JawaPos.com - Derby London akhir pekan ini bakal makin panas. Enzo Maresca mengonfirmasi bahwa Cole Palmer fit dan siap tampil saat Chelsea menjamu Arsenal dalam duel papan atas Liga Premier. Kabar yang pasti bikin fan The Blues tersenyum lega.
Sebelum pertemuan kedua tim pada April 2024, Mauricio Pochettino sempat melontarkan istilah fenomenal “Cole Palmer FC”. Pelatih asal Argentina itu menuntut skuadnya untuk “menunjukkan bahwa ini adalah Chelsea Football Club, bukan Cole Palmer Football Club.”
Tapi hasilnya? The Blues tumbang 5–0. Sebuah bukti nyata betapa besarnya ketergantungan tim pada Palmer kala itu.
Baca Juga: Enzo Maresca: Cole Palmer Siap Jadi Starter Melawan Arsenal
Di era Maresca, ketergantungan itu masih terasa, setidaknya di awal musim. Sang pelatih perlahan mencoba mencari alternatif selama playmaker andalan itu absen panjang akibat cedera. Namun kembalinya Palmer setelah rentetan masalah kebugaran jelas menghadirkan motivasi besar.
Cole Palmer mencatat dua gol dari 235 menit yang ia mainkan musim ini. Tapi perjalanan menuju comeback bukanlah hal mudah. Ia sempat berjuang melawan cedera pangkal paha selama empat bulan pertama musim baru, lalu mengalami patah tulang jari kaki di rumah dalam sebuah situasi yang lucu.
Melansir Sports Illustrated, setelah absen 71 hari sejak laga terakhirnya, Maresca memberi kabar baik: Palmer bahkan berpeluang jadi starter kontra Arsenal.
"Semua orang senang," ujar Maresca. "rekan satu tim senang, kami semua senang, dan yang terpenting adalah Cole senang karena seorang pesepakbola ingin bermain dan mengikuti sesi latihan setiap hari."
Baca Juga: Chelsea Kehilangan Cole Palmer Selama Enam Pekan, Berpotensi Absen Lawan Barcelona dan Arsenal
Maresca: ‘Dia Pemain Terbaik Kami’
Tak butuh banyak basa-basi, Maresca menegaskan betapa pentingnya Palmer bagi tim.
"Dia pemain terbaik kami," kata sang pelatih yang pernah bekerja dengannya di akademi Manchester City. "Dia telah tampil fantastis di masa lalu dan tak diragukan lagi dia akan memberikan kontribusi yang sangat baik bagi klub ini di masa depan."
Namun, persaingan di skuad Chelsea kini jauh lebih ketat dibanding musim lalu.
João Pedro kini nyaman mengisi posisi No.10, wilayah yang sebelumnya dianggap “milik Palmer”. Di sisi kanan, Estêvão sedang naik daun. Bintang muda asal Brasil itu bahkan mengungguli Lamine Yamal dari Barcelona pada laga tengah pekan dan memberi bukti nyata bahwa ia siap tampil reguler.
Maresca sadar risiko memainkan pemain muda terlalu sering—contohnya cedera yang menghantui Yamal—namun ia juga tidak menutup kemungkinan untuk memainkan Palmer dan Estêvão bersamaan.
"Mereka bisa bermain bersama, tapi tergantung rencana permainannya," kata Maresca. "Yang pasti mereka seru. Para penggemar antusias. Kami juga antusias. Kami harus selalu menyeimbangkan keduanya."
Arsenal tengah berada dalam performa terbaiknya, dan menurunkan Palmer sejak awal bisa menjadi langkah krusial untuk merusak ritme The Gunners.
Apakah Maresca berani menampilkan duet Palmer–Estêvão sejak menit pertama? Atau justru memilih pendekatan yang lebih konservatif?
Yang jelas, kembalinya Cole Palmer membuka banyak kemungkinan menarik. Dan untuk Chelsea, itu sudah cukup untuk membuat derby London kali ini terasa lebih menjanjikan.