← Beranda
Alasan Lamine Yamal Marah di Laga Barcelona vs Atletico Madrid
M Shofyan Dwi KurniawanSenin, 6 April 2026 | 19.31 WIB
Hansi Flick mengungkap alasan di balik ekspresi frustrasi Lamine Yamal usai kemenangan Barcelona atas Atletico Madrid. (Instagram/@beesport_official)
 
 

 

JawaPos.com - Lamine Yamal menjadi sorotan usai kemenangan penting Barcelona atas Atletico Madrid. Bukan karena gol atau assist, melainkan karena ekspresi frustrasinya setelah pertandingan berakhir.

Remaja berbakat Barcelona itu terlihat marah dan enggan berbicara dengan Hansi Flick saat berjalan menuju ruang ganti. Momen tersebut langsung memunculkan banyak pertanyaan soal apa yang sebenarnya terjadi.

Hansi Flick sendiri mengakui bahwa Yamal memang sedikit kesal setelah pertandingan.

"Lamine Yamal sudah berusaha semaksimal mungkin: dia menggiring bola, dia menyerang, tetapi dia tidak mencetak gol."

Baca Juga: Reaksi Hansi Flick setelah Kemenangan Dramatis Barcelona atas Atletico Madrid

"Dia agak kesal karena itu pertandingan yang penuh emosi, tapi itu wajar. Sekarang dia sudah kembali ke ruang ganti dan baik-baik saja."

Pernyataan Flick itu menunjukkan bahwa rasa frustrasi Yamal kemungkinan besar muncul karena ia gagal mencetak gol, meski tampil sangat aktif sepanjang pertandingan.

Yamal memang terlihat terus mencoba membuat perbedaan di lini depan Barcelona. Ia berulang kali menusuk pertahanan Atletico Madrid, melakukan dribel, melepaskan tembakan, dan menciptakan peluang.

Namun pada akhirnya, semua usaha itu belum cukup untuk membuat namanya masuk papan skor. Selain karena gagal mencetak gol, ada juga teori lain yang berkembang soal penyebab kemarahannya.

Baca Juga: Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Unggul Tujuh Poin atas Real Madrid

Melansir Barca Blaugranes, beberapa laporan menyebut bahwa Yamal mungkin merasa kewalahan dengan terlalu banyak instruksi yang diterimanya selama pertandingan.

Ia terlihat sempat memberi gestur ke arah staf pelatih dan berbicara dengan José Ramón de la Fuente, pelatih kiper Barcelona yang juga ikut menangani bola mati dan strategi tim.

Diduga, terlalu banyak arahan di tengah tensi pertandingan membuat Yamal sedikit kehilangan fokus dan merasa frustrasi. Belum lagi, suasana pertandingan juga disebut cukup panas.

Baca Juga: Sepakat dengan Diego Simeone, Bek Atletico Madrid Sebut Pemain Barcelona Harusnya Dikartu Merah!

Beberapa video di media sosial memperlihatkan adanya hinaan yang diarahkan kepada Yamal dari tribune penonton sepanjang laga berlangsung. Jika benar, hal itu tentu bisa menambah emosi pemain berusia muda seperti dirinya.

Meski begitu, satu hal yang pasti: kemarahan Yamal tidak mengubah fakta bahwa ia tetap menjadi salah satu pemain terbaik Barcelona di pertandingan tersebut.

Ia menutup laga sebagai pemain Barcelona dengan jumlah tembakan terbanyak, peluang tercipta terbanyak, dribel sukses terbanyak, dan percobaan umpan silang terbanyak.

Jadi walaupun ia meninggalkan lapangan dengan wajah kesal, performanya tetap menunjukkan bahwa Yamal masih menjadi salah satu senjata paling berbahaya Barcelona saat ini.

EDITOR: Edi Yulianto