← Beranda
Skandal Mengejutkan Sepak Bola Wanita: Eks Pelatih Tim Liga Ceko Dijatuhi Sanksi Seumur Hidup
Andre Rizal Hanafi• Kamis, 21 Mei 2026 | 16.58 WIB
FC Slovacko Women. (facebook)

 

JawaPos.com - Skandal besar kembali mengguncang dunia sepak bola wanita Eropa setelah UEFA menjatuhkan hukuman larangan seumur hidup kepada mantan pelatih FC Slovacko Women, Petr Vlachovsky. 

Sanksi berat ini diberikan setelah dirinya terbukti melakukan tindakan tidak pantas dengan merekam para pemain di ruang ganti tanpa izin.

Kasus ini pertama kali terungkap melalui laporan media The Athletic menyebutkan bahwa Vlachovsky menggunakan kamera tersembunyi yang disimpan di dalam tas untuk merekam aktivitas para pemain.

Baca Juga: Florentino Perez Ungkit Lagi Kasus Negreira, Ancam Lapor ke UEFA

Aksi tersebut diduga berlangsung selama beberapa tahun, yakni antara 2019 hingga 2023, dengan total sekitar 15 pemain menjadi korban, termasuk pemain yang masih berusia 17 tahun.

Rekaman tersebut dilakukan di ruang ganti sebelum dan sesudah sesi latihan, yang jelas melanggar privasi serta etika profesional dalam dunia olahraga.

Setelah kasus ini mencuat, Vlachovsky akhirnya ditangkap pada 2023 dan proses hukum mulai berjalan di Republik Ceko.

Pengadilan sipil di Ceko kemudian memutuskan agar pelaku membayar ganti rugi sebesar 20.000 CZK atau sekitar Rp 16,8 juta kepada 13 pemain yang terdampak.

Baca Juga: Arsenal Punya PR di London! UEFA Klarifikasi Penalti Batal Kontra Atletico Madrid, Tinggi Rumput Jadi Masalah

Sementara itu, pada Mei 2025, pengadilan setempat menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dengan penangguhan, serta larangan melatih di dalam negeri selama lima tahun.

Namun, sanksi tidak berhenti di situ. UEFA kemudian mengambil langkah lebih tegas dengan menjatuhkan larangan seumur hidup bagi Vlachovsky untuk beraktivitas di bawah naungan organisasi sepak bola Eropa tersebut. UEFA menilai tindakan yang dilakukan sangat serius dan mencederai nilai-nilai olahraga.

Tidak hanya itu, UEFA juga disebut telah meminta FIFA untuk memperluas hukuman agar berlaku secara global, sehingga Vlachovsky tidak dapat kembali terlibat dalam dunia sepak bola di tingkat mana pun.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi dunia olahraga tentang pentingnya perlindungan pemain, terutama di level sepak bola wanita. 

Federasi dan klub diharapkan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

EDITOR: Edi Yulianto