JawaPos.com–Pelatih anyar Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi meminta para pemain membangun ikatan layaknya saudara dalam tim demi keluar dari situasi sulit yang tengah dihadapi klub.
Menjelang laga kandang pertama melawan mantan klubnya Brighton pada Sabtu (18/4), De Zerbi menekankan bahwa persoalan utama Tottenham bukan terletak pada aspek teknis, tetapi mentalitas.
”Mereka tidak perlu berkembang lagi sebagai pemain saat ini. Untuk mencapai target, kami tidak perlu menjadi lebih baik dengan atau tanpa bola. Kami harus lebih kuat secara mental, memiliki karakter, dan membangun hubungan yang lebih erat antar pemain,” ujar De Zerbi.
Baca Juga: Frank Lampard Menangis, Coventry City Akhiri Puasa 25 Tahun dan Promosi ke Premier League
De Zerbi juga menambahkan bahwa rasa bangga mengenakan seragam klub dan keyakinan terhadap diri sendiri menjadi kunci utama untuk bangkit. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Daily Mail, De Zerbi bahkan terlihat emosional saat memegang lambang klub di dadanya.
Kondisi Tottenham saat ini memang mengkhawatirkan. Mereka belum meraih kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir di Liga Inggris dan terpuruk di zona degradasi. Situasi semakin sulit setelah kapten tim Cristian Romero dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera lutut.
Sebagai respons, De Zerbi meminta beberapa pemain untuk mengambil peran kepemimpinan. Nama-nama seperti Micky van de Ven dan Dominic Solanke diharapkan mampu mengisi kekosongan itu.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Makin Meriah, Coldplay Dipastikan Tampil di Halftime Show
”Saya ingin mendorong Solanke karena dia salah satu striker terbaik di Premier League. Saya ingin dia lebih kuat secara karakter di lapangan,” kata De Zerbi.
Selain itu, De Zerbi juga menilai Xavi Simons sebagai sosok muda yang sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan melalui keberanian menguasai bola dalam tekanan. Beberapa pemain lain seperti Joao Palhinha dan Rodrigo Bentancur juga disebut memiliki potensi sebagai pemimpin di tengah absennya Romero.
De Zerbi juga menyinggung pemain yang sedang cedera dan dalam masa pemulihan, seperti kiper Guglielmo Vicario dan gelandang kreatif James Maddison. Maddison yang baru kembali berlatih setelah absen panjang karena cedera lutut disebut sebagai pemain dengan kualitas teknik dan mental yang sangat dibutuhkan tim.
Dalam upaya membangun kekompakan, De Zerbi bahkan mengajak seluruh pemain makan malam bersama di sebuah restoran di Mayfair yang dikenal sebagai salah satu area termahal di London. Langkah itu dilakukan untuk mempererat hubungan di luar lapangan.
”Kami makan dengan sangat baik. Jika kami menang, saya siap membayar makan malam setiap minggu,” ujar De Zerbi.
Namun, sang pelatih mengakui bahwa situasi tim saat ini tidak mudah. Minimnya kepercayaan diri membuat para pemain belum mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Oleh sebab itu, De Zerbi kembali menegaskan pentingnya solidaritas di dalam tim. Pelatih berusia 46 tahun itu ingin para pemain saling mendukung layaknya keluarga.
Baca Juga: Prediksi Skor Juventus vs Bologna: Laga Krusial Penentu Nasib di Papan Atas Serie A
”Kami harus lebih dekat di lapangan, menganggap rekan setim seperti saudara. Jika mereka kesulitan, kita bantu. Jika mereka disakiti, kita peluk. Kami butuh itu, tanpa ragu,” tegas Roberto De Zerbi.
Dengan pendekatan emosional dan karakter, De Zerbi berharap Tottenham dapat bangkit dan keluar dari ancaman degradasi sebelum musim berakhir.