← Beranda
Curhat Haru Andy Robertson Usai Berpisah dengan Liverpool, Kenang Debut Kontra Crystal Palace di Liga Inggris
M Shofyan Dwi KurniawanSabtu, 11 April 2026 | 03.41 WIB
Bek kiri Liverpool Andy Robertson. (Dok Liverpool FC)

JawaPos.com - Andy Robertson akhirnya mengonfirmasi bahwa dirinya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim nanti.

Bek kiri asal Skotlandia itu akan mengakhiri perjalanan panjangnya setelah hampir sembilan tahun membela The Reds. Selama waktunya di Anfield, Robertson menjadi salah satu pemain paling penting dalam era kebangkitan Liverpool bersama Jurgen Klopp.

Ia datang pada 2017 dari Hull City dengan nilai transfer sekitar £8 juta. Saat itu, tidak banyak yang menyangka Robertson akan berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia.

Namun, ia berhasil membuktikan semuanya. Hampir 400 pertandingan, dua gelar Premier League, satu Liga Champions, dan berbagai trofi lainnya menjadi bukti kontribusinya untuk Liverpool.

Melansir Liverpool.com, bagi banyak penggemar, Robertson sudah layak disebut legenda klub. Tetapi bagi dirinya sendiri, label itu terasa terlalu besar.

“Saya serahkan kepada orang lain untuk menilai apakah saya legenda Liverpool atau bukan – saya rasa Anda cukup mengenal saya sehingga saya tidak akan pernah menerima penilaian itu.”

Meski menolak disebut legenda, Robertson mengaku sangat bangga dengan semua yang telah ia capai bersama Liverpool.

“Namun sejak menit pertama saya bergabung dengan klub sepak bola ini, saya ingin sukses. Saya ingin mencoba membawa pulang trofi untuk klub sepak bola ini, mencoba membantu mengembalikan kami ke tempat yang menurut saya pantas ditempati klub sepak bola ini.”

“Saya sangat bangga telah menjadi bagian dari tim-tim fantastis yang mampu melakukan itu. Klub ini berarti segalanya bagi saya. Orang-orang di dalam klub ini sangat berarti bagi saya.”

Robertson juga mengenang momen debutnya bersama Liverpool melawan Crystal Palace, ketika para pendukung di Anfield langsung menyanyikan namanya.

“Para penggemar selalu menyukai saya. Saya selalu ingat debut saya melawan Crystal Palace ketika saya masih tergolong bukan siapa-siapa – jelas saya baru didatangkan dari Hull City, hanya dengan harga £8 juta.”

“Saya memainkan debut saya dan Kop sudah meneriakkan nama saya. Itu adalah momen yang sulit saya percayai.”

Namun Robertson juga bercanda soal awal kariernya yang sempat tersendat.

“Kemudian selama tiga bulan berikutnya saya tidak terlihat lagi, yang sangat mengingatkan saya pada Jurgen!”

Pada masa-masa awal di Liverpool, Robertson memang sempat kalah bersaing dari Alberto Moreno. Tetapi begitu mendapat kesempatan bermain reguler, ia tidak pernah benar-benar kehilangan tempatnya selama bertahun-tahun.

“Lalu, ketika saya menemukan kesempatan, itulah yang membuat saya terus maju saat itu, dan ketika saya mendapatkan kesempatan, saya hanya ingin membuat orang-orang di dalam klub ini dan para pendukung bangga dengan bek kiri yang mereka lihat tampil setiap minggu.”

Robertson juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung Liverpool.

“Sembilan tahun ini akan saya kenang dengan senyum lebar di wajah saya. Saya memang terkadang menjadi emosional,” pungkasnya.

Kini, dengan berkurangnya menit bermain setelah kedatangan Milos Kerkez, Robertson tampaknya merasa waktunya di Liverpool memang sudah mendekati akhir.

EDITOR: Hendra