← Beranda
Curiga Wasit Berpihak pada PSG, Petinggi Bayern Munchen: Dia Berbicara dengan Para Pemain Portugal!
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 8 Mei 2026 | 02.04 WIB
Wasit Joao Pinheiro jadi sorotan usai laga kontroversial PSG vs Bayern Munchen. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kekecewaan Bayern Munchen setelah tersingkir dari Liga Champions semakin besar usai munculnya kritik keras terhadap kinerja wasit João Pinheiro dalam semifinal melawan Paris Saint-Germain.

Anggota dewan olahraga Bayern, Max Eberl, secara terbuka mempertanyakan beberapa keputusan kontroversial yang terjadi dalam hasil imbang 1-1 di Allianz Arena. Hasil itu membuat Bayern kalah agregat 6-5 dan gagal melaju ke final.

Melansir Bulinews, meski tetap memuji kualitas permainan PSG, Eberl merasa detail-detail kecil, termasuk keputusan wasit, ikut menentukan nasib pertandingan.

“Kami mungkin telah membuat satu atau dua keputusan yang salah – orang lain di lapangan mungkin juga telah membuat satu atau dua keputusan yang salah. Detail-detail itulah yang pada akhirnya menentukan keseluruhan hasil semifinal seperti ini,” kata Eberl usai pertandingan.

Baca Juga: Arsenal Wajib Waspada! Luis Enrique Beri Peringatan pada Mikel Arteta soal Kekuatan PSG

Dirugikan Wasit

Salah satu insiden yang paling membuat kubu Bayern marah adalah keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Nuno Mendes setelah dugaan handball di babak pertama.

Dalam situasi tersebut, Joao Pinheiro justru menilai Konrad Laimer lebih dulu melakukan handball sebelum bola mengenai tangan Mendes. Keputusan itu langsung memicu kebingungan besar di Allianz Arena.

Namun bukan hanya keputusan di lapangan yang membuat Eberl kesal. Ia juga menyoroti interaksi Pinheiro dengan sejumlah pemain PSG yang sama-sama berasal dari Portugal.

Baca Juga: Harry Kane Sebut PSG Punya Kans Juara Lebih Besar Ketimbang Arsenal

“Dia berbicara dengan para pemain Portugal, yang selalu dia dampingi juga saat tendangan sudut. Mungkin dia menjelaskan sesuatu kepada mereka di sana; dia tidak menjelaskannya kepada saya.”

Komentar tersebut memunculkan kesan bahwa Eberl merasa komunikasi wasit lebih terbuka kepada kubu PSG dibanding Bayern Munich.

Eberl juga menegaskan dirinya tidak melihat adanya handball jelas dari Konrad Laimer dalam insiden yang membuat Mendes lolos dari kartu merah.

“Menurut saya, Anda bisa memberikan kartu kuning kedua di sana, dan kemudian tiba-tiba situasinya berbalik. Saya pikir itu mengejutkan semua orang. Saya tidak melihat pelanggaran handball yang melibatkan 'Konny'; pelanggaran lainnya relatif jelas.”

Kontroversi berikutnya datang beberapa menit kemudian saat bola hasil sapuan Vitinha mengenai lengan João Neves di dalam kotak penalti PSG. Para pemain Bayern langsung meminta penalti, tetapi wasit kembali membiarkan permainan berjalan.

Baca Juga: Steven Gerrard Beritahu Arsenal Cara Kalahkan PSG di Final Liga Champions

Menurut Eberl, situasi tersebut sangat membingungkan karena interpretasi aturan handball masih terasa tidak konsisten.

“Setengah pihak mengatakan itu jelas penalti, setengah pihak lainnya mengatakan semuanya dilakukan dengan benar. Jadi apa aturannya sekarang? Belum ada yang bisa menjelaskannya kepada saya sampai sekarang! Dari sudut pandang saya, itu adalah pelanggaran handball di area penalti.”

Insiden handball João Neves sendiri memang memicu perdebatan luas. Berdasarkan aturan IFAB, handball tidak dianggap pelanggaran jika bola berasal dari sentuhan rekan setim sendiri, kecuali ada unsur kesengajaan menghentikan peluang gol atau bola langsung menghasilkan gol.

Baca Juga: Kata Kvicha Kvaratskhelia Usai PSG Tembus Final Liga Champions Bersama Arsenal 

Meski demikian, banyak pihak di Jerman merasa keputusan tersebut tetap merugikan Bayern, terutama karena pada leg pertama mereka justru dihukum penalti akibat situasi handball yang dianggap mirip.

Kekalahan ini pun meninggalkan rasa frustrasi besar di kubu Bayern Munich, yang merasa sejumlah keputusan krusial selalu mengarah menguntungkan PSG sepanjang dua leg semifinal Liga Champions.

EDITOR: Banu Adikara