JawaPos.com - Chelsea akhirnya benar-benar menutup pintu bagi salah satu legendanya sendiri. Setelah pemecatan Liam Rosenior, nama John Terry sempat muncul sebagai kandidat pelatih sementara. Tapi respons klub? Tegas: tidak.
Keputusan berpisah dengan Rosenior memang tidak mengejutkan. Enam kekalahan dari tujuh laga terakhir jadi bukti bahwa proyek tersebut gagal total. Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan bahwa performa tim sudah jauh di bawah standar, apalagi di fase krusial musim.
Melansir Give Me Sport, di tengah kekosongan kursi pelatih, Terry mencoba mengambil peluang. Ia dilaporkan menawarkan diri untuk mengisi posisi hingga akhir musim. Namun, pihak klub langsung menolak ide tersebut.
Menurut laporan yang beredar, bahkan ada pesan yang cukup jelas dari internal klub: Terry tidak masuk dalam rencana. Bukan hanya sekarang, tapi juga untuk masa depan.
Sebagai gantinya, Chelsea tetap mempercayakan tim kepada Calum McFarlane sebagai pelatih interim. Targetnya sederhana tapi berat: menyelamatkan musim dan, jika memungkinkan, menjaga peluang ke Liga Champions tetap hidup.
Baca Juga: Gary Neville Kritik Manajemen Chelsea Usai Pemecatan Liam Rosenior
Terry: Legenda Besar, Tapi Bukan Pilihan
Penolakan ini tentu menimbulkan tanda tanya. Dari sisi status, Terry adalah ikon klub. Dari sisi pengalaman, ia juga bukan nol besar. Ia pernah menjadi bagian staf pelatih di Aston Villa selama beberapa tahun.
Bahkan, Terry sendiri pernah membela kredibilitasnya saat diragukan publik.
"Saya memiliki semua kualifikasi yang dibutuhkan, saya memiliki pengalaman melatih selama tiga tahun di Liga Premier bersama Aston Villa," katanya.
"Selain itu, tidak ada seorang pun yang lebih mewakili Chelsea selain saya. Agar kami bisa kembali ke puncak, kami membutuhkan manajer top, dan ya, itu akan membuat saya tidak memenuhi syarat, tetapi tolong jangan katakan saya tidak memenuhi syarat!"
Pernyataan itu menggambarkan satu hal: kepercayaan diri Terry tidak pernah goyah. Tapi sayangnya, itu belum cukup untuk meyakinkan manajemen.
Baca Juga: Tumbangkan Celta Vigo, Pedri Sebut Barcelona Menang dengan Susah Payah
Hubungan yang Sudah Lama “Dingin”
Ini bukan pertama kalinya Terry merasa diabaikan. Saat pergantian pelatih sebelumnya, ia juga mengaku “frustrasi” karena tidak dilibatkan, meskipun merasa punya kedekatan dengan skuad, terutama di level pengembangan.
"Bukan kesal, mungkin lebih ke frustrasi, karena saya jelas bagian dari grup U-21 yang berangkat..."
"Dengar, orang-orang harus membuat keputusan... para direktur olahraga - telah mengatakan 'tidak' untuk tidak memasukkan saya, entah karena alasan apa. Saya tidak tahu mengapa."
Ucapan itu seolah jadi gambaran hubungan yang tidak sepenuhnya harmonis antara Terry dan pengambil keputusan di klub.
Faktor Non-Teknis Ikut Berpengaruh?
Di luar lapangan, Terry juga sempat jadi sorotan karena komentar kontroversialnya terkait isu sosial-politik di Inggris. Meski tidak ada konfirmasi resmi, spekulasi pun muncul: apakah hal tersebut ikut memengaruhi keputusan klub?
Yang jelas, Chelsea tampaknya ingin bermain aman. Di tengah musim yang sudah goyah, mereka memilih stabilitas daripada eksperimen baru.
Dengan McFarlane di kursi sementara, Chelsea kini hanya punya satu fokus: menutup musim sebaik mungkin. Semifinal Piala FA jadi peluang realistis untuk menyelamatkan muka.
Sementara itu, pencarian pelatih permanen terus berjalan. Nama-nama besar mulai bermunculan, dan satu hal yang pasti bahwa Chelsea ingin sosok yang sudah teruji, bukan sekadar legenda.