← Beranda
Demi Datangkan Cuan, Presiden Florentino Pérez Berniat Jual Real Madrid ke Investor Luar
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 19 November 2025 | 00.18 WIB
Presiden Florentino Pérez Berniat Jual Real Madrid ke Investor Luar

JawaPos.com - Dalam perkembangan besar, Presiden Real Madrid Florentino Pérez dikabarkan siap menjual sebagian ekuitas klub untuk mendatangkan pendapatan baru. 

Menurut laporan Cadena SER, Pérez berencana melepas antara 5% hingga 10% ekuitas klub kepada investor eksternal. Ia disebut akan mempresentasikan rencana tersebut dalam rapat umum luar biasa pada akhir bulan ini.

Pérez dilaporkan menilai Real Madrid sebesar €10 miliar, yang berarti penjualan ekuitas tersebut dapat menghasilkan antara €500 juta hingga €1 miliar.

Baca Juga: Florentino Perez Turun Tangan di Tengah Ketegangan Valverde dan Xabi Alonso

Rencana ini muncul setelah laporan sebelumnya yang menyebut tim Real Madrid tengah mempertimbangkan pemisahan struktur organisasi, yaitu memisahkan bisnis komersial dan kegiatan olahraga mereka.

Dalam model potensial ini, investor dapat membeli saham pada bagian komersial klub yang mencakup sponsor, acara, serta pendapatan stadion. Sementara entitas olahraga tetap sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan sosial klub.

Entitas komersial inilah yang kemungkinan besar menjadi bagian yang akan dijual oleh Pérez. Struktur ini memungkinkan klub mengumpulkan modal besar, yang dapat digunakan untuk menutupi lonjakan gaji pemain atau mendanai perekrutan bintang-bintang besar di masa mendatang.

Baca Juga: Florentino Perez Siap Penuhi Tuntutan Vinicius dengan Satu Syarat Ini

Penyusunan proposal ini disebut melibatkan penasihat dari Key Capital Partners serta firma hukum Clifford Chance, mengingat kompleksitas peraturan pajak dan hukum yang harus dipatuhi.

Lebih jauh lagi, model ini dapat membuka jalan bagi klub lain, seperti Barcelona, untuk mengadopsi strategi serupa dalam memisahkan operasi komersial mereka. 

Secara konsep, model pemisahan ini merupakan versi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dari “tuwas ekonomi” yang sebelumnya digunakan Barcelona.

Laporan lain juga mengindikasikan adanya pembahasan mengenai penerapan versi model 50+1 ala Bundesliga, yang memastikan para anggota tetap memiliki kendali mayoritas, sementara investor hanya memegang saham minoritas.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho