← Beranda
3 Masalah yang Perlu Diperbaiki Xabi Alonso di Real Madrid Selama Jeda Internasional
M Shofyan Dwi KurniawanRabu, 8 Oktober 2025 | 19.06 WIB
3 Masalah yang Perlu Diperbaiki Xabi Alonso di Real Madrid Selama Jeda Internasional

JawaPos.com - Para penggemar Real Madrid memang punya alasan untuk tersenyum lebar. Klub kesayangan mereka kini memuncaki klasemen La Liga setelah menang meyakinkan 3-1 atas Villarreal.

Sementara dua rival utamanya, Barcelona dan Atletico Madrid, sama-sama kehilangan poin berharga. Dengan keunggulan dua poin di puncak, suasana di Santiago Bernabeu tampak kondusif. 

Namun, di balik hasil-hasil positif itu, masih ada sejumlah persoalan yang perlu segera dibereskan oleh Xabi Alonso jika ingin menjaga momentum hingga akhir musim.

Meski Real Madrid tampil solid, kekalahan dari Atletico Madrid di liga dan PSG di Piala Dunia Antarklub memperlihatkan bahwa tim ini belum sepenuhnya sempurna. 

Baca Juga: Amarah Vinícius Júnior di Laga Liga Champions Ternyata Dipicu Kurangnya Kepercayaan Rekan Setim Bukan Karena Xabi Alonso

Jeda internasional datang di waktu yang tepat bagi Alonso untuk mengevaluasi tim dan memperbaiki tiga masalah utama yang bisa menentukan nasib mereka di sisa musim seperti dilansir dari Madrid Universal.

1. Menangani Skuad Penuh Bintang

Mengelola tim bertabur bintang memang terdengar seperti mimpi, tetapi bagi Alonso, justru di situlah tantangannya. Real Madrid memiliki anggaran besar dengan batas gaji yang jauh lebih tinggi dari rival-rivalnya. 

Akibatnya, bangku cadangan mereka diisi oleh pemain-pemain top yang sebenarnya layak jadi starter di klub mana pun. Contohnya Endrick yang diboyong dengan harga sekitar €60 juta, tapi hingga kini jarang mendapat kesempatan bermain. 

Hal serupa juga terjadi pada Dani Ceballos dan beberapa pemain lain yang sulit menembus tim utama. Kedalaman skuad memang berguna saat badai cedera melanda, namun bisa menciptakan masalah tersendiri.

Setiap kali Alonso melakukan rotasi, muncul perdebatan: siapa yang pantas starter, siapa yang tidak. Agen pemain pun mulai ikut bersuara, dan drama di luar lapangan terkadang mengalihkan fokus dari tujuan utama yakni: memenangkan trofi. 

Berbeda dengan banyak klub lain yang punya susunan pemain jelas, di Madrid hampir setiap keputusan pelatih jadi bahan diskusi panas.

Alonso perlu menemukan keseimbangan antara menjaga keharmonisan ruang ganti dan memastikan kompetisi internal tetap sehat. Ia harus mampu menegaskan bahwa kesuksesan tim jauh lebih penting daripada kepentingan individu. 

Jika gagal, masalah kecil ini bisa membesar dan mengganggu kestabilan musim yang sejauh ini nyaris sempurna.

Baca Juga: Ditanya Kapan Endrick Main untuk Real Madrid, Xabi Alonso: Waktunya Akan Tiba

2. Mencari Kembali Pemimpin di Jantung Pertahanan

Isu lain yang cukup mendesak adalah di lini belakang. Real Madrid tampak kehilangan figur pemimpin sejati di posisi bek tengah. Sosok yang tak hanya tangguh bertahan, tapi juga mampu menenangkan rekan setim di situasi sulit.

Dulu, peran itu dipegang oleh Sergio Ramos dan Nacho Fernández, tetapi sejak keduanya pergi, ada kekosongan yang belum benar-benar terisi. 

Kembalinya Eder Militao dari dua cedera lutut parah memang kabar baik, namun duetnya dengan Dean Huijsen belum memberi rasa aman sepenuhnya.

Huijsen datang dengan reputasi menjanjikan setelah tampil impresif bersama timnas Spanyol dan Bournemouth, tapi sejauh ini ia belum sepenuhnya beradaptasi dengan tekanan besar di Bernabeu. 

Dua kartu merah yang ia terima musim ini (masing-masing di Piala Dunia Antarklub dan melawan Real Sociedad) menjadi bukti bahwa ia masih terlalu impulsif.

Selain itu, kemampuan duel udaranya juga masih di bawah harapan, seperti terlihat dalam derby melawan Atletico. Alonso kini harus memutar otak: apakah akan memberi Huijsen waktu lebih lama untuk berkembang, atau mencari solusi alternatif agar pertahanan lebih solid? 

Jika tidak segera diatasi, lini belakang bisa jadi titik lemah saat menghadapi tim besar di Liga Champions maupun La Liga.

3. Menentukan “Jenderal” di Lini Tengah

Masalah ketiga, sekaligus yang paling penting, adalah di sektor tengah. Selama bertahun-tahun, Real Madrid dikendalikan oleh visi dan ketenangan Toni Kroos serta Luka Modric. 

Namun, setelah dua maestro itu mulai menepi, klub belum menemukan pengganti dengan karakter serupa.

Pemain muda seperti Arda Güler memang punya potensi besar, tetapi perannya lebih ofensif. Ia gemar menusuk ke kotak penalti dan mencari gol, bukan mengatur ritme permainan dari kedalaman. 

Real Madrid saat ini mengandalkan kekuatan fisik dan kreativitas individual, terutama dari Vinícius Jr. dan Kylian Mbappé. Namun, mengandalkan keajaiban individu tidak bisa jadi rencana jangka panjang.

Sebagai mantan gelandang bertahan kelas dunia, Alonso paham betul pentingnya memiliki “jenderal” yang bisa mengontrol tempo dan menenangkan permainan di momen genting. Ia tahu, tim tanpa pengatur ritme akan kesulitan saat menghadapi lawan yang mampu menekan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, prioritas Alonso selama jeda internasional haruslah mencari solusi untuk masalah ini. Entah dengan melatih salah satu pemain muda agar lebih disiplin secara taktik, atau dengan menyesuaikan sistem permainan agar sirkulasi bola di lini tengah lebih stabil.

Real Madrid memang sedang berada di jalur yang tepat menuju kesuksesan, tapi pekerjaan Alonso jauh dari selesai. Tiga masalah ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi sang pelatih muda. 

Jika ia mampu memperbaikinya selama jeda internasional, maka peluang Los Blancos untuk mengakhiri musim dengan trofi di tangan akan semakin besar.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho