← Beranda
Terakhir Kali Saat Sedang Perang Lawan Iran! Irak Kembali Mentas di Piala Dunia Setelah 4 Dekade
AntaraRabu, 1 April 2026 | 20.22 WIB
Timnas Irak. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Tim nasional Irak lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menanti selama 40 tahun untuk tampil kembali di turnamen empat tahunan tersebut, dikutip dari ANTARA.

Dikutip dari laman FIFA, Rabu, Irak merebut tiket terakhir ke Piala Dunia 2026 seusai menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1 pada final play-off interkonfederasi di Stadion Monterrey, Kanada, Rabu pagi WIB.

Baca Juga: Sempat Menghilang 40 Hari! Bruno Paraiba Diragukan Tampil Bela Persebaya Surabaya Lawan Persita Tangerang

Irak terakhir kali berlaga di Piala Dunia pada tahun 1986, yang menjadi debut mereka di turnamen tersebut, namun sang "Singa dari Mesopotamia" tidak mampu lolos dari fase grup. Di tahun tersebut, Irak sendiri juga sedang berperang melawan Iran yang berlangsung pada 1980-1988.

Pada pertandingan versus Bolivia, Irak unggul cepat pada menit ke-10 lewat gol Ali Alhamadi.

Bolivia menyamakan kedudukan lewat Moises Paniagua 28 menit kemudian. Akan tetapi, setelah turun minum, gol Aymen Hussein (53') membawa Irak memenangi pertandingan itu dengan skor 2-1.

Baca Juga: Italia Hattrick Cuma jadi Penonton Piala Dunia, Gattuso: Ini Menyakitkan!

Dengan demikian, ada sembilan negara yang mewakili Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Piala Dunia 2026. Selain Irak, ada Iran, Jepang, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, Uzbekistan, dan Australia.

Di antara negara-negara tersebut, ada dua yang akan menjalani debut di Piala Dunia yaitu Yordania dan Uzbekistan.

Di Piala Dunia 2026, Irak bergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia yang semua pertandingannya digelar di Amerika Serikat.

Baca Juga: Sudah Kebobolan 30 Gol! Bernardo Tavares Nekat Ubah Gaya Bertahan Persebaya Surabaya

Laga perdana Irak di Piala Dunia 2026 berlangsung pada 16 Juni waktu setempat menghadapi Norwegia.

Piala Dunia 2026 dilaksanakan di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli.

EDITOR: Banu Adikara