JawaPos.com–Tijjani Reijnders datang ke Manchester City dengan ekspektasi tinggi. Diboyong dari AC Milan dengan nilai besar dan atas permintaan Pep Guardiola, gelandang asal Belanda itu sempat diproyeksikan jadi bagian penting regenerasi lini tengah.
Namun realita jauh dari harapan. Musim debut Tijjani Reijnders di Premier League Bersama Manchester City berjalan sulit.
Meski secara statistik tidak sepenuhnya buruk, kontribusi Tijjani Reijnders di atas lapangan dinilai belum cukup untuk mengamankan tempat reguler di starting XI. Di tim dengan standar setinggi Manchester City, angka saja tidak cukup. Konsistensi, kontrol permainan, dan kemampuan beradaptasi jadi faktor utama. Sayangnya di situlah Reijnders dinilai masih tertinggal.
Pep Guardiola Mulai Kehilangan Kesabaran
Melansir El Nacional, situasi ini membuat Pep Guardiola mengambil sikap tegas. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan sudah memberi sinyal kepada manajemen klub untuk membuka pintu bagi tawaran yang masuk untuk sang pemain.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Reijnders direkrut sebagai investasi jangka panjang. Namun, City dikenal tidak ragu melakukan koreksi cepat jika sebuah transfer tidak berjalan sesuai rencana.
Lebih dari itu, sang pemain sendiri juga disebut mulai mempertimbangkan masa depannya. Minimnya menit bermain dan sulitnya beradaptasi membuatnya terbuka untuk mencari tantangan baru.
Baca Juga: Daniel Siebert Pimpin Arsenal vs Atletico Madrid, Apa Artinya untuk Tuan Rumah The Gunners?
Peluang untuk Real Madrid?
Di tengah situasi ini, Real Madrid kembali masuk dalam radar. Klub raksasa Spanyol tersebut memang sempat tertarik pada Reijnders sebelum dia hijrah ke Inggris.
Dengan kebutuhan akan gelandang kreatif baru, Reijnders dianggap masih punya profil yang cocok. Kuat secara fisik, teknis mumpuni, dan sudah memiliki pengalaman di level elite Eropa.
Menariknya, harga yang kini dipatok juga relatif lebih masuk akal. Manchester City disebut siap melepasnya di kisaran €50 juta atau sedikit lebih rendah dari harga saat mereka merekrutnya.
Meski dilabeli sebagai transfer yang mengecewakan, cerita Reijnders di City belum tentu benar-benar berakhir buruk. Dalam banyak kasus, pemain yang kesulitan di satu sistem justru bisa berkembang pesat di lingkungan berbeda.