JawaPos.com - Barcelona harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari ajang Liga Champions usai kalah agregat 3-2 dari Atletico Madrid dalam duel dua leg yang penuh drama. Pada leg kedua yang berlangsung di markas Atletico, pertandingan sudah berjalan panas sejak menit awal. Gelandang muda Barcelona Fermin Lopez mengalami insiden mengerikan ketika wajahnya terkena sepatu kiper lawan, Juan Musso.
Lopez yang sedang berusaha menyundul bola harus menerima benturan keras dari kaki Musso yang keluar dari sarangnya. Sepatu sang kiper mengenai bagian wajah Lopez hingga menyebabkan darah mengucur deras dari hidung.
Dalam kondisi kesakitan, pemain berusia 22 tahun itu terlihat menutup wajahnya sambil berusaha menghentikan pendarahan menggunakan jersey-nya, tim medis juga segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama.
Meski mengalami cedera cukup serius, Lopez mampu kembali ke lapangan hanya dalam hitungan menit dengan kondisi yang sudah jauh lebih bersih. Menariknya, insiden itu tidak berujung hukuman bagi Musso. Sang kiper lolos tanpa sanksi dari wasit meski melakukan pelanggaran berbahaya.
Berbeda dengan Musso, bek Barcelona Eric Garcia menerima kartu merah pada menit ke-79 setelah melakukan pelanggaran terhadap Alexander Sorloth. Hal itu membuat Blaugrana harus bermain dengan 10 orang hingga laga usai.
Sebelumnya, pada leg pertama, Barcelona juga merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan kontroversial. Pau Cubarsi menerima kartu merah setelah intervensi VAR dan klaim penalti akibat dugaan handball Marc Pubill tidak dikabulkan oleh wasit.
Baca Juga: Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Kurniawan Dwi Yulianto Punya Kedekatan Unik!
Pemain sayap Barcelona Raphinha yang absen dalam dua pertandingan karena cedera, secara terbuka mengkritik keputusan-keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya dalam leg pertama dan kedua. “Ini berkaitan dengan kepemimpinan wasit, bagi saya, ini adalah pertandingan yang dicuri. Bukan hanya yang ini, tetapi juga yang lainnya” ujar Raphinha dikutip dari TNT Sports.
Raphinha juga menyoroti inkonsistensi wasit dalam memberikan kartu kepada pemain Atletico Madrid. “Saya pikir kepemimpinan wasit sangat buruk. Keputusan-keputusan yang diambilnya sulit dipercaya. Atletico melakukan entah berapa banyak pelanggaran, dan memang dinilai, tetapi tidak diberikan kartu kuning,” lanjut Raphinha.
Raphinha mengakui bahwa kesalahan wasit adalah hal yang manusiawi, tetapi ia menilai kesalahan yang terus berulang dalam dua pertandingan menjadi hal yang patut dipertanyakan.
“Ini terasa sulit, apalagi ketika Anda melihat bahwa kami harus melakukan tiga kali lebih banyak usaha untuk memenangkan pertandingan. Saya benar-benar ingin memahami ketakutan orang-orang ini terhadap Barcelona yang akan datang untuk menang, karena jika kesalahan terjadi dalam satu pertandingan, saya masih bisa memahaminya. Tetapi jika terjadi dalam dua pertandingan berturut-turut, menurut saya ini sangat menyesatkan,” tambah Raphinha.
Sementara itu, Juan Musso menanggapi kritik Raphinha yang menyebut kemenangan Atletico Madrid sebagai pemampokan adalah keliru.
“Anda sama sekali tidak bisa menyebut ini sebagai perampokan. Anda membuatnya seolah-olah ada penalti atau empat kartu merah. Kami menang di lapangan. Kami menang 2-0 saat bermain tandang. Dalam sepak bola, pelanggaran sebagai pemain terakhir juga memang berujung kartu merah,” kata Musso dikutip dari akun X jurnalis olahraga asal Italia Fabrizio Romano.
Di sisi lain, pelatih Barcelona Hansi Flick memilih untuk tidak terlalu memperpanjang polemik wasit. Meski mengakui timnya layak lolos, Flick meminta para pemain untuk menerima hasil dengan lapang dada. “Saya tidak ingin membicarakan itu karena kita tidak bisa mengubahnya. Kami harus menerima hasil ini,” kata Flick.
“Saya pikir kami layak berada di semifinal, tetapi kami harus menerima hasil ini. Kami menjalani rangkaian pertandingan yang sangat baik, dan saya bangga dengan para pemain saya,” tambah Flick.
Dengan hasil itu, Atletico Madrid melangkah ke babak berikutnya dan akan menghadapi pemenang antara Arsenal dan Sporting CP. Meski tersingkir dari Liga Champions, Barcelona masih tampil impresif di liga domestik dengan memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan sembilan poin atas Real Madrid.