← Beranda
Portugal Tanpa Cristiano Ronaldo Hadapi Meksiko dan AS, Roberto Martinez Siapkan Eksperimen
Julio SipahutarRabu, 25 Maret 2026 | 23.26 WIB
Pemain Timnas Portugal. (Dok. X/@bt3)

 JawaPos.com - Pelatih tim nasional Portugal, Roberto Martinez, bersiap melakukan eksperimen taktik menjelang laga uji coba melawan Meksiko dan Amerika Serikat. Langkah ini terpaksa diambil menyusul absennya penyerang utaman Al Nassr, Cristiano Ronaldo, akibat cedera otot.

Selama ini, berkembang wacana di kalangan pencinta sepak bola bahwa Selecao das Quinas justru mampu tampil lebih kolektif tanpa kehadiran Ronaldo.

Kini, hanya tiga bulan sebelum putaran final Piala Dunia keenamnya dimulai, Martinez harus membuktikan hipotesis tersebut. Ia akan memimpin skuadnya melangkah ke "ruang gelap" tanpa sang kapten saat menghadapi dua tim tuan rumah Amerika Utara.

Baca Juga: Bek Arsenal Riccardo Calafiori Ungkap Kedekatan dengan Gennaro Gattuso Jelang Laga Krusial Timnas Italia di Piala Dunia 2026

"Piala Dunia tidak berisiko baginya. Ini hanya cedera otot ringan. Dia akan kembali dalam satu atau dua pekan, ini bukan periode yang lama. Dia telah menunjukkan kondisi fisik yang optimal," ujar Martinez dikutip melalui laman Marca, Rabu (25/3).

Meski Portugal pernah menang telak saat Ronaldo absen melawan Armenia di kualifikasi lalu, statistik mencatat kontribusi sang megabintang tetap krusial. Sebelum pekan terakhir kualifikasi, Ronaldo menyumbang lima dari total 11 gol yang dicetak Portugal.

"Ia adalah elemen kunci bagi kami. Cristiano merupakan kapten teladan. Hasrat dan pengalamannya menginspirasi semua orang serta menjaga kohersi tim, terutama dalam laga-laga sulit," ucap Martinez.

Krisis Lini Depan

Pernyataan Martinez sekaligus menegaskan pilihannya untuk tetap mengandalkan Ronaldo, berbeda dengan langkah pendahulunya, Fernando Santos, yang sempat memarkir sang pemain di Piala Dunia Qatar demi memberikan panggung bagi Goncalo Ramos.

Namun, Ramos sendiri tengah mengalami periode sulit di Paris Saint-Germain. Meskipun mencatatkan 10 gol dalam 22 laga bersama timnas, ia sulit menembus skuad utama pilihan Luis Enrique di level klub. Musim ini, Ramos hanya 12 kali menjadi starter dari 38 pertandingan.

Baca Juga: Lionel Messi Lampaui Rekor Pele, Torehkan 71 Gol Tendangan Bebas Bersejarah di Inter Miami CF

Situasi ini menyingkap tabir masalah regenerasi di lini serang Portugal. Di tengah kelimpahan talenta di lini tengah dan belakang, Portugal seakan kehilangan sentuhan dalam mencetak penyerang tengah kelas dunia.

Nama-nama seperti Andre Silva, Vitinha, hingga Fabio Silva belum mampu memenuhi ekspektasi. Sementara itu, talenta muda Anisio Cabral masih dalam tahap pematangan di bawah asuhan Jose Mourinho di Benfica.

Panggilan untuk Paulinho

Kondisi semakin pelik setelah Rafael Leao juga dibekap cedera. Tanpa banyak pilihan untuk posisi nomor 9, Martinez akhirnya memanggil kembali Paulinho.

Penyerang yang kini merumput bersama Toluca di Meksiko tersebut merupakan sosok pembeda di Liga MX dengan koleksi 54 gol dari 80 laga. Namun, pemanggilannya mengejutkan banyak pihak mengingat ia terakhir kali membela timnas pada November 2020.

"Ini adalah mimpi. Setiap pemain ingin membela negaranya, apalagi dalam skuad sekaliber Portugal. Tidak lazim bagi tim nasional memanggil pemain yang berkompetensi di benua yang sangat jauh," tutur Paulinho yang baru mengoleksi tiga caps internasional tersebut.

Di atas kertas, Paulinho akan bersaing dengan Goncalo Ramos untuk memperebutkan posisi utama. Bagi Martinez, absennya Ronaldo yang memegang rekor 143 gol internasional adalah momentum krusial untuk menguji alternatif strategi sebelum genderang Piala Dunia resmi ditabuh.

EDITOR: Hendra