JawaPos.com–Kegagalan Barcelona di panggung Eropa musim ini meninggalkan rasa pahit yang sulit ditelan. Bukan cuma soal hasil akhir, tapi juga bagaimana pertandingan berjalan.
Menurut presiden klub Joan Laporta, ada faktor besar di balik tersingkirnya timnya yaitu keputusan wasit. Barcelona memang menang 2-1 di markas Atletico Madrid pada leg kedua. Tapi hasil itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan 2-0 di leg pertama.
Agregat 3-2 memastikan langkah mereka terhenti di perempat final. Namun, melansir ESPN, bagi Laporta, cerita tidak berhenti di papan skor.
Baca Juga: Presiden Barcelona Berjanji Ajukan Protes Kedua ke UEFA usai Kontroversi Wasit
”Pertama-tama, selamat kepada Atletico karena telah mencapai semifinal, tetapi itu tidak mengurangi kekecewaan terhadap keputusan wasit, yang sangat memalukan,” ujar Joan Laporta.
Nada frustrasi sudah terasa sejak awal. Dia menyoroti sejumlah momen krusial, terutama di leg pertama, yang dianggap merugikan timnya.
”Ini tidak dapat diterima. Bahkan di leg pertama, kami tidak diberikan penalti karena handball Marc Pubill dan Pau Cubarsi diusir keluar lapangan padahal seharusnya hanya kartu kuning karena Giuliano Simeone tidak menguasai bola,” ujar Laporta.
Baca Juga: Raphinha Minta Maaf ke Fans Atletico Madrid usai Gestur Kontroversial
Laporta juga menyinggung intervensi VAR yang menurutnya justru memperburuk situasi. ”Wasit membuat keputusan yang tepat dengan memberikan kartu kuning pada awalnya. Tapi VAR menuntut kartu merah yang benar-benar merusak peluang kami,” imbuh dia.
Masuk ke leg kedua, kontroversi ternyata belum selesai. Beberapa keputusan kembali jadi sorotan. Kartu merah Eric Garcia, gol Ferran Torres yang dianulir, hingga insiden yang melibatkan Dani Olmo dan Fermin Lopez.
”Untuk kartu merah Eric, Jules Koundé bisa saja dengan mudah mencapai bola, jadi Eric bukanlah pemain terakhir. Wasit sudah mengeluarkan kartu kuning dan VAR kembali turun tangan,” papar Laporta.
Dia juga tak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap keputusan lain yang dianggap merugikan.
”Gol Ferran (yang offside) adalah gol, ada penalti untuk Dani Olmo dan agresi terhadap Fermin tidak dapat diterima. Bibirnya benar-benar berdarah. Bahkan tidak diberi kartu kuning! Ini tidak dapat diterima,” tandas Laporta.
Barcelona sebelumnya sudah mengajukan pengaduan resmi setelah leg pertama, namun ditolak UEFA dengan alasan tidak dapat diterima. Kini, Laporta memastikan klub tidak akan tinggal diam.
Baca Juga: Liverpool Kehilangan Striker Andalan Hugo Ekitike Selama Sembilan Bulan
”Kami mengajukan pengaduan setelah leg pertama dan UEFA mengatakan itu tidak dapat diterima. Kami akan meminta penjelasan lebih lanjut. Klub juga akan mengajukan pengaduan lain karena yang tidak dapat diterima adalah apa yang terjadi pada kami pada hari Selasa sekali lagi,” ungkap Laporta.
Di tengah kekecewaan, suara optimisme tetap muncul dari dalam tim. Lamine Yamal, salah satu bintang muda Barcelona, memilih melihat kegagalan ini sebagai bagian dari proses.
”Kami sudah memberikan segalanya, tetapi itu belum cukup. Ini adalah bagian dari perjalanan. Untuk sampai ke puncak, Anda harus mendaki, dan kami tahu itu tidak akan mudah, dan mereka juga tidak akan mempermudah kami, tetapi menyerah bukanlah pilihan,” ucap Lamine Yamal.
”Kami punya alasan untuk bersemangat dan kami akan memberikan segalanya ke depannya. Setiap kesalahan adalah pelajaran. Jangan ragu bahwa kami akan belajar dari setiap kesalahan. Kami adalah Barça dan kami akan kembali ke tempat yang seharusnya kami tempati. Orang tua saya mengajarkan saya bahwa Anda harus selalu menepati janji... dan kami akan membawa Liga Champions ke Barcelona,” sambung dia.