← Beranda
4 Pertandingan Berat Menanti Liverpool Usai Empat Kekalahan Beruntun di Premier League
Bramasta JP• Senin, 27 Oktober 2025 | 15.19 WIB
Selebrasi Hugo Ekitike setelah mencetak gol. Liverpool akan menghadapi empat pertandingan berat ke depan usai empat kekalahan beruntun. (AP Photo/Ian Hodgson)

JawaPos.com – Kemenangan atas kuda hitam Bundesliga, Eintracht Frankfurt dengan enam gol di Liga Champions, ternyata tidak menghasilkan perubahan signifikan Arne Slot untuk kebangkitan Liverpool di Liga Inggris.

Tumbang di tangan Brentford 3–2 menyalakan sinyal bahaya untuk Liverpool yang menelan kekalahan keempat secara beruntun di liga domestik, mengulang rekor terburuk The Reds setelah meraih gelar pada 2020/2021 lalu.

Manajer asal Belanda, yang membawa The Reds meraih gelar Liga Inggris di musim pertamanya, sudah kehabisan alasan untuk menjelaskan kelesuan sang juara bertahan sejak awal musim 2025/2026 dimulai.

Liverpool memang tidak menyerah pada perebutan bola di lapangan. Tetapi, The Reds selalu kalah dalam peperangan.  

Sepuluh pekan pertandingan masih tersisa di paruh pertama musim ini, tetapi beberapa pihak sudah siap untuk meremehkan upaya Liverpool mempertahankan gelar.

Memang, sulit untuk membela tim Slot saat ini. Manchester City membuktikan pada musim lalu bahwa juara bertahan tak mampu terhindar dari penurunan yang jauh lebih lama daripada sekadar penurunan sesaat.

Jadwal pertandingan The Reds yang akan datang menunjukkan penderitaan yang lebih dalam bagi tim asal Merseyside yang identik dengan warna merah ini. Berikut empat laga berat yang sudah menatap Liverpool asuhan Slot.

Piala Carabao: Liverpool vs Crystal Palace (30/10)

Sang juara bertahan Inggris ini sudah kalah dua kali di tangan pasukan Oliver Glasner. Arne Slot Mengawali musim di Community Shield dengan kemuraman yang diciptakan Crystal Palace usai menang adu penalti atas anak asuhannya.

Belum ada kritikan mendalam meski kekalahan tim pimpinan Slot itu menyakitkan. Pekan demi pekan terlewati dengan enam kemenangan beruntun di Liga Inggris dan kejayaan Piala Carabao melangkah ke putaran keempat.

The Reds kembali berhadapan dengan Palace. Kembali, The Eagles memadamkan Si Merah dengan mudah. Skor 2 – 1 untuk kejayaan Marc Guehi, dkk menjadi awal kehancuran Liverpool musim ini.

Sejak kekalahan pertama dari Palace tersebut, Liverpool hancur lebur dengan empat kekalahan beruntun. Termasuk dari dua rivalnya, Chelsea dan Manchester United, yang kian mengubur kepercayaan diri tim Merseyside ini.

Kini, Liverpool harus kembali berhadapan dengan tim yang mampu memadamkan semangatnya di awal musim ini. The Reds akan menantang Palace di Anfield pada Kamis (30/10) di putaran keempat Piala Carabao.

Ini akan menjadi pembuktian, apakah memang The Eagles adalah sosok penghancur Mohamed Salah dan tim, atau memang mental Liverpool mampu dibangkitkan dengan meraih kemenangan dalam laga ini.

Liga Inggris: Liverpool vs Aston Villa (2/11)

Dari enam pertandingan Liga Inggris terakhir, Aston Villa belum kalah sama sekali dengan dua kali imbang dan empat kemenangan berturut-turut. Terakhir kali The Villans meraih kekalahan saat dihajar Palace 0–3.

Kejayaan tim asal Birmingham ini bisa semakin menenggelamkan Liverpool di lautan terdalam, untuk lima kemalangan beruntun tim pimpinan Arne Slot. Villa akan menjadi tim yang sulit dikalahkan meski bermain tandang.

Bahkan baru-baru ini tim yang dilatih Unai Emery itu berhasil mencuri kemenangan di kandang Tottenham Hotspur, serta baru-baru ini pekan kesembilan menang tipis 1–0 atas Manchester City berkat gol Matty Cash.

Melihat nama besar yang dimiliki Liverpool, memang The Reds diunggulakan jika dibandingkan dengan Aston Villa. Tetapi tren negatif The Reds membuka peluang The Villans untuk menghancurkan mereka dengan mudah.

Liga Champions: Liverpool vs Real Madrid (5/11)

Selanjutnya, Real Madrid telah menanti Liverpool di Liga Champions dalam kondisi percaya diri penuh. Di mana baru saja, Los Blancos pimpinan Xabi Alonso memenangkan El Clasico pertama musim ini, memutus kekalahan beruntun dalam derby tersebut.

Hal ini semakin membuat penggemar Liverpool berkecil hati melihat hasil memukau yang diraih Madrid. Rekor rentetan gol milik Kylian Mbappe yang tak berhenti bisa saja mencabik-cabik pertahanan The Reds yang rapuh.

Duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate di lini belakang total telah dibobol 17 kali dengan Alisson dan Giorgi Mamardashvili telah bergantian menjaga garis di bawah mistar. Jumlah itu sangat tidak diinginkan untuk tim sebesar Liverpool.

Ditambah kali ini The Reds tidak memiliki pelapis memadai untuk van Dijk dan Konate. Sungguh malang nasib mereka jika berhadapan dengan Mbappe dalam keadaan prima serta kebangkitan performa Jude Bellingham.

Liga Inggris: Manchester City vs Liverpool (9/11)

Lawan terakhir ini memiliki masalah yang sama dengan Liverpool. Belum menemukan konsistensi di awal musim 2025/2025, namun Manchester City memiliki rekor lebih baik daripada tim asuhan Arne Slot.

Setelah tiga kemenangan beruntun diraih skuad Pep Guardiola, akhirnya Aston Villa mampu meredam The Citizens. Hasil tersebut memaksa untuk City bangkit, termasuk saat menjamu Liverpool.

Di titik ini, akan menjadi masalah besar bagi The Reds jika calon lawannya ini menemukan suntikan tenaga serta usaha untuk bangkit saat menjamu Liverpool di stadion Etihad sebelum jeda internasional bulan November.

Pertandingan ini adalah penentu, siapakah tim papan atas Liga Inggris yang memang kurang konsisten musim ini, melihat tim mana yang akan menjadi tim terdekat penantang gelar untuk Arsenal yang memuncaki klasemen Liga Inggris. 

EDITOR: Bayu Putra