← Beranda
Masuk Ruang Ganti, Florentino Perez Semprot Pemain Real Madrid Usai Tersingkir dari Liga Champions
M Shofyan Dwi Kurniawan• Sabtu, 18 April 2026 | 00.59 WIB
Florentino Perez dikabarkan kecewa dengan performa skuad Real Madrid. (IG @realmadrid)

JawaPos.com - Kekalahan dari Bayern Munchen di Liga Champions benar-benar meninggalkan luka dalam bagi Real Madrid. Bukan cuma pemain yang emosi di lapangan, tapi juga petinggi klub termasuk Florentino Perez.

Melansir SPORT, presiden Los Blancos itu dikabarkan langsung mendatangi ruang ganti tim di Munich setelah pertandingan berakhir. Dan suasananya? Jauh dari kata hangat.

Padahal, secara permainan, Madrid sebenarnya tidak tampil buruk. Mereka bahkan sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang laga. Tapi di klub sebesar Real Madrid, hasil akhir tetap jadi segalanya.

Baca Juga: Empat Kesalahan Fatal yang Bikin Real Madrid Tersingkir dari Bayern Munchen

“Tidak Dapat Ditoleransi”

Dalam momen tersebut, Perez disebut menyampaikan pesan yang cukup tegas kepada para pemain.

“Saya menghargai usaha kalian hari ini, tetapi musim ini benar-benar mengecewakan bagi semua orang.”

Kalimat itu baru pembuka. Bagian yang lebih “menusuk” datang setelahnya.

“Anda tahu tuntutan yang dibebankan kepada Anda sebagai pemain Real Madrid. Satu musim tanpa gelar adalah kegagalan karena kami adalah Real Madrid, tetapi dua musim tanpa memenangkan gelar tidak dapat ditoleransi.”

Baca Juga: Tatap Laga Berat Melawan Manchester United, Liam Rosenior Desak Chelsea Segera Bangkit

Pesan ini secara tidak langsung menegaskan standar tinggi klub. Di Madrid, sekadar tampil bagus atau hampir menang jelas tidak cukup, yang dihitung hanya trofi.

Dan dengan kondisi saat ini—tersingkir dari Liga Champions, gugur di Copa del Rey, serta tertinggal jauh di La Liga—Perez tampaknya sudah melihat musim ini sebagai kegagalan total.

Baca Juga: Vinicius Jr Bentak Bellingham di Tengah Laga Panas, Ini Kata-Katanya

Ruang Ganti yang Penuh Emosi

Sebelum Perez masuk, suasana di kubu Madrid memang sudah panas. Beberapa pemain meluapkan kekecewaan mereka, terutama terkait keputusan wasit yang mengusir Eduardo Camavinga.

Jude Bellingham menyebutnya “lelucon”, Dani Carvajal secara terbuka menyalahkan wasit, sementara pelatih Alvaro Arbeloa menyebut keputusan tersebut “absurd”.

Dengan emosi yang sudah tinggi, kehadiran Perez justru mempertegas satu hal: klub tidak ingin mencari alasan.

Baca Juga: Jude Bellingham Sebut Kartu Merah Camavinga Sebagai Lelucon

Dampak Besar Menanti

Kini, pertanyaan besar muncul: apa yang akan terjadi selanjutnya?

Posisi Alvaro Arbeloa disebut-sebut berada di ujung tanduk. Tanpa trofi dan dengan performa yang tidak konsisten, peluangnya untuk bertahan musim depan terlihat semakin kecil.

Di sisi lain, perombakan skuad juga hampir pasti terjadi. Madrid disebut ingin memperkuat lini tengah dan pertahanan, dan hasil buruk musim ini hanya akan mempercepat rencana tersebut.

Satu hal yang jelas, di Real Madrid, kegagalan jarang dibiarkan berlalu begitu saja. Dan setelah malam pahit di Munich, perubahan besar tampaknya tinggal menunggu waktu.

EDITOR: Banu Adikara