← Beranda
Sikap Tak Biasa Cristiano Ronaldo usai Ballon d’Or 2014 Bikin Davide Ancelotti Terkesan
Andre Rizal HanafiKamis, 14 Mei 2026 | 05.44 WIB
Megabintang Cristiano Ronaldo. (ig @lejournaldureal)

 

JawaPos.com - Nama Cristiano Ronaldo kembali jadi bahan pembicaraan setelah sebuah cerita lama dari era kejayaannya di Real Madrid kembali mencuat ke publik. Cerita ini datang dari Davide Ancelotti, putra pelatih Carlo Ancelotti, yang saat itu berada di lingkungan Real Madrid.

Dia membagikan pengalaman yang menunjukkan betapa tinggi standar disiplin Ronaldo, bahkan di momen yang seharusnya penuh perayaan. Davide mengingat saat Ronaldo meraih Ballon d’Or 2014, salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya.

Malam itu, suasana perayaan berlangsung santai. Ronaldo disebut hanya menikmati segelas champagne untuk merayakan penghargaan tersebut, tanpa pesta besar atau selebrasi berlebihan. Namun yang menarik justru terjadi keesokan harinya.

Baca Juga: Ramadhan Sananta Resmi Dilepas DPMM FC, Merapat ke Persebaya Surabaya?

Menurut Davide, Ronaldo datang ke sesi latihan seperti biasa, tetapi bukan hanya menjalani program yang sudah disiapkan tim. Dia justru meminta tambahan sesi latihan agar bisa membakar apa yang dia konsumsi saat perayaan.

”Dia bahkan meminta latihan tambahan untuk membakar kalori dari champagne itu,” ujar Davide dalam wawancara yang dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

Momen itu membuat Davide Ancelotti terkesan. Sebab, menunjukkan bagaimana Ronaldo tidak pernah benar-benar lepas dari rutinitas disiplin, bahkan setelah meraih pencapaian besar.

Baca Juga: AFC Hukum Berat Persib Bandung Buntut Insiden Lawan Ratchaburi FC: Denda Rp 3,5 Miliar dan Laga Tanpa Penonton

Pada musim yang sama, Ronaldo sedang berada di puncak performa. Dia mencetak 17 gol di Liga Champions, termasuk gol penting di final melawan Atletico Madrid, serta mengakhiri musim dengan total 61 gol di semua kompetisi.

Performa luar biasa itu membuatnya kembali meraih Ballon d’Or, menguatkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia pada era tersebut.

Meski sudah mengoleksi banyak trofi, cerita ini menunjukkan sisi lain dari Ronaldo yang jarang terlihat di luar lapangan. Bukan sekadar soal bakat, tetapi juga konsistensi, kontrol diri, dan etos kerja yang sangat ketat.

Sikap seperti itu yang kemudian dianggap menjadi kunci panjang karirnya di level tertinggi. Bahkan hingga kini, saat masih aktif bermain bersama Al Nassr, Ronaldo tetap dikenal sebagai pemain yang menjaga standar latihan dan kebugaran secara ekstrem.

Cerita Davide Ancelotti ini kembali menegaskan satu hal yaitu di balik gemerlap trofi dan penghargaan, Cristiano Ronaldo dibentuk oleh disiplin yang tidak pernah benar-benar libur, bahkan di hari perayaan sekalipun.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah