JawaPos.com–Kabar menarik datang dari pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Juru taktik asal Kroasia itu memberikan sinyal positif terkait peluang putranya, Luka Hodak, untuk membela Timnas Malaysia.
Dalam pernyataannya, Bojan Hodak mengaku tidak akan menghalangi jika Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ingin memanggil Luka. Dia membuka pintu selebar-lebarnya bagi sang anak untuk mengejar peluang di level internasional, termasuk bersama skuad muda Malaysia.
Luka Hodak saat ini berusia 18 tahun dan tengah meniti karier di Eropa. Dia bermain untuk klub Kroasia, NK Trnje, yang dikenal sebagai salah satu tempat berkembangnya pemain muda potensial.
Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Muhammad Ferarri Segera Comeback, Bhayangkara FC Dapat Kabar Baik
Dengan posisi utama sebagai bek kanan, Luka dinilai memiliki prospek cerah jika terus mendapatkan menit bermain reguler. Menariknya, Luka memiliki latar belakang yang membuatnya memenuhi syarat untuk membela lebih dari satu negara.
Dia lahir di Kuala Lumpur, tepatnya di kawasan Damansara, saat sang ayah berkarir di Malaysia. Hal tersebut membuatnya berpeluang memperkuat Timnas Malaysia selain Kroasia.
Meski demikian, hingga saat ini Luka masih belum menentukan pilihan terkait masa depan internasionalnya. Dia masih memiliki opsi untuk membela Kroasia, negara asal ayahnya, yang juga memiliki tradisi kuat di sepak bola Eropa.
Baca Juga: Banjir Dukungan untuk Calonego, Gelandang Persija Tegaskan Komitmennya
Jika FAM bergerak cepat, Luka bisa menjadi tambahan kekuatan bagi Timnas Malaysia U-19. Apalagi, skuad muda Harimau Malaya dijadwalkan tampil dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 pada Agustus 2026.
Situasi ini pun menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara. Banyak yang menilai Malaysia berpotensi diuntungkan jika mampu meyakinkan Luka untuk bergabung. Di sisi lain, keputusan akhir tetap berada di tangan sang pemain.
Fenomena pemain diaspora seperti ini memang semakin umum dalam sepak bola modern. Negara-negara berlomba mencari talenta yang memiliki keterkaitan secara garis keturunan atau tempat lahir untuk memperkuat tim nasional mereka.
Kini, bola ada di tangan FAM. Apakah mereka akan bergerak cepat mengamankan jasa Luka Hodak, atau justru kehilangan kesempatan karena terlambat mengambil langkah?