← Beranda
Tangis Gennaro Gattuso Pecah! Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia 2026, Pesan Terakhirnya Bikin Hati Teriris
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 1 April 2026 | 14.46 WIB
Ekspresi Gennaro Gattuso usai Timnas Italia kalah dramatis dari Bosnia di babak play-off Piala Dunia 2026. (Dok. FIGC)

JawaPos.com — Kegagalan Timnas Italia menembus Piala Dunia 2026 menghadirkan luka lama yang kembali terbuka. Dalam momen penuh emosi, Gennaro Gattuso menyampaikan pesan terakhir yang menggambarkan betapa berat beban yang ia tanggung sebagai pelatih.

Italia dipastikan absen dari panggung terbesar sepak bola dunia setelah kalah dramatis dari Bosnia and Herzegovina. Duel yang berlangsung di Zenica Stadium, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB itu berakhir lewat adu penalti dengan skor 4-1.

Baca Juga: Tragedi Berulang! Timnas Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia 2026, Kutukan Azzurri Belum Berakhir

Hasil ini menjadi tamparan keras bagi publik sepak bola Italia. Untuk ketiga kalinya secara beruntun, mereka gagal lolos ke Piala Dunia setelah sebelumnya juga absen pada edisi 2018 dan 2022.

Gattuso tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai pertandingan. Ia mengakui hasil ini terasa tidak adil, meski dirinya tetap menghargai perjuangan para pemain di lapangan.

"Saya tidak ingin membicarakan apa pun, tetapi hari ini tidak adil," ujar Gattuso. "Saya telah berkecimpung di dunia sepak bola selama bertahun-tahun, terkadang saya bersukacita dan hari ini saya menerima pukulan."

Pernyataan tersebut mencerminkan betapa dalam luka yang dirasakan mantan pemain AC Milan itu. Ia bahkan mengaku sulit mencerna kenyataan pahit yang kembali menimpa tim asuhannya.

"Sulit untuk mencerna ini, mereka juga mengejutkan saya karena hati yang mereka masukkan ke dalamnya," lanjut Gattuso. "Mari kita bicara untuk kesekian kalinya bahwa kita tidak pergi ke Piala Dunia."

Meski gagal, Gattuso tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Ia merasa bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan sepanjang pertandingan.

"Saya minta maaf karena saya tidak berhasil, tetapi anak-anak membuat saya terkesan hari ini," tegasnya. Permintaan maaf itu menjadi bukti tanggung jawab besar yang ia rasakan sebagai pelatih.

Baca Juga: Diplomasi Bola Makin Serius! Persib Bandung Jadi Senjata Baru Indonesia di Panggung Dunia Bersama Kemenlu RI

Gattuso sendiri baru menangani Timnas Italia sejak 15 Juni 2025. Namun, kegagalan ini langsung memunculkan spekulasi terkait masa depannya bersama Gli Azzurri.

Menanggapi hal tersebut, Gattuso memilih untuk tidak membahas masa depannya. Ia menegaskan fokus utama seharusnya adalah kegagalan tim lolos ke Piala Dunia, bukan nasib pribadinya.

"Hari ini berbicara tentang masa depan saya tidak penting, penting untuk pergi ke Piala Dunia," ujarnya. "Kami mempertahankan penampilan ini, tetapi itu menyakitkan dan saya minta maaf."

Pertandingan sendiri berjalan sengit sejak awal. Italia sempat membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Moise Kean pada menit ke-15.

Namun, keunggulan itu tak bertahan hingga akhir laga. Bosnia berhasil menyamakan kedudukan lewat Haris Tabakovic pada menit ke-79, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Situasi Italia semakin sulit setelah kehilangan satu pemain. Alessandro Bastoni harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah pada menit ke-42.

Bermain dengan 10 orang membuat Italia kesulitan mengontrol permainan. Meski begitu, mereka tetap mampu bertahan hingga babak tambahan usai dengan skor imbang 1-1.

Laga akhirnya ditentukan melalui adu penalti, di mana Bosnia tampil lebih efektif. Empat penendang mereka sukses menjalankan tugas dengan sempurna tanpa kesalahan.

Nama-nama seperti Benjamin Tahirovic, Tabakovic, Kerim Alajbegovic, dan Esmir Bajraktarevic menjadi penentu kemenangan.

Sebaliknya, Italia justru tampil di bawah tekanan saat adu penalti. Hanya Sandro Tonali yang mampu mencetak gol dari titik putih. Eksekusi Pio Esposito gagal menemui sasaran. Sementara tendangan Bryan Cristante hanya membentur mistar gawang.

Kegagalan ini menambah daftar panjang tragedi sepak bola Italia dalam beberapa tahun terakhir. Negara dengan sejarah besar di Piala Dunia kini justru kesulitan menembus turnamen tersebut.

Situasi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan besar. Mulai dari regenerasi pemain hingga arah kebijakan sepak bola Italia ke depan kini menjadi sorotan tajam.

Bagi Gattuso, malam itu bukan sekadar kekalahan biasa. Itu adalah momen refleksi, penyesalan, sekaligus titik balik yang bisa menentukan masa depan kariernya.

Di tengah kritik yang mulai bermunculan, satu hal yang pasti: luka ini akan membekas lama. Italia kembali harus menunggu lebih lama untuk menghapus trauma kegagalan di panggung dunia.

EDITOR: Hendra