyerang cepat dan dinamis yang menjadi ciri khas tim asuhan Luis Enrique.

Jelang laga di Budapest, perhatian tertuju pada kemungkinan adanya strategi khusus yang kembali disiapkan Enrique untuk menghadapi The Gunners. Pelatih asal Spanyol itu memang dikenal gemar melakukan penyesuaian taktik yang sering kali sulit ditebak lawan.

Baca Juga: Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?

Sepanjang masa kepemimpinanannya di PSG, Enrique beberapa kali memperlihatkan pendekatan yang tidak biasa. Salah satunya adalah kebiasaan timnya mengirim bola keluar lapangan segera setelah kick-off demi menciptakan situasi pressing yang lebih terorganisir sejak awal pertandingan.

Musim ini, pola tersebut cukup sering terlihat. PSG tercatat beberapa kali sengaja mengarahkan bola keluar lapangan untuk memulai tekanan mereka dari area tertentu yang telah dirancang sebelumnya.

Namun strategi yang paling menarik muncul pada leg kedua semifinal Liga Champions melawan Bayern Munich.

Baca Juga: Jadwal Final Liga Champions PSG vs Arsenal, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raja Eropa Musim Ini?

Taktik yang Sukses Membatasi Bayern Munich

Melansir Metro Sport, dalam pertandingan tersebut, kiper PSG Matvey Safonov beberapa kali mengirim tendangan gawang langsung keluar lapangan. Secara statistik, akurasi umpannya memang terlihat rendah, tetapi hal itu tampaknya merupakan bagian dari rencana yang telah disusun sebelumnya.

Alih-alih mencoba membangun serangan dari belakang, PSG memilih menciptakan situasi lemparan ke dalam di area yang sudah mereka targetkan. Dengan cara itu, para pemain PSG dapat langsung menutup ruang dan melakukan tekanan secara kolektif.

Strategi tersebut juga mengurangi risiko kalah duel udara dari tendangan gawang serta menjaga struktur tim tetap rapi ketika memasuki fase menekan lawan.

Hasilnya cukup efektif. Bayern kesulitan mengembangkan permainan di area yang mereka inginkan, termasuk ketika berusaha memanfaatkan kecepatan serangan balik.

Luis Enrique sendiri enggan mengungkap terlalu banyak detail mengenai pendekatan tersebut.

"Yang penting adalah semua pendukung ingin melihat PSG menang."

"Mereka tidak ingin tahu bagaimana cara bermain. Mereka menyukai cara kami bermain dan, setelah setiap pertandingan, kami membicarakan detailnya. Tapi saya tidak berniat memberikan informasi kepada lawan."

Baca Juga: Kabar Cedera Dembele Jelang Final Liga Champions PSG vs Arsenal

Bisakah PSG Meredam Bukayo Saka?

Jika strategi tersebut kembali digunakan di final, salah satu target utama PSG kemungkinan adalah Bukayo Saka.

Winger Arsenal itu kembali tampil tajam setelah pulih dari cedera tendon Achilles. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Saka kembali menjadi salah satu sumber ancaman terbesar Arsenal dengan kontribusi gol dan assist yang krusial.

PSG diyakini akan berusaha membatasi ruang gerak pemain internasional Inggris tersebut, sama seperti yang mereka lakukan terhadap Michael Olise saat menghadapi Bayern.

Dengan memaksa permainan bergerak ke area tertentu dan mempersempit ruang di sisi lapangan, PSG berharap dapat mengurangi pengaruh Saka dalam membangun serangan Arsenal.

Meski demikian, Arsenal memiliki sejumlah pemain yang cukup nyaman menghadapi tekanan tinggi. Nama seperti Myles Lewis-Skelly dan Martin Zubimendi dinilai mampu membantu tim keluar dari tekanan berkat kemampuan mereka dalam menguasai bola dan menjaga distribusi permainan tetap lancar.

Keberadaan pemain-pemain seperti itu bisa menjadi kunci jika PSG benar-benar menerapkan pressing agresif sejak awal pertandingan.

Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis

Arsenal Punya Cara Membalas

Meski PSG memiliki rencana khusus, Arsenal juga datang dengan senjata yang tak kalah berbahaya.

Kehebatan The Gunners dalam situasi bola mati telah menjadi salah satu cerita terbesar musim ini. Mereka mencetak 25 gol dari bola mati, termasuk 19 gol dari sepak pojok, yang menjadi rekor baru di Liga Premier.

Situasi ini membuat perhatian juga tertuju kepada Matvey Safonov. Kiper asal Rusia tersebut dianggap sebagai salah satu area yang berpotensi dieksploitasi Arsenal.

Mantan kiper Arsenal, Graham Stack, menilai Safonov masih menunjukkan sejumlah kelemahan ketika menghadapi umpan silang dan tekanan di dalam kotak penalti.

"Ada beberapa momen selama dua leg melawan Bayern di mana dia menunjukkan tanda-tanda kerentanan, terutama ketika bola-bola masuk ke dalam kotak penalti."

"Saya rasa dia punya potensi melakukan kesalahan. Dari apa yang saya lihat, saya pikir dia adalah salah satu pemain terlemah di grup itu. Jika saya adalah Arsenal, saya akan memberinya tekanan berat, terutama dari bola mati, yang mana Arsenal sangat, sangat jago dalam hal itu."

Menurut Stack, Arsenal harus terus mengirim bola ke area berbahaya dan memaksa Safonov mengambil keputusan di bawah tekanan.

"Jadi, saat bola berada di dalam kotak penalti, ketika dia berada di bawah tekanan, dari apa yang saya lihat, dia terlihat sangat, sangat rentan."

"Secara fisik, dia juga tidak memiliki postur yang mengesankan. Saat saya melihatnya, dia tampak cukup kurus, agak jangkung, dan sedikit lemah. Dan sepertinya dia tidak memiliki kehadiran yang kuat di gawang."

"Jadi saya pasti akan mencoba mengisolasi dia dan memberinya tekanan dari bola mati, dan mengirimkan bola ke dalam kotak penalti sebanyak mungkin."

Pada akhirnya, final Liga Champions ini berpotensi menjadi duel strategi yang sangat menarik. PSG mungkin memiliki taktik rahasia untuk membatasi kekuatan Arsenal, tetapi The Gunners juga memiliki senjata yang terbukti efektif sepanjang musim. 

Pertarungan antara pressing agresif PSG dan keunggulan bola mati Arsenal bisa menjadi faktor yang menentukan siapa yang akan mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa.

EDITOR: Banu Adikara