JawaPos.com-Laga Barcelona Legends vs DRX World Legends di Clash of Legends Jakarta 2026 sebenarnya adalah pertandingan nostalgia. Tapi, melihat daftar resmi pemain, ada sejumlah nama yang pernah berdiri di puncak prestasi sepak bola dunia, baik lewat trofi individu, kejayaan klub, hingga prestasi bersama tim nasional mereka masing-masing, laga ini layak dilabeli sebagai laga nostalgia luar biasa.
Berikut ini adalah masing-masing 3 pemain paling mentereng dari kedua tim yang akan bertarung dalam laga yang bakal dimainkan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, malam ini (18/4).
DRX World Legends
Fabio Cannavaro
Fabio Cannavaro adalah bek tengah yang menjadi simbol kesempurnaan lini belakang. Pada 2006, ia mencapai puncak karier dengan membawa Italia menjuarai Piala Dunia sekaligus meraih Ballon d’Or di tahun yang sama, sesuatu yang sangat langka bagi seorang defender. Faktanya, dia adalah bek tengah terakhir yang memenangkan award prestisius tersebut.
Denganan postur yang tidak terlalu tinggi untuk ukuran bek tengah (176 cm), Cannavaro justru dikenal karena timing duel udara yang nyaris tanpa cela, membaca permainan sebelum lawan bergerak, dan kepemimpinan yang membuat lini belakang terasa tak tertembus.A
Alessandro Del Piero
Nama Del Piero identik dengan loyalitas dan keanggunan dalam bermain. Bersama Juventus, ia mengoleksi berbagai gelar domestik, di antsranya adalah 6 gelar Scudetto, serta trofi Liga Champions 1995–96. Puncaknya di level internasional datang saat ia menjadi bagian skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006.
Gaya bermainnya khas, sentuhan halus, visi tajam, dan kemampuan mencetak gol dari sudut sempit yang sering kali terasa mustahil bagi pemain lain melakukan aksi serupa.
Frank Ribery
Ribery adalah representasi winger modern dengan kombinasi kecepatan, determinasi, dan teknik tinggi. Musim 2012–13 menjadi mahakaryanya saat membawa Bayern München meraih treble; Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions, serta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa UEFA 2013. Total bersama Bayern, pemain asal Prancis itu sudah meraih 9 gelar juara Bundesliga.
Di sisi lapangan, ia dikenal lincah, agresif dalam duel satu lawan satu, dan mampu mengacak-acak pertahanan lewat akselerasi tajam.
Barcelona Legends
Rivaldo
Rivaldo adalah seniman lapangan hijau dengan kaki kiri yang seolah memiliki kehendak sendiri. Ia mencapai puncak kejayaan pada 1999 saat meraih Ballon d’Or setelah membawa Barcelona menjuarai La Liga.
Tidak berhenti di situ, ia juga menjadi bagian penting timnas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002. Gol-golnya kerap spektakuler, dari tendangan jarak jauh hingga salto ikonik, menjadikannya salah satu pemain paling memikat di eranya.R
Ricardo Quaresma
Quaresma mungkin bukan langganan Ballon d’Or, tetapi kariernya dihiasi momen-momen magis di panggung besar. Ia menjadi bagian skuad Portugal saat menjuarai Euro 2016.
Yang membuatnya istimewa adalah gaya bermainnya, andalannya adalah teknik trivela (tendangan dengan punggung kaki luar) yang khas, dribel berani, dan kreativitas yang sering melampaui logika permainan konvensional.
Philip Cocu
Sebagai gelandang, Cocu adalah definisi keseimbangan. Ia tidak selalu mencuri sorotan, tetapi perannya vital dalam setiap tim yang ia bela. Bersama Barcelona, ia meraih La Liga 1998–99, sementara di PSV Eindhoven ia mengoleksi banyak gelar domestik. Total, 5 gelar juara Eredivisie diraihnya bersama PSV.
Cocu dikenal karena kecerdasan taktik, kemampuan bermain di berbagai posisi, serta kepemimpinan yang membuatnya menjadi penghubung ideal antara lini belakang dan serangan.
Menyaksikan sejarah sepak bola dunia di depan mata
Kendati belum menyaksikan langsung para bintang-bintang tersebut di era prime mereka. Tapi, menontonnya saat ini tentu akan menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi penggila bola di Indonesia.
Dengan kombinasi pemain seperti Cannavaro yang pernah meraih Ballon d’Or, hingga Rivaldo yang menjadi ikon global, laga ini akan menghadirkan potongan sejarah sepak bola dari berbagai era dalam satu lapangan.
Jangan lupakan juga, laga ini akan dipimpin Pierluigi Colina wasit legendaris asal Italia ini terkenal tegas dan tanpa kompromi. Dia pun juga kerap diapresiasi kaena keputusan yang diambilnya selalu dianggap fair, kendati di masa dia bertugas belum ada intervensi teknologi canggih seperti VAR dalam sepak bola.
Di satu sisi, DRX World Legends membawa nuansa kekuatan Eropa modern dengan deretan juara dunia dan Liga Champions. Di sisi lain, Barcelona Legends menyuguhkan sentuhan teknik dan gaya tiki-taka yang pernah mendominasi sepak bola dunia. (*)