JawaPos.com–Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) menyatakan akan mengambil langkah hukum terkait pembatalan gelar juara Piala Afrika 2026 milik timnas Senegal setelah dinyatakan kalah 0-3 atas Maroko di laga final.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkan kemenangan Senegal (1-0) di partai final melawan Maroko. CAF menerima banding dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) terkait tindakan keluar lapangan yang dilakukan para pemain Senegal pada partai final.
”Dewan Banding CAF memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Peraturan Piala Afrika CAF (AFCON), Tim Nasional Senegal dinyatakan kalah dalam Pertandingan Final TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations (AFCON) Maroko 2025, dengan hasil Pertandingan tercatat 3–0 untuk Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF),” tulis pernyataan resmi CAF dikutip dari laman federasi.
Baca Juga: Bayern Munchen Ajukan Dispensasi demi Turunkan Kiper 16 Tahun di Laga Liga Champions
Keputusan yang dinilai kontroversi tersebut membuat Federasi Sepak Bola Senegal berang. Mereka mengecam keputusan yang tidak adil dan mengatakan bahwa belum pernah terjadi sebelumnya kejadian seperti ini.
Dalam keterangan resmi yang diunggah melalui laman sosial media federasi, FSF akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
”Untuk membela hak-haknya dan kepentingan sepak bola Senegal, Federasi akan segera mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne,” tulis pernyataan tersebut.
Baca Juga: Pujian Leandro Trossard untuk Gol Spektakuler Eberechi Eze saat Arsenal Tumbangkan Bayer Leverkusen
Pada bagian akhir pernyataan tersebut, FSF berkomitmen menjaga nilai-nilai integritas dan keadilan olahraga, serta akan terus memberi informasi mengenai perkembangan dalam masalah ini kepada publik.