← Beranda
5 Momen Absurd dan Lucu Paul Gascoigne! Dari Kostum FA Cup hingga Ostrich di Lapangan
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 12 November 2025 | 23.45 WIB
Selebrasi Dentist Chair Paul Gascoigne bersama Timnas Inggris. (Instagram @paul_gascoigne8)

JawaPos.com — Tak ada sosok di sepak bola Inggris yang bisa menandingi kombinasi jenius dan kelucuannya seperti Paul Gascoigne. Dikenal sebagai “Gazza”, legenda Newcastle, Tottenham, dan Lazio ini bukan cuma meninggalkan jejak di lapangan, tapi juga tawa di setiap ruang ganti yang ia singgahi.

Nama Gascoigne selalu lekat dengan kisah absurd yang membuat penggemar geleng kepala sekaligus tersenyum.

Dari aksi konyol hingga momen tak terduga, Gascoigne membuktikan sepak bola tak melulu soal strategi dan kemenangan, tapi juga soal hiburan dan spontanitas khas manusia yang apa adanya.

FA Cup 1991

Salah satu momen paling ikonik datang setelah Tottenham menyingkirkan Arsenal di semifinal FA Cup 1991.

Dalam wawancara pascalaga, dengan wajah penuh semangat, Gazza tiba-tiba berteriak, “I’m now away to get my suit measured!” atau “Aku mau ngukur jas dulu!”—menandakan keyakinannya untuk tampil di final.

Ucapan itu kemudian melegenda dan masih sering dikutip dalam perbincangan tentang pesona kejujuran dan keluguan khas Gazza.

Dentist Chair

Kejadian kocak lain yang sulit dilupakan adalah insiden “dentist chair” jelang Euro 1996.

Saat tim Inggris menjalani tur pemanasan di Hong Kong, Gascoigne bersama rekan setimnya menikmati malam panjang penuh tawa dan minuman keras.

Ketika fotonya disiram alkohol dalam posisi seperti pasien dokter gigi tersebar di media, Inggris pun geger.

Alih-alih tertekan oleh kritik, Gazza justru menjadikannya bahan lelucon di lapangan.

Setelah mencetak gol brilian melawan Skotlandia, ia melakukan selebrasi dengan gaya “dentist chair” dibantu McManaman dan teman-temannya yang menyemprotkan air ke wajahnya.

Aksi itu membuat publik bersorak dan menjadikan momen tersebut salah satu selebrasi paling lucu dalam sejarah sepak bola Inggris.

Gazza dan Ostrich

Tingkah absurd Gascoigne tak berhenti di situ. Suatu hari, suasana latihan Tottenham berubah jadi tontonan tak biasa ketika ia datang bersama seekor burung unta

Dalam buku “Our Gazza: The Untold Tales” karya Paul Stewart, diceritakan bagaimana Gascoigne membawa karung besar yang ternyata berisi seekor ostrich dengan seragam Spurs bernomor 7 bertuliskan “SEDGLEY”.

Ketika burung itu dilepaskan di lapangan, semua pemain tertawa terpingkal-pingkal melihat ostrich berlari keliling lapangan mengenakan kostum klub.

Aksi ini bukan cuma menunjukkan kelucuannya, tapi juga seberapa jauh ia berani melampaui batas normal demi menghibur rekan setimnya. Gazza tak hanya jenius di bola, tapi juga seniman di panggung kehidupan.

Jahil di Tottenham

Kisah lain datang dari awal kariernya di Tottenham, ketika ia membeli motorhome besar untuk ayahnya.

Saat itu, ia meminta petugas klub bernama John Coberman memeriksa atap kendaraan yang katanya “berisik”. Begitu John naik ke atas, Gascoigne malah menyalakan mesin dan memacu mobil itu hingga ke jalan tol M1.

Ketika akhirnya kembali ke tempat latihan, sang korban tampak pucat pasi dan tak bisa berkata apa-apa.

Aksi nekat ini menjadi salah satu bukti di balik wajah polosnya, Gazza menyimpan imajinasi nakal yang sulit ditebak.

Ia bukan hanya membuat lawan kewalahan di lapangan, tapi juga membuat semua orang di sekitarnya hidup dalam tawa dan kejutan.

Berenang Seperti Mumi Mesir

Namun mungkin tak ada yang lebih absurd dari momen “Swim like an Egyptian” saat Piala Dunia 1990 di Italia.

Menurut kisah Stuart Pearce, menjelang laga melawan Mesir, Gascoigne tiba-tiba muncul di kolam renang hotel dengan tubuh terbungkus tisu toilet seperti mumi.

Tanpa pikir panjang, ia melompat ke air, membuat tisu beterbangan dan para tamu hotel terpana melihat aksi kocaknya.

Setelah berenang satu lintasan, ia keluar dari air tanpa sehelai benang di tubuhnya dan berjalan santai kembali ke kamar.

Pearce hanya bisa tertawa dan menggeleng, sadar tak ada yang bisa menandingi spontanitas teman setimnya itu. Gazza memang punya kemampuan luar biasa mengubah situasi serius menjadi komedi dadakan.

Deretan kisah ini menggambarkan sisi manusiawi seorang Paul Gascoigne yang selalu hidup dengan tawa, tanpa topeng dan tanpa basa-basi.

Ia tidak sempurna, bahkan sering kali jadi bahan kontroversi, tapi justru di situlah letak pesonanya.

Di tengah tekanan dunia sepak bola yang keras, Gazza mengajarkan arti pentingnya menikmati hidup, tertawa di tengah tekanan, dan menjadi diri sendiri.

Lima momen absurd dan lucu itu bukan sekadar cerita lama, tapi potret kejujuran seorang legenda yang menjadikan sepak bola lebih berwarna dan manusia lebih dekat dengan tawa.

Meski hari-hari emasnya telah berlalu, kisah Paul Gascoigne akan selalu dikenang bukan hanya karena skill-nya, tapi juga karena caranya menghidupkan sepak bola dengan tawa dan kenakalan yang tulus.

Dunia bola mungkin tak akan punya Gazza kedua. Dan mungkin, itu yang membuatnya begitu istimewa.

 
EDITOR: Hendra