JawaPos.com - Vinícius Júnior kembali menjadi sorotan setelah melakukan gestur kontroversial kepada pendukung FC Barcelona dalam laga El Clásico.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Senin (11/5), Aksi pemain asal Brasil tersebut terjadi ketika suasana pertandingan berlangsung panas dan tribun tuan rumah terus melontarkan sorakan kepada pemain asal Brasil itu.
Respons Vinicius pun langsung memicu perhatian besar di media sosial dan kalangan penggemar sepak bola.
Di tengah tekanan dari pendukung Barcelona, Vinicius terlihat mengangkat angka 15 menggunakan jarinya ke arah tribun penonton. Gestur tersebut dianggap merujuk pada jumlah gelar Liga Champions yang dimiliki Real Madrid CF.
Tindakan itu kemudian ditafsirkan sebagian pihak sebagai bentuk sindiran terhadap Barcelona yang memiliki jumlah trofi Eropa lebih sedikit.
Momen tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan di kalangan penggemar. Sebagian pendukung Real Madrid menilai tindakan Vinicius sebagai bentuk kepercayaan diri dalam menghadapi tekanan besar di stadion lawan.
Namun, tidak sedikit pula yang menilai gestur tersebut sebagai tindakan provokatif yang memperkeruh suasana pertandingan.
Sepanjang pertandingan, Vinicius memang beberapa kali terlibat ketegangan dengan pemain Barcelona. Adu mulut dan protes terjadi dalam sejumlah momen panas, terutama setelah insiden di area kotak penalti yang melibatkan beberapa pemain kedua tim.
Nama Vinicius kembali berada di pusat perhatian bersama sejumlah pemain Barcelona yang turut terlibat dalam situasi tersebut.
Ketegangan di lapangan terus berlangsung hingga memasuki akhir pertandingan. Persaingan sengit antarpemain membuat atmosfer El Clásico kembali dipenuhi emosi dan intensitas tinggi. Situasi tersebut semakin memperkuat citra laga klasik Spanyol sebagai pertandingan penuh tekanan dan rivalitas besar.
Bagi sebagian penggemar Real Madrid, sikap Vinicius dianggap mencerminkan mental kompetitif dan keberanian menghadapi tekanan suporter lawan. Di sisi lain, kritik juga muncul karena perilaku tersebut dinilai berpotensi memicu konflik yang tidak perlu di lapangan.
Terlepas dari pro dan kontra, Vinicius sekali lagi berhasil menjadi salah satu sosok paling diperbincangkan setelah laga El Clásico berakhir.