← Beranda
Makin Panas! Drama Bayern Munchen vs Real Madrid Lanjut ke Dunia Maya, Saling Sindir Lewat Akun Resmi
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 18 April 2026 | 01.05 WIB
Perempat final leg 2 Liga Champions UEFA malam ini: Bayern Munchen vs Real Madrid (instagram.com/@FCbayern)

 

JawaPos.com - Kekalahan Real Madrid di Liga Champions ternyata belum benar-benar selesai saat peluit akhir dibunyikan. Drama justru berlanjut ke dunia maya, di mana Bayern Munich seolah memberikan “pukulan tambahan” lewat media sosial.

Di era sepak bola modern, duel tidak lagi terbatas di atas rumput. Perang narasi juga terjadi di timeline, dan Bayern tampaknya paham betul cara memanfaatkan momen. Setelah mengamankan kemenangan dramatis, akun resmi mereka di X langsung bergerak cepat.

Dengan emosi yang masih panas usai laga perempat final yang intens, raksasa Jerman itu mengunggah pesan yang langsung menyedot perhatian. Bukan sekadar posting biasa, tapi kalimat yang menyentil identitas historis Real Madrid di kompetisi Eropa.

Baca Juga: Kompany Isyaratkan Menang Atas Real Madrid Mirip Lawan Blackburn, Olise Pertanyakan Status King of Europe Los Galacticos

Lalu, apa sebenarnya isi pesannya?

Sindiran tersebut berakar dari kutipan legendaris milik ikon Madrid, Juanito: “90 minuti al Bernabéu sono molto lunghi” (90 menit di Bernabéu terasa sangat lama). Kalimat ini sudah lama jadi simbol magis Real Madrid, terutama dalam momen comeback epik mereka di Eropa.

Namun kali ini, Bayern membalik narasi tersebut dengan cerdik.

Baca Juga: Masuk Ruang Ganti, Florentino Perez Semprot Pemain Real Madrid Usai Tersingkir dari Liga Champions

Melansir akun X FC Bayern, mereka menulis, "90 menit di Allianz terasa sangat lama." Sebuah plesetan sederhana, tapi cukup untuk membuat internet ramai.

Menariknya, sepanjang pertandingan, Real Madrid sebenarnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Intensitas dan keyakinan mereka sempat memunculkan harapan akan comeback khas Liga Champions.

Sayangnya, semuanya berubah drastis setelah Eduardo Camavinga diusir dari lapangan. Kartu merah itu menjadi titik balik, mengganggu keseimbangan permainan dan membuka jalan bagi Bayern untuk mengambil alih kendali.

Sejak momen tersebut, ritme Madrid perlahan memudar. Bayern pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunci kemenangan.

Soal unggahan di media sosial tadi, respons publik terbelah. Ada yang menganggapnya sekadar candaan khas rivalitas sepak bola, tapi tak sedikit pula yang melihatnya sebagai sindiran tajam terhadap aura “tak terkalahkan” Real Madrid di Eropa.

EDITOR: Banu Adikara