← Beranda
Jamie Carragher Buka Suara Soal Rumor Xabi Alonso Jadi Pelatih Chelsea
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 16 Mei 2026 | 23.12 WIB
Xabi Alonso dirumorkan menjadi pelatih Chelsea. (ig @xabialonso)

 

JawaPos.com - Rumor kedatangan Xabi Alonso ke Chelsea mulai memancing banyak reaksi, termasuk dari legenda Liverpool, Jamie Carragher. Mantan bek The Reds itu mengaku punya perasaan campur aduk jika Alonso benar-benar mengambil alih kursi pelatih di Stamford Bridge.

Di satu sisi, Chelsea adalah rival langsung Liverpool. Namun di sisi lain, hubungan dekatnya dengan Xabi Alonso membuat Carragher sulit bersikap sepenuhnya netral.

Carragher dan Xabi Alonso memang pernah menjadi bagian dari generasi emas Liverpool yang menjuarai Liga Champions bersama di Anfield. Pelatih asal Spanyol itu masih menganggur setelah meninggalkan Real Madrid, kini disebut sebagai kandidat kuat pengganti Liam Rosenior di Chelsea.

Baca Juga: Diving Alexis Mac Allister Bikin Arne Slot dan Jamie Carragher Naik Darah

Carragher: Saya Mungkin Akan Mendukung Chelsea

Melansir Liverpool Echo, berbicara kepada Sky Sports, Carragher mengakui bahwa faktor persahabatan membuatnya berharap Alonso bisa sukses jika benar melatih Chelsea.

”Jika dia mendapatkan pekerjaan itu, saya mungkin akan lebih menginginkan Chelsea menang daripada biasanya karena dia adalah mantan rekan satu tim saya. Kita lihat saja apakah Xabi mendapatkan pekerjaan itu, dan apakah dia akan tampil bagus musim depan,” kata Carragher.

Komentar tersebut tentu cukup menarik, mengingat rivalitas panjang antara Liverpool dan Chelsea dalam dua dekade terakhir. Tetapi untuk Carragher, hubungan personal dengan Alonso tampaknya lebih besar daripada sekadar rivalitas klub.

Baca Juga: Arne Slot Ungkap Kondisi Terkini Alexander Isak Jelang Laga Krusial Liverpool

Carragher Sindir Tekanan pada Liverpool

Dalam kesempatan yang sama, Carragher juga menyinggung situasi di Liverpool terkait masa depan Arne Slot. Dia merasa Liverpool sebaiknya tidak terburu-buru membuat perubahan besar hanya karena tekanan dari sebagian fans dan media.

”Itu mungkin langkah brilian musim depan dengan tidak mendengarkan tekanan dari para pendukung dan tetap mempertahankan manajer (Arne Slot) yang sudah memenangkan Liga Primer,” ungkap Carragher.

Musim Liverpool memang berjalan cukup sulit, tetapi Slot masih diyakini akan tetap bertahan untuk musim depan. Dia sudah memberikan sinyal kuat akan tetap menjadi manajer Liverpool musim depan.

”Saya rasa saya tidak memutuskan itu sendirian. Saya memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa saya akan menjadi manajer Liverpool musim depan. Pertama, saya terikat kontrak dengan klub ini, dan kedua, berdasarkan semua pembicaraan yang sedang kami lakukan,” ujar Slot ketika ditanya soal masa depannya.

”Rencana telah dibuat dan pembicaraan telah berlangsung antara klub dan pemain baru, dan saya terlibat dalam hal itu, jika itu yang ingin Anda ketahui,” Imbuh dia.

Pernyataan itu seolah menjadi jawaban atas rumor yang mulai mengaitkan Liverpool dengan sejumlah pelatih lain, termasuk Alonso.

Baca Juga: Arne Slot Akui Liverpool dalam Bahaya Gagal ke Liga Champions Usai Dibantai Aston Villa

Slot Pahami Kritik di Era Modern

Slot juga mengakui bahwa tekanan besar terhadap pelatih adalah bagian dari sepak bola modern, terutama ketika hasil tim tidak berjalan sesuai harapan.

”Jika seorang manajer atau klub tidak menjalani musim terbaik mereka, selalu ada perdebatan tentang hal itu. Ini bukan hanya terjadi di Liverpool. Ini terjadi di seluruh dunia. Itulah realitas baru dalam sepak bola,” papar Slot.

Menariknya, Slot menyinggung bagaimana media sosial membuat kritik terhadap pelatih kini jauh lebih terbuka dibanding masa lalu.

Baca Juga: Prediksi Juventus vs Fiorentina 17 Mei 2026: Vlahovic Siap Bawa Bianconeri Menang

”Di zaman modern ini, semua orang bisa menyampaikan pendapatnya. Hal ini terjadi 10-15 tahun yang lalu, tetapi saat itu Anda melakukannya di pub dan tidak semua orang mendengarnya, ucap Slot.

Sementara itu, rumor soal Xabi Alonso ke Chelsea masih terus berkembang. Dan jika benar terjadi, Premier League musim depan bakal terasa jauh lebih menarik.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah