← Beranda
Dari yang Terburuk hingga Terbaik: 6 Daftar Peringkat Pelatih Manchester United Setelah Era Sir Alex Ferguson
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 7 Januari 2026 | 20.38 WIB
Ruben Amorim (Bein Sports)

JawaPos.com - Jabatan pelatih Manchester United selalu identik dengan intrik, tekanan, dan ekspektasi yang nyaris mustahil. Namun, sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan Old Trafford pada 2013, kursi panas itu terasa jauh lebih beracun dibanding era sebelumnya. 

Mencoba meniru 26 tahun kejayaan penuh trofi milik sang legenda Skotlandia jelas bukan pekerjaan ringan.

Enam manajer permanen telah ditunjuk sejak Ferguson pensiun, dan tidak satu pun yang benar-benar bisa disebut sukses total. 

Bahkan di periode terbaik sekalipun, selalu ada fase kehancuran yang membuat Manchester United kembali terperosok.

Ruben Amorim menjadi korban terbaru dari tekanan tanpa henti serta dinamika internal klub yang rumit. Setelah pemecatannya, Setan Merah lagi-lagi kembali ke titik nol.

Melansir Sports Illustrated, dengan mempertimbangkan performa, hasil, dan warisan yang ditinggalkan, berikut peringkat pelatih Manchester United pasca Ferguson—dari yang terburuk hingga yang paling mendekati kata “cukup berhasil”.

6. Ruben Amorim

Ruben Amorim menjalani masa pemerintahan yang penuh bencana selama 14 bulan.
Jumlah pertandingan yang ditangani: 63
Persentase kemenangan: 39,68%
Trofi yang diraih: 0

Angka-angka ini sudah cukup berbicara. Persentase kemenangan di bawah 40%, finis terendah dalam sejarah Premier League klub, dan nihil trofi membuat era Amorim sulit dibela. 

Ketidakfleksibelan taktik dan gaya komunikasinya yang blak-blakan membuatnya membutuhkan hasil instan agar mendapat dukungan publik. 

Sayangnya, performa tim justru kian terpuruk. Amorim mungkin mewarisi kekacauan, tetapi hasil yang ditampilkan terlalu buruk untuk bisa ditoleransi lebih lama.

Baca Juga: Bruno Moreira Antusias Digembleng Keras Bernardo Tavares! Modal Bagus Persebaya Surabaya Jelang Lawan Malut United!

5. David Moyes

David Moyes bahkan tidak bertahan satu musim penuh.
Jumlah pertandingan yang ditangani: 51
Persentase kemenangan: 50,98%
Trofi yang diraih: 1

Datang sebagai “The Chosen One”, Moyes justru terlihat tenggelam sejak awal. Dipilih langsung oleh Ferguson, ekspektasi tinggi langsung menghantam pelatih yang sebelumnya stabil bersama Everton. 

Community Shield memang diraih, tetapi setelah itu segalanya runtuh. Kekalahan memalukan di liga dan piala membuat Moyes dipecat sebelum musim berakhir. United finis ketujuh—posisi terendah mereka saat itu—dan era transisi dimulai dengan pengalaman pahit.

4. Erik Ten Hag

Erik ten Hag dicemooh selama masa jabatannya.
Jumlah pertandingan yang ditangani: 128
Persentase kemenangan: 56,25%
Trofi yang diraih: 2

Secara statistik, Ten Hag adalah salah satu pelatih paling sukses pasca Ferguson. Dua trofi domestik dan finis ketiga di musim debutnya sempat membangkitkan optimisme. 

Namun, sepak bola bukan sekadar angka. Musim kedua menjadi mimpi buruk: performa menurun drastis, kampanye Eropa berantakan, dan finis kedelapan di liga menutup harapan jangka panjang. 

Trofi Piala FA menjadi penolong sesaat sebelum akhirnya ia dipecat tak lama setelah musim berikutnya dimulai.

3. Louis van Gaal

Louis van Gaal memimpin lebih dari seratus pertandingan untuk United.
Jumlah pertandingan yang ditangani: 103
Persentase kemenangan: 52,43%
Trofi yang diraih: 1

Van Gaal datang dengan reputasi besar, tetapi awalnya penuh kegagalan, termasuk kekalahan telak dari MK Dons. Meski sempat membawa United kembali ke Liga Champions, performa di Eropa dan gaya bermain yang kaku membuatnya terus dikritik. 

Ironisnya, ia justru dipecat tak lama setelah mempersembahkan Piala FA. Era Van Gaal dikenang sebagai periode penuh struktur, tetapi minim kesenangan.

2. Ole Gunnar Solskjær

Ole Gunnar Solskjær tetap menjadi legenda United.
Jumlah pertandingan yang ditangani: 168
Persentase kemenangan: 54,76%
Trofi yang diraih: 0

Solskjær mungkin tidak mempersembahkan trofi, tetapi ia mengembalikan “vibe” di Old Trafford. Comeback ikonik, kemenangan besar atas rival, dan suasana positif membuat fans kembali menikmati sepak bola United. 

Namun, keterbatasan taktik dan inkonsistensi performa akhirnya menjadi batas. Tanpa trofi, masa jabatannya berakhir, meski meninggalkan kenangan yang relatif manis dibanding era lain.

1. José Mourinho

Manchester United memenangkan dua trofi besar di bawah asuhan José Mourinho.
Jumlah pertandingan yang ditangani: 144
Persentase kemenangan: 58,33%
Trofi yang diraih: 3

Di atas kertas—dan mungkin juga dalam realitas—Mourinho adalah yang terbaik pasca Ferguson. Ia datang dengan mental juara dan langsung menepati janji: trofi. 

Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa diraih di musim debutnya. Finis kedua di liga pada musim berikutnya bahkan disebut Mourinho sebagai “pencapaian terbesarnya”. 

Meski sepak bola yang ditampilkan kerap membosankan dan hubungannya dengan klub memburuk, hasil akhirnya tetap paling konkret.

Jika dinilai dengan kriteria sederhana—trofi dan daya saing—era Mourinho mungkin adalah yang paling mendekati standar Manchester United. 

Tidak sempurna, jauh dari kata sukses besar, tetapi sejauh ini, itulah yang terbaik yang pernah mereka dapatkan setelah Sir Alex Ferguson.

 

EDITOR: Banu Adikara