← Beranda
Presiden Barcelona Berjanji Ajukan Protes Kedua ke UEFA usai Kontroversi Wasit
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 17 April 2026 | 20.59 WIB
Presiden Barcelona Joan Laporta ajukan pengaduan kedua ke UEFA setelah protes pertama ditolak. (ig @jlaportaoficial) 

 

JawaPos.com–Barcelona belum selesai dengan drama Liga Champions musim ini. Setelah tersingkir secara menyakitkan dari tangan Atletico Madrid, Presiden Barcelona Joan Laporta memastikan bahwa perjuangan mereka akan berlanjut dan kali ini terjadi di luar lapangan.

Melansir Football Espana, Joan Laporta menegaskan bahwa Barcelona akan mengajukan pengaduan resmi kedua kepada UEFA, menyusul keputusan-keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya. Sebelumnya, pengaduan pertama sudah dilayangkan, namun langsung ditolak oleh badan sepak bola Eropa tersebut.

Masalah utama datang dari leg pertama, ketika Barcelona merasa seharusnya mendapat penalti akibat handball Marc Pubill. Namun, protes tersebut tidak digubris.

Baca Juga: Raphinha Minta Maaf ke Fans Atletico Madrid usai Gestur Kontroversial

”Mengajukan pengaduan tidak diperbolehkan, dan tanggapannya adalah bahwa itu tidak diperbolehkan. Yang dilakukan Barca adalah meminta penjelasan mengapa pengaduan tersebut tidak diperbolehkan. Yuste memberi tahu saya bahwa mereka akan mengajukan pengaduan lain. Ini memalukan, tidak dapat ditoleransi,” tandas Joan Laporta.

Kekecewaan Laporta terasa makin dalam karena bukan hanya keputusan di satu momen. Tapi rangkaian insiden yang menurutnya konsisten merugikan Barcelona, baik di leg pertama maupun kedua.

”Keputusan wasit kemarin, baik di lapangan maupun melalui VAR, sangat memalukan. Apa yang mereka lakukan kepada kami tidak dapat ditoleransi; di leg pertama, mereka tidak memberikan penalti yang jelas kepada kami dan mengusir salah satu pemain kami karena pelanggaran kartu kuning,” ujar Joan Laporta.

Baca Juga: Liverpool Kehilangan Striker Andalan Hugo Ekitike Selama Sembilan Bulan

Dia juga mengkritik beberapa keputusan krusial di leg kedua yang dinilai mengubah arah pertandingan.

”Keputusan wasit sangat merugikan kami. Eric bukanlah pemain terakhir karena Kounde bisa saja sampai di sana. Wasit menunjukkan kartu kuning, yang merupakan hal yang benar untuk dilakukan, dan wasit VAR membuatnya mengubah keputusannya,” tutur Joan Laporta.

”Gol Ferran adalah gol. Penalti terhadap Olmo adalah penalti. Pelanggaran terhadap Fermin tidak dapat ditoleransi. Wajah Fermin terluka parah. Bahkan tidak ada kartu…” imbuh dia.

Meski sempat membuka pernyataan dengan memberi selamat kepada Atletico Madrid atas kelolosan mereka ke semifinal, Laporta jelas tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap standar perwasitan.

Di sisi lain, situasi ini juga menarik karena hubungan antara Barcelona dan UEFA sebenarnya sedang dalam fase membaik. Setelah sempat terlibat dalam proyek Super League, klub Catalan itu memilih mundur lebih awal musim ini.

Bahkan, komunikasi dengan Presiden UEFA berjalan cukup intens, termasuk dalam pembahasan sanksi finansial yang akhirnya berhasil dikurangi secara signifikan. Namun, polemik terbaru ini berpotensi kembali memanaskan hubungan yang baru saja mencair tersebut.

Baca Juga: Jelang Laga Penentu Liga Inggris! Arsenal Dihantam Krisis Cedera, Odegaard dan Saka Terancam Absen vs Manchester City

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah