← Beranda
Pengacara Espanyol Ajukan Pengaduan Baru Terhadap Barcelona soal Kasus Negreira
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 6 April 2026 | 20.41 WIB
Barcelona kembali mendapat tekanan dalam kasus Negreira setelah pengacara Espanyol mengajukan pengaduan baru ke Federasi Sepak Bola Spanyol. (Instagram/@jlaportaoficial)
 
 

 

JawaPos.com - Kasus Negreira kembali menghantui Barcelona. Saat klub sedang berusaha fokus membangun masa depan di atas lapangan, masalah lama ini kembali muncul dan berpotensi membuka babak baru yang lebih rumit. Kali ini, tekanan datang dari luar sistem peradilan.

Melansir Sport, pengacara Espanyol, Juan Luis Martín de Pozuelo, dilaporkan telah mengajukan pengaduan resmi kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol atau RFEF. Tujuannya adalah meminta federasi membuka penyelidikan etika dan olahraga terhadap Barcelona.

Dalam pengaduan tersebut, Barcelona disebut sebagai pihak yang terlibat bersama sejumlah mantan presidennya, termasuk Joan Laporta, Sandro Rosell, Josep Maria Bartomeu, dan Joan Gaspart.

Baca Juga: Alasan Lamine Yamal Marah di Laga Barcelona vs Atletico Madrid

Semua nama itu dikaitkan dengan pembayaran yang dilakukan kepada perusahaan yang terhubung dengan José María Enríquez Negreira.

Dokumen pengaduan itu disebut telah diajukan ke Komite Etika RFEF pada 1 April lalu. Bukan hanya itu, pengacara tersebut juga dikabarkan ingin membawa kasus ini ke UEFA dan FIFA agar penyelidikannya tidak berhenti di level nasional.

Kasus Negreira sendiri sudah lama menjadi salah satu isu paling sensitif bagi Barcelona.

Menurut tuduhan yang beredar, pembayaran yang dilakukan klub kepada perusahaan terkait Negreira mencapai lebih dari 8 juta euro dan berlangsung dalam rentang waktu 2001 hingga 2018.

Baca Juga: Reaksi Hansi Flick setelah Kemenangan Dramatis Barcelona atas Atletico Madrid

Pihak Barcelona selama ini selalu membantah adanya pelanggaran.

Mereka menegaskan bahwa pembayaran tersebut dilakukan untuk jasa profesional berupa laporan teknis mengenai wasit dan hal-hal terkait pertandingan. Namun pihak pelapor menilai penjelasan itu tidak masuk akal.

Mereka berpendapat bahwa jumlah uang yang dikeluarkan terlalu besar jika hanya untuk layanan konsultasi teknis biasa.

Pengaduan terbaru ini juga disebut mengutip beberapa putusan pengadilan sebelumnya, termasuk perintah dari pengadilan investigasi pada Oktober 2023, untuk memperkuat dorongan agar RFEF membuka penyelidikan etika.

Baca Juga: Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Unggul Tujuh Poin atas Real Madrid

Situasi ini membuat posisi Barcelona kembali berada di bawah sorotan. Bukan hanya soal potensi hukuman, tetapi juga soal citra klub di level internasional. Jika kasus ini benar-benar dibawa ke UEFA dan FIFA, tekanan terhadap Barcelona bisa menjadi jauh lebih besar.

Meski begitu, pihak Barcelona tetap mempertahankan sikap mereka. Klub Catalan itu masih meyakini bahwa semua pembayaran yang dilakukan sah dan profesional. Mereka juga percaya bahwa kasus ini lebih merupakan kampanye untuk menyerang nama baik klub dibanding bukti adanya pelanggaran serius.

Namun selama kasus ini belum benar-benar selesai, Barcelona tampaknya harus terus hidup dengan bayang-bayang Negreira yang belum juga hilang.

EDITOR: Edi Yulianto