JawaPos.com - Marc Cucurella menjadi salah satu pemain paling menonjol saat Chelsea menumbangkan FC Barcelona 3-0 di Liga Champions awal pekan ini. Bagi bek kiri berusia 27 tahun itu, laga tersebut bukan sekadar pertandingan besar melainkan momen pembuktian.
Seperti diberitakan sebelumnya, Cucurella memang menandai duel melawan Barcelona dengan tinta merah. Wajar saja, mengingat ia pernah menghabiskan beberapa tahun di La Masia dan tim Barcelona B, namun nyaris tak mendapat kesempatan untuk menembus tim utama.
Melansir SPORT, dalam program 'Informe Plus' berjudul “Cucu… Cucurella” yang tayang 1 Desember, sang bek mengenang masa-masa sulitnya di Barcelona.
"Tidak diberi kesempatan itu sedikit menyakitkan. Saya merasa sedih karenanya, tetapi itu membuat saya jauh lebih berkembang," ujar Cucurella.
Ia melanjutkan refleksinya dengan nada optimistis.
"Semua yang telah saya capai selama ini, mungkin, jika keputusannya berbeda, saya tidak akan mencapai semua yang saya miliki sekarang,” tambahnya.
Bersama Chelsea, Cucurella kini tampil sebagai salah satu bek kiri paling konsisten dan berpengaruh, sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan kesempatan untuk tunjukkan di Camp Nou.
Baca Juga: Chelsea Siap Perpanjang Kontrak Marc Cucurella di Tengah Tawaran dari Al-Nassr
Gerard Lopez Ikut Angkat Bicara
Dalam pratinjau program yang sama, mantan pelatih Barcelona B, Gerard Lopez, juga memberikan pandangan soal perjalanan Cucurella di klub.
"Dalam rapat klub, rapat perencanaan, dan rapat untuk membahas opsi pemain muda untuk promosi ke tim utama, saya selalu membelanya," ujar Lopez.
Ia bahkan menyamakan kasus Cucurella dengan Alejandro Grimaldo, dua bek kiri jebolan La Masia yang dianggap siap naik kelas.
"Saya yakin mereka adalah bek kiri yang, jika diberi kesempatan untuk bermain di tim utama dengan tenang… saya yakin salah satu dari mereka bisa melakukannya."
Cucurella hanya tampil satu kali untuk tim utama Barcelona: laga Copa del Rey melawan Real Murcia pada 2017 di bawah Ernesto Valverde. Setelah itu, pintu kesempatan tertutup rapat dan ia tidak pernah dipanggil lagi.
Musim panas berikutnya, Cucurella dipinjamkan ke Eibar. Di sana ia tampil gemilang, hingga klub tersebut mempermanenkan jasanya.
Barcelona sempat mengaktifkan klausul pembelian ulang, namun hanya untuk kemudian meminjamkannya ke Getafe, yang akhirnya menebusnya secara permanen pada 2020.
Kepergiannya yang berliku justru membawanya menuju panggung besar sepak bola Eropa, dan pada malam ketika ia menghadapi Barcelona sebagai lawan, perjalanan itu terasa semakin lengkap.
Kini, setelah menjadi pemain inti Chelsea dan salah satu bek kiri paling dinamis di Premier League, Cucurella membuktikan bahwa terkadang, kurangnya menit bermain di satu tempat bisa menjadi bahan bakar untuk bersinar di tempat lain.