JawaPos.com–Situasi di ruang ganti Real Madrid semakin panas jelang El Clasico melawan Barcelona. Federico Valverde dikabarkan sampai harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat bentrokan dengan rekan setimnya Aurelien Tchouameni, saat sesi latihan.
Tim asuhan Alvaro Arbeloa memang sedang berada dalam tekanan besar. Real Madrid tertinggal 11 poin dari Barcelona di puncak klasemen La Liga dan berisiko mengakhiri musim tanpa trofi besar lagi.
Melansir Football365, laporan terbaru menyebut suasana internal Los Blancos makin tidak kondusif dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan disebut terus meningkat di Valdebebas, dengan sejumlah konflik terjadi baik antara pemain maupun staf pelatih.
Baca Juga: Jan Olde Riekerink Siapkan Strategi Khusus saat Dewa United Tantang PSBS Biak di Bantul
Sebelumnya, Antonio Rudiger dilaporkan sempat terlibat perdebatan sengit dengan pemain lain di ruang ganti. Kylian Mbappe juga disebut berselisih dengan salah satu staf pelatih saat sesi latihan setelah keputusan offside yang memicu emosinya.
Kini konflik terbaru melibatkan Valverde dan Tchouameni. Menurut laporan dari Spanyol, pertengkaran keduanya menjadi salah satu insiden paling serius yang pernah terjadi di pusat latihan Real Madrid.
Editor Football Espana Ruairidh Barlow menyebut, bentrokan itu merupakan cermin dari kondisi ruang ganti yang sedang kacau.
Baca Juga: Thom Haye Bicara Duel Persija vs Persib, Maung Bandung Bidik Tiga Poin Lagi
”Ketegangan antara Valverde dan Tchouameni bukan sesuatu yang pernah kita dengar sebelum minggu ini, tetapi ini merupakan gejala dari suasana ruang ganti yang sangat panas saat ini,” kata Barlow.
Menurut laporan tersebut, masalah bermula setelah keduanya sempat bertengkar pada sesi latihan pada Rabu. Valverde kemudian disebut menolak berjabat tangan dengan Tchouameni keesokan harinya. Situasi makin memanas saat latihan berlangsung dengan tekel-tekel keras yang akhirnya berujung perkelahian.
”Dalam insiden spesifik itu, setelah perkelahian pada hari Rabu, Valverde dilaporkan menolak untuk berjabat tangan dengan Tchouameni, yang menyebabkan sesi latihan lain dengan tekel-tekel intensif, dan berujung pada perkelahian tersebut,” terang Barlow.
Barlow mengungkap, konflik internal di Madrid sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Beberapa pemain disebut mulai kehilangan hubungan baik dengan Arbeloa sebagai pelatih.
”Sebanyak enam pemain dikabarkan tidak berbicara dengan manajer Alvaro Arbeloa. Dani Ceballos, Raul Asencio, dan Dani Carvajal, semuanya berselisih dengan Arbeloa,” ungkap Barlow
Tak hanya itu, frustrasi yang menumpuk di ruang ganti juga disebut memicu berbagai insiden lain dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Arsenal ke Final Liga Champions setelah Singkirkan Atletico Madrid 1-0
”Dalam seminggu terakhir, kita telah mendengar tentang Kylian Mbappe yang marah kepada salah satu anggota staf pelatih, dan Antonio Rudiger yang juga terlibat perkelahian fisik dengan Alvaro Carreras,” papar Barlow.
Menurut Barlow, akar masalah terbesar adalah absennya figur kuat yang mampu mengendalikan ruang ganti Madrid di tengah tekanan besar musim ini. ”Secara keseluruhan, konsensusnya adalah bahwa ini adalah hasil dari ruang ganti yang telah lama tanpa pemimpin, dan tanpa manajer yang menegakkan otoritas,” tutur dia.
Dengan El Clasico tinggal menghitung hari, kondisi ini jelas menjadi alarm besar bagi Real Madrid. Di tengah ancaman kehilangan gelar dan konflik internal yang terus memanas, Los Blancos kini justru terlihat semakin jauh dari kata stabil.