← Beranda
Skandal Match Fixing Guncang A-League, Empat Pemain Termasuk Eks Timnas Selandia Baru Dihukum Berat
Andre Rizal HanafiSenin, 22 Desember 2025 | 04.47 WIB
Kearyn Baccus menjadi salah satu pemain yang kena sanksi di A-League. (instagram)
 

JawaPos.com - Asosiasi Sepak Bola Australia (Football Australia) resmi menjatuhkan sanksi tegas kepada empat pemain yang terbukti terlibat praktik pengaturan skor atau match fixing di kompetisi Liga Australia.

Keputusan ini diumumkan setelah proses investigasi panjang yang melibatkan berbagai pihak dan menegaskan komitmen federasi dalam menjaga integritas kompetisi.

Empat pemain yang dijatuhi hukuman tersebut adalah Clayton Lewis, Riku Danzaki, Yuta Hirayama, dan Kearyn Baccus.

Dari hasil penyelidikan, keempatnya dinyatakan melanggar kode etik dan regulasi disiplin karena terlibat langsung dalam upaya memengaruhi hasil pertandingan.

Clayton Lewis dan Kearyn Baccus menerima sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama lima tahun.

Sementara itu, hukuman lebih berat dijatuhkan kepada Riku Danzaki dan Yuta Hirayama yang dibanned selama tujuh tahun.

Sanksi ini berlaku untuk seluruh kegiatan sepak bola profesional, baik sebagai pemain, ofisial, maupun peran lain di bawah naungan asosiasi sepak bola Australia.

Nama Clayton Lewis menjadi sorotan utama karena statusnya sebagai pemain Timnas Selandia Baru.

Gelandang serang berusia 28 tahun itu terakhir bermain untuk Macarthur FC pada musim 2023/2024.

Lewis tercatat memperkuat tim nasional Selandia Baru sejak 2015 hingga 2024 dengan koleksi 27 caps dan satu gol. Hukuman lima tahun ini praktis menjadi pukulan besar bagi kariernya yang masih berada di usia produktif.

Riku Danzaki, gelandang serang asal Jepang berusia 25 tahun, juga harus menelan konsekuensi berat.

Pemain yang terakhir memperkuat Western United pada periode 2023–2025 ini tampil cukup reguler dengan catatan 49 penampilan dan enam gol.

Namun, keterlibatannya dalam kasus ini membuat masa depannya di sepak bola Australia, bahkan internasional, berada di ujung tanduk.

Sementara itu, Yuta Hirayama, penyerang asal Jepang berusia 27 tahun, saat ini berstatus tanpa klub.

Ia terakhir tercatat membela Bays Argonouts. Meski tak lagi bermain di level tertinggi, Asosiasi sepak Bola Australia tetap menjatuhkan hukuman tujuh tahun sebagai bentuk penegasan bahwa pelanggaran integritas tidak mengenal status pemain.

Nama terakhir adalah Kearyn Baccus, gelandang asal Australia berusia 34 tahun.

Baccus terakhir bermain untuk Macarthur FC pada periode 2022–2024 dengan torehan 44 penampilan dan satu gol. Kini tanpa klub, sanksi lima tahun tersebut berpotensi mengakhiri karier profesionalnya.

Football Australia menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku sepak bola.

Federasi berharap hukuman ini bisa menjadi efek jera dan menjaga kepercayaan publik terhadap A-League sebagai kompetisi profesional yang bersih dan berintegritas.

EDITOR: Edi Yulianto