JawaPos.com - Kosovo berada di ambang sejarah besar dalam perjalanan sepak bolanya. Tim nasional yang relatif muda itu kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan tempat di putaran final Piala Dunia FIFA 2026.
Laga penentuan akan berlangsung saat Kosovo menghadapi Tim nasional sepak bola Turki dalam partai play-off.
Bermain di Stadion Fadil Vokrri, Pristina, Kosovo dipastikan mendapat dukungan penuh dari publik sendiri.
Antusiasme suporter begitu tinggi. Kapasitas stadion yang hanya sekitar 13 ribu penonton diprediksi tak akan mampu menampung besarnya minat masyarakat.
Baca Juga: Daya Jelajah Catur Pamungkas Tembus 225 KM: Kawal Sisi Kanan Persebaya Sejauh Surabaya–Semarang!
Atmosfer pertandingan diyakini akan menjadi salah satu faktor penting bagi tuan rumah.
Pelatih Kosovo, Franco Foda, menegaskan timnya harus tetap tenang meski sedang diliputi euforia. Ia tak ingin para pemain kehilangan fokus di momen krusial ini.
Kosovo melaju ke final play-off setelah meraih kemenangan dramatis 4-3 atas Tim nasional sepak bola Slovakia. Hasil tersebut memperpanjang tren positif mereka dalam beberapa laga terakhir.
Meski secara peringkat masih berada di bawah Turki, Kosovo menunjukkan perkembangan pesat. Tim ini mampu bangkit setelah sempat kalah telak dari Tim nasional sepak bola Swiss di awal kualifikasi.
Baca Juga: Kebangkitan Motorsport Italia 2026: Bezzecchi, Antonelli, dan Bulega Kuasai Dunia
Sejak saat itu, performa Kosovo meningkat signifikan. Mereka sukses meraih kemenangan penting, termasuk saat menghadapi Tim nasional sepak bola Swedia dan hasil positif melawan Tim nasional sepak bola Slovenia.
Di atas kertas, Turki memang lebih diunggulkan. Namun Kosovo kerap tampil sebagai tim kuda hitam yang sulit diprediksi. Bermain di kandang sendiri memberi mereka peluang besar untuk menciptakan kejutan.
Jika berhasil lolos, Kosovo akan tergabung di Grup D dan menghadapi tim-tim seperti Australia, Paraguay, dan Amerika Serikat. Ini akan menjadi debut mereka di panggung sepak bola terbesar dunia.
Perjalanan Kosovo menuju titik ini tidak mudah. Mereka baru diakui secara resmi oleh FIFA dan UEFA pada 2016. Sebelumnya, mereka bahkan belum memiliki pengalaman di ajang kualifikasi besar.
Kini, hanya dalam waktu kurang dari satu dekade, Kosovo berpeluang mencatat sejarah. Lebih dari sekadar hasil pertandingan, pencapaian ini menjadi simbol kebangkitan dan kebanggaan nasional.
Bagi masyarakat Kosovo, sepak bola bukan hanya soal permainan. Ini adalah cara untuk menunjukkan identitas dan eksistensi mereka di panggung dunia.