JawaPos.com–Chelsea benar-benar sedang dalam fase gelap. Lima kekalahan beruntun di Premier League tanpa mencetak satu gol bukan cuma statistik buruk. Ini alarm darurat untuk klub sebesar mereka.
Sosok yang paling disorot adalah Liam Rosenior. Pelatih berusia 41 tahun itu kini berada di bawah tekanan ekstrem setelah gagal mengangkat performa tim sejak kedatangannya di Stamford Bridge.
Situasi makin memburuk setelah Chelsea juga tersingkir dari Liga Champions dengan cara yang memalukan saat menghadapi PSG.
Baca Juga: Liam Rosenior Bocorkan Masa Depan Garnacho di Chelsea yang Semakin Tidak Menentu
Melansir Caught Offside, kabar terbaru menyebutkan bahwa masa depan Rosenior kini diragukan secara serius. Bahkan, ada kemungkinan pernyataan resmi dari klub akan segera keluar dalam waktu dekat.
Yang lebih mengkhawatirkan, suasana di ruang ganti disebut tidak kondusif. Beberapa laporan menyebut para pemain mulai kehilangan kepercayaan terhadap Rosenior, bahkan sampai mengejek metode kepelatihannya. Jika benar, ini jelas sinyal paling berbahaya bagi seorang manajer.
Secara performa, angka-angka memang sulit dibela. Lima kekalahan beruntun tanpa gol menjadi catatan terburuk Chelsea sejak 1912. Untuk klub dengan sejarah dan ekspektasi setinggi itu, situasi ini jelas tidak bisa ditoleransi terlalu lama.
Posisi mereka di klasemen juga mulai goyah. Saat ini berada di peringkat ketujuh, Chelsea masih terancam turun lebih jauh karena beberapa rival di bawahnya punya sisa pertandingan lebih banyak.
Meski Rosenior sempat menunjukkan performa menjanjikan di klub sebelumnya, Strasbourg, tantangan di Chelsea tampaknya datang terlalu cepat. Sejauh ini, belum terlihat dampak signifikan dari pendekatan taktik maupun manajemen tim yang ia terapkan.
Di tengah ketidakpastian ini, nama pengganti mulai bermunculan. Salah satu yang paling menarik adalah Cesc Fabregas, yang saat ini menangani Como. Chelsea dikabarkan tertarik untuk mendekatinya jika kursi pelatih benar-benar kosong.
Namun, belum ada jaminan Fabregas bersedia datang dalam kondisi seperti sekarang. Selain itu, nama lain seperti Marco Silva juga mulai masuk dalam radar, meski masih dalam tahap awal pembicaraan.
Untuk solusi jangka pendek, ada kemungkinan sosok internal akan ditunjuk sebagai caretaker hingga akhir musim, sebelum klub menentukan pelatih permanen di musim panas.