JawaPos.com - Saat sebagian besar pencinta sepak bola terpaku pada duel panas PSG vs Bayern Munchen di semifinal Liga Champions, Pep Guardiola malah punya agenda yang benar-benar berbeda.
Alih-alih menikmati pesta sembilan gol di Paris, pelatih Manchester City itu justru terlihat santai di tribun Edgeley Park. Ya, Guardiola memilih menonton pertandingan kasta ketiga Inggris antara Stockport County melawan Port Vale.
Pilihan yang Bikin Kaget
Keputusan ini jelas mengejutkan. Di saat dua raksasa Eropa saling serang dalam laga penuh drama, Guardiola justru “turun level” ke League One, kompetisi yang jauh dari gemerlap Liga Champions. Tapi, kalau dipikir-pikir, ini sangat “Pep banget”.
Baca Juga: Manchester City ke Final Piala FA, Pep Guardiola Tegaskan Treble Domestik Masih Jauh
Dengan Manchester City sedang tidak bermain di Liga Champions dan jadwal yang sedikit lebih longgar, ia punya waktu untuk menikmati sisi lain sepak bola yang lebih mentah, lebih tradisional, dan mungkin lebih jujur.
Kenapa Stockport vs Port Vale?
Melansir Sports Illustrated, pertandingan ini ternyata bukan sekadar laga biasa.
Stockport sedang berjuang mengamankan tiket play-off demi kembali ke Championship, sementara Port Vale sudah dipastikan terdegradasi. Ada tensi, ada tekanan, dan ada cerita, semua elemen yang sering bikin sepak bola kasta bawah justru terasa lebih “hidup”.
Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan tuan rumah. Stockport kalah 2-1 setelah kebobolan dua gol lebih dulu, membuat posisi mereka di klasemen jadi rawan menjelang akhir musim.
Cinta Guardiola pada “Sepak Bola Asli”
Buat Guardiola, ini bukan pertama kalinya menunjukkan ketertarikan pada sepak bola level bawah.
Ia pernah mengaku bahwa pengalaman mengunjungi stadion-stadion kecil di Inggris justru jadi salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.
“Kami tidak pernah melewatkan momen itu. Selalu luar biasa. Saat tiba di stadion dan semua penggemar menyanyikan 'Siapa kamu?' Suasana seperti ini dengan umpan-umpan panjang akan menjadi salah satu kenangan yang akan saya bawa seumur hidup,” katanya.
Ada sesuatu yang tidak bisa ditemukan di panggung besar: atmosfer mentah, tradisi kuat, dan koneksi langsung antara tim dan fans.
Perspektif yang Berbeda
Guardiola dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan yang kompleks dan modern. Tapi di balik itu, ternyata ia juga menikmati sisi sepak bola yang sederhana yakni umpan panjang, duel fisik, dan atmosfer lokal yang kental.
“Saya rasa setelah 10 tahun, ada beberapa hal di Inggris yang tidak saya sukai, tetapi ada banyak hal yang saya sukai dan ini salah satunya. Negara ini menghormati tradisi dan tidak ada negara lain yang bisa melakukan itu,” ujarnya.