JawaPos.com - Jose Mourinho dilaporkan semakin dekat untuk kembali menangani Real Madrid. Setelah beberapa bulan terakhir terus dikaitkan dengan Santiago Bernabeu, kini muncul laporan bahwa pelatih asal Portugal itu hampir resmi ditunjuk sebagai manajer baru Los Blancos.
Mourinho saat ini masih menangani Benfica, tetapi berbagai sumber di Spanyol dan Inggris menyebut proses negosiasi dengan Real Madrid sudah memasuki tahap akhir.
Situasi ini muncul di tengah tekanan besar yang dialami Alvaro Arbeloa. Pelatih muda tersebut kesulitan membawa Madrid tampil konsisten setelah menggantikan Xabi Alonso di awal tahun ini.
Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Real Oviedo: Ada Pro-Kontra Mourinho, Florentino Perez Menolak Mundur
Musim tanpa trofi untuk tahun kedua beruntun membuat posisi Arbeloa semakin sulit dipertahankan. Selain hasil yang mengecewakan, Madrid juga disebut menghadapi masalah serius di ruang ganti yang mulai kehilangan keseimbangan dan kontrol internal.
Karena itulah, Florentino Perez disebut melihat Mourinho sebagai sosok yang tepat untuk mengembalikan disiplin dan otoritas di dalam tim.
Mourinho bukan nama asing bagi publik Bernabeu. Ia pernah melatih Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013 dan dikenal sebagai salah satu pelatih yang mampu membawa Madrid bersaing keras melawan Barcelona era Pep Guardiola. Kini, hubungan keduanya dikabarkan kembali menghangat.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Bantah Kabar Pemain Real Madrid Susah Diatur
Melansir Football365, laporan terbaru menyebut Mourinho akan segera “dinobatkan” sebagai manajer baru Real Madrid. Presiden klub Florentino Perez disebut menjadi kekuatan utama di balik rencana reuni tersebut.
Meski begitu, masih ada beberapa detail yang perlu diselesaikan sebelum pengumuman resmi dilakukan. Mourinho masih terikat kontrak bersama Benfica hingga musim panas 2027, meski diyakini tidak akan ada hambatan besar dalam proses negosiasi antar klub.
Salah satu hal paling menarik yang mulai terungkap adalah isi kesepakatan awal antara Mourinho dan Real Madrid.
Disebutkan bahwa kedua pihak pada prinsipnya sudah sepakat untuk menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Pengumuman resmi kemungkinan baru dilakukan setelah Benfica memainkan laga terakhir musim ini melawan Estoril.
Kontrak jangka panjang tersebut menjadi sinyal bahwa Madrid tidak hanya menginginkan solusi sementara. Mereka ingin Mourinho memimpin proses pembangunan ulang skuad dalam beberapa musim ke depan.
Baca Juga: Iker Casillas Soroti Performa Real Madrid Musim Ini, Tolak Jose Mourinho
Tugas Mourinho sendiri dipastikan tidak akan mudah. Real Madrid disebut ingin melakukan perombakan di beberapa area skuad, termasuk lini serang.
Salah satu prioritas utama klub adalah mendatangkan pemain sayap baru untuk memberikan dimensi berbeda dalam permainan mereka musim depan.
Menariknya, Mourinho dikabarkan sudah mulai memberikan rekomendasi nama kepada manajemen klub.
Salah satu pemain yang disebut masuk dalam daftar keinginan Mourinho adalah winger Arsenal, Gabriel Martinelli. Nama pemain asal Brasil itu disebut sebagai opsi “kejutan” yang sangat disukai Mourinho.
Martinelli dipandang cocok dengan karakter permainan cepat dan agresif yang ingin dibangun Mourinho di Madrid. Selain itu, fleksibilitasnya bermain di beberapa posisi lini depan juga dianggap menjadi nilai tambah besar.
Baca Juga: Real Madrid Krisis, Kylian Mbappe Jadi Sasaran Kritik, Haaland Disebut sebagai Pengganti Ideal
Real Madrid sebelumnya dikaitkan dengan beberapa nama lain seperti Michael Olise dan Kenan Yildiz. Namun Mourinho kabarnya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Martinelli jika transfer tersebut memungkinkan terjadi.
Kembalinya Mourinho tentu akan menjadi salah satu cerita terbesar sepak bola Eropa musim depan.
Meski kariernya dalam beberapa tahun terakhir dipenuhi kontroversi dan hasil yang naik turun, Mourinho tetap dianggap sebagai sosok dengan karakter kuat yang mampu menghadapi tekanan besar di klub sebesar Real Madrid.
Dan dengan kondisi ruang ganti Madrid yang disebut sedang tidak stabil, Florentino Perez tampaknya percaya bahwa hanya sedikit pelatih yang punya cukup pengalaman dan keberanian untuk mengendalikan situasi seperti Mourinho.