JawaPos.com - Chelsea akhirnya resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer baru mereka dengan kontrak berdurasi empat tahun. Mantan pelatih Bayer Leverkusen dan Real Madrid itu dipercaya untuk membawa stabilitas jangka panjang ke Stamford Bridge setelah periode penuh kekacauan dalam beberapa musim terakhir.
Pelatih asal Spanyol berusia 44 tahun tersebut akan mulai bekerja di Chelsea pada 1 Juli. Xabi Alonso menggantikan Liam Rosenior yang dipecat hanya tiga bulan setelah ditunjuk, serta mengakhiri masa tugas pelatih interim Calum McFarlane.
Situasi yang diwarisi Xabi Alonso jelas tidak ideal. Kekalahan 1-0 dari Manchester City di final Piala FA akhir pekan lalu membuat Chelsea nyaris dipastikan gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan. Saat ini The Blues masih tertahan di posisi kesembilan klasemen Liga Premier dengan hanya dua laga tersisa.
Baca Juga: Xabi Alonso Ungkap Ambisi Chelsea di Musim Depan
Meski pihak BlueCo memberikan jabatan manajer kepada Alonso dan bukan sekadar pelatih kepala, pekerjaan yang menunggunya tetap terasa sangat berat. Melansir West London Sport, ada setidaknya empat masalah besar yang langsung harus dihadapi sejak hari pertama.
1. Memperbaiki Hubungan dengan Fans yang Sudah Kehilangan Kesabaran
Atmosfer di sekitar Stamford Bridge sedang tidak sehat. Para pendukung Chelsea mulai kehilangan kepercayaan terhadap arah klub setelah terlalu sering melihat pergantian pelatih tanpa hasil yang jelas.
Alonso menjadi penunjukan permanen kelima di era kepemilikan BlueCo setelah Graham Potter, Mauricio Pochettino, Enzo Maresca, dan Liam Rosenior. Tidak heran jika banyak fans mulai lelah dengan proyek yang terasa terus berganti arah.
Baca Juga: Steven Gerrard Kecewa Liverpool Melewatkan Reuni dengan Xabi Alonso
Nama besar Alonso memang masih punya daya tarik tersendiri. Karier bermain yang luar biasa ditambah keberhasilannya membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga tanpa terkalahkan membuat banyak orang tetap penasaran dengan potensinya.
Namun reputasi saja tidak akan cukup. Dia harus segera memberikan identitas permainan yang jelas agar hubungan dengan suporter bisa kembali membaik.
2. Skuad Terlalu Gemuk Tanpa Kompetisi Eropa
Ini mungkin jadi salah satu masalah paling rumit. Chelsea membangun skuad besar dengan asumsi mereka akan bermain di banyak kompetisi, termasuk Eropa. Masalahnya, tanpa jadwal tambahan di tengah pekan musim depan, Alonso akan kesulitan membagi menit bermain untuk semua pemain.
Akan ada banyak pemain mahal yang berpotensi lebih sering duduk di bangku cadangan. Situasi seperti ini bisa dengan cepat menciptakan ketidakpuasan di ruang ganti.
Karena itu, perampingan skuad kemungkinan besar menjadi agenda utama Chelsea di bursa transfer musim panas nanti. Alonso dan jajaran direktur olahraga harus berani mengambil keputusan besar demi menjaga keseimbangan tim.
3. Harus Beradaptasi dengan Sistem Transfer Chelsea yang Rumit
Meski kini menyandang status manajer, Alonso tetap tidak akan punya kuasa penuh dalam urusan transfer. Chelsea masih menjalankan sistem perekrutan berbasis kolaborasi dengan banyak figur penting di belakang layar. Nama-nama seperti Paul Winstanley, Laurence Stewart, Joe Shields, Sam Jewell, hingga David Fallows tetap memiliki pengaruh besar dalam proses transfer.
Baca Juga: Ribuan Bobotoh Padati Flyover Pasupati Rayakan Kemenangan Persib atas PSM
Artinya, Alonso harus mampu menemukan titik tengah antara kebutuhan taktisnya dengan pendekatan berbasis data yang digunakan klub selama ini. Kalau komunikasi tidak berjalan mulus, Chelsea berisiko kembali menjalani bursa transfer yang kacau seperti beberapa musim terakhir: membeli banyak pemain tanpa arah yang benar-benar jelas.
4. Membuktikan Diri Lagi Setelah Pengalaman Buruk di Real Madrid
Sebelum datang ke Chelsea, karir kepelatihan Alonso sebenarnya sedang berada di puncak. Dia sukses besar bersama Bayer Leverkusen dan dianggap sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa.
Namun petualangannya di Real Madrid justru berjalan mengecewakan. Alonso meninggalkan Bernabeu lewat kesepakatan bersama hanya beberapa bulan setelah ditunjuk.
Untuk pertama kalinya dalam karir manajerialnya, Alonso datang ke klub baru dengan tekanan untuk membuktikan dirinya lagi. Dia tidak hanya harus membangun ulang Chelsea yang sedang berantakan, tetapi juga memulihkan reputasinya sendiri.
Tantangan mentalnya jelas tidak kecil. Stamford Bridge bukan tempat yang ramah bagi pelatih yang butuh waktu panjang. Jika hasil buruk datang terlalu cepat, tekanan dari media dan suporter bisa langsung meningkat drastis.
Chelsea mungkin baru saja mendapatkan salah satu nama pelatih paling menarik di Eropa. Namun, seperti yang sudah sering terjadi di klub London Barat itu, nama besar saja tidak akan menjamin segalanya berjalan mulus.
Baca Juga: Macan Kemayoran Muda Tunjukkan Taringnya! Persija Jakarta U-20 Rebut Gelar Juara EPA U-20 2025/2026