JawaPos.com - Mantan penyerang sekaligus eks direktur olahraga Real Madrid, Predrag Mijatovic, melontarkan penilaian yang sangat jujur terkait kekalahan mengejutkan Real Madrid di Copa del Rey saat disingkirkan Albacete.
Alih-alih menjadi momentum kebangkitan di era baru Alvaro Arbeloa, laga tersebut justru memperdalam krisis yang kini melanda klub ibu kota Spanyol itu.
Tersingkirnya Madrid dari Copa del Rey jelas bukan insiden yang berdiri sendiri. Dalam rentang waktu hanya empat hari, Los Blancos mengalami serangkaian pukulan berat: kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol, memecat Xabi Alonso, lalu tersingkir secara memalukan dari Copa del Rey.
Penilaian Langsung dari Mijatovic
Melansir Defensa Central, berbicara soal situasi tersebut, Mijatovic menjelaskan dengan lugas bagaimana Real Madrid, menurutnya, membiarkan diri mereka terjebak dalam kondisi ini.
“Dalam empat hari, Real Madrid telah kehilangan dua gelar dan seorang pelatih. Pertandingan ini datang setelah kalah di Piala Super dari rival abadi mereka,” ungkap sang mantan penyerang.
“Saat pelatih diganti, para pemain mengira mereka bermain melawan tim yang lebih lemah, bahwa mereka akan bermain santai, dan terjadilah hal ini.”
“Dalam situasi ini, satu-satunya orang yang dapat mengubah jalannya peristiwa bukanlah pelatih atau presiden. Melainkan para pemain. Tidak ada cara lain untuk memperbaikinya,” kata mantan pemain sepak bola itu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa, di mata Mijatovic, akar masalah Madrid saat ini tidak semata-mata terletak pada pergantian pelatih atau keputusan manajemen, melainkan pada mentalitas dan tanggung jawab para pemain di lapangan.
Masalah Utama: Tak Ada Pemimpin
Mijatovic kemudian menggali lebih dalam dan menunjuk satu persoalan yang ia anggap paling mengkhawatirkan: ketiadaan figur pemimpin sejati di dalam tim.
“Saya akan lebih tenang jika ada Kroos, Modric, Ramos, seorang pemimpin, pemain senior di ruang ganti yang, pada saat tertentu, akan mengajak para pemain muda berbicara empat mata dan mencoba mengubah keadaan.”
Baca Juga: Tampil Buruk Saat Real Madrid Dikalahkan Albacete, Dua Pemain Ini Terancam Dijual
Ia menutup penilaiannya dengan nada yang cukup suram.
“Saat ini, ini adalah tim yang tidak memiliki pemimpin khusus, terlepas dari apa yang dipikirkan Xabi atau Arbeloa.”
“Dalam semua pertandingan di mana Madrid memberikan kesan seperti ini, saya merasa kehilangan sosok seperti itu. Jika mereka tidak menemukannya, kita akan menghadapi banyak masalah.”
Bagi Mijatovic, pesan itu jelas: tanpa sosok pemimpin yang mampu menarik tim keluar dari situasi sulit, Real Madrid berisiko terus terjebak dalam krisis, siapa pun yang duduk di kursi pelatih.